
Setelah perbincangan itu di akhiri Amelia keluar dengan perasaan senang.
Setelah amelia Hendra hanya duduk di sana dengan menyandarkan tubuhnya ke sofa.
Alisa mengintip dari balik pintu tetapi sudah tidak menemukan Amelia di sana dan memberi tahukan kepada semuanya jika amelia sudah pergi.
"Kalau begitu tunggu apa lagi" Lidya keluar pertama dan segera duduk di sebelah Hendra, yang lainnya masih berjalan dan masing-masing duduk di dekat henda kecuali Ana.
"Apa yang dia bicarakan?" Tanya Layla yang ingin tahu perbincangan Hendra sebelumnya.
"Dia ingin menikah denganku" Hendra meluruskan tubuhnya.
"Apa kamu menerimanya?" Tanya Lidya yang di sebelah Hendra.
"Aku terima, memangnya kenapa?" setelah menjawab pertanyaan Lidya Hendra bertanya balik.
"Tidak apa-apa, hanya saja apakah kamu dapat memuaskan semuanya" Lidya masih meragukan Hendra jika tidak bisa memuaskan semuanya.
"Jangan khawatirkan masalah itu, aku akan mandi terlebih dahulu" Hendra mencium badannya dan terasa sangat wangi, dia ingin menghilangkan wangi khas pada tubuhnya.
__ADS_1
"Aku juga merasa bau badan, kita mandi bersama" Lidya Berdiri dan berjalan mengikuti Hendra.
Melihat Lidya semuanya juga mengikuti Hendra dan masuk ke dalam termasuk juga dengan Ana.
"Bakal repot ini" Hendra melihat semuanya masuk dan menghela napas karena akan membuang waktu yang sangat banyak ketika menyelesaikannya.
lidya membuka pakaian miliknya terlebih dahulu dan masuk ke dalam Bathtub yang besar.
Hendra tidak dapat menahannya, dia membuka semua pakaian miliknya dan memampangkan senjata yang besar dan panjang.
Setelah itu dia masuk ke dalam Bathtub dan berendam dengan Lidya, Alisa membuka Pakaian miliknya dan masuk mengikuti Hendra.
"Kemarilah" Hendra melihat Ana yang bingung dia tahu apa yang di pikirkan oleh Ana.
Ana hanya mengangguk dan berjalan ke arah Hendra, Setelah di dekat Hendra, Hendra berdiri dan mengangkat tubuh Ana ke pangkuannya.
Ana tidak dapat menolaknya walaupun dirinya merasa jika tubuh Hendra Bau.
Merasakan senjata milik Hendra yang mengganjal pada bokongnya dia sangat gugup.
__ADS_1
Sedangkan Alisa,Layla dan Lidya sedang bermain dengan menembakan air ke wajah menggunakan tangan mereka.
Hendra yang tidak tahan dia memasukkan ke dalam milik Ana dan membuat ana mengerang.
Semuanya melihat ke arah Ana dan tahu apa yang terjadi, tidak menghiraukan hal itu mereka kembali bermain Hingga berbincang.
Malam hari
Semuanya sudah melakukan kegiatan masing-masing dan sudah berada di tempat tidur, Hendra keluar dan pergi ke teras.
Mengeluarkan rokok dan korek Hendra menyalakan Api pada rokok tersebut dan menghisapnya sambil menikmati keindahan bintang-bintang yang berada di langit.
Tak sengaja dirinya melihat sosok Hitam di kejauhan yang melihat ke arahnya, awalnya dia kira itu adalah pohon kecil tetapi setelah dia memastikan apa yang dia lihat tersebut ternyata orang.
"Sedang apa dia di sana?" Tanya Hendra yang melihat orang yang berada di atas rumah
Hendra yang ingin tahu dia segera meloncat ke atas rumah orang-orang, ketika hampir sampai di Depan orang sebelumnya, orang tersebut segera menghilang memuat hendra bingung.
"Apa dia manusia? kenapa sangat cepat?" Hendra melirik ke segala arah tetapi tidak menemukan orang tersebut
__ADS_1