SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
68


__ADS_3

meletakkan satu persatu dan membariskan kursi itu Bram's berdiri kembali, dan beberapa orang yang sebelumnya mengangkut kursi itu keluar.


"Sekarang kalian Dapat mengambil satu orang saru kursi" Liona mengambil satu untuk dirinya.


Semua orang mengambil tak terkecuali Bram's dan Greg, Liona melirik Bram's dan berkata "Kenapa kamu masih berdiri, aku menyuruhmu mengambil untuk kita duduk"


"Tidak apa-apa, saya terbiasa untuk berdiri, jadi nyonya tidak perlu khawatir" Bram's selalu waspada untuk melindungi Liona, dia tidak akan duduk jika Jam kerjanya masih ada.


"Sudahlah terserah dirimu, dan lagi kamu! kenapa tidak duduk?" Liona melihat ke arah Greg yang hanya berdiri.


"Saya? saya tidak akan duduk jika bos tidak mengizinkan" Greg selalu mematuhi kata-kata hendra, bahkan dirinya tidak duduk jika tidak di perintah oleh hendra.


"Aish sudahlah, kalian sama-sama bodoh, padahal lebih enak duduk" Liona tak mempedulikan lagi keduanya, dia mengambil handphone dan memainkannya untuk menghilangkan bosan.


"Ana" Alisa memanggil ana dengan suara pelan, dia tidak ingin membangun,kan hendra yang lelah sebelumya.


Ana tidak mendengar Alisa dengan jarak yang cukup jauh dan lagi dia sedang membicarakan sesuatu dengan Layla dan lidya.


"Ana, Apakah kamu dapat mendengarku" Alisa kembali memanggil ana dengan sedikit membesarkan suaranya.


"Apakah ada yang bisa aku bantu?" Liona mendengar suara Alisa, dia bertanya dan berjalan ke arah Alisa.


"Emm itu... bisakah tolong ambil,kan Air putih untuk diriku" Alisa Berbicara sedikit canggung.


Liona sedikit melangkahkan kakinya dan mengambil secangkir Air putih untuk Alisa.


"Terima kasih" Alisa hanya mengatakan terima kasih dan segera meminum semua air yang ada di cangkir itu.


"Alisa, apakah kamu tahu kedua orang itu kemana setelah kamu di bawa ke sini?" Layla bertanya dengan heran, Sebelumnya Hendra tidak mengasih tahu jika dirinya Membunuh Keduanya, dia hanya melihat jika dirinya sudah terbangun dan melihat keduanya sudah mati tetapi tidak menceritakan hal itu kepada mereka.


"Aku tidak tahu, sebelum aku pingsan Hendra sedang di siksa oleh mereka, dan setelah terbangun Hanya melihat Hendra dan kalian di sini" Alisa juga baru sadar, dia hanya mengikat sepintas apa yang terjadi.


Di ruang nomor 20 Amelia sedang menunggu operasi ibunya di luar ruangan itu, dia sangat khawatir jika ibunya akan gagal dalam operasi ini karena tumor yang sudah mencapai stadium akhir.


[Misi terdeteksi]


[Bantu Amelia]

__ADS_1


[Hadiah]


-Kemampuan Mengemudi super


[Hukuman]


-Tuan tidak dapat mendapatkan misi lagi


[Waktu]


-2 Jam


Hendra terbangun oleh suara sistem dalam benaknya, dia Berdiri dan bergegas untuk mencari keberadaan Amelia dengan bingung


"Apa yang kamu lakukan?" Lidya memandang hendra dengan aneh, dia baru pertama kali melihat seseorang yang baru bangun langsung berdiri dengan linglung


"Ti...tidak, aku kira ini Di mana" Hendra beralasan, dia sangat malu kali ini di lihat Greg Dan Liona beserta Bram's yang sedang menatapnya.


"Greg, kamu tunggu di sini, jaga mereka aku akan kembali sebentar lagi" Hendra berjalan keluar tetapi dirinya di hentikan oleh Layla "Hendra, bisakah kamu memerintahkan Dia untuk duduk, dia tidak akan duduk jika kamu tidak memerintahkan,nya"


Greg menarik satu kursi dan duduk di belakang ke empat wanita Hendra.


Amelia melihat Suster yang sebelumnya mengurus ibunya, dia Berdiri dan bertanya "sus, kapan operasinya dimulai?"


"kak tolong tunggu sebentar lagi, Dokter yang akan mengoperasi pasien di dalam akan segera datang" Suster itu Berbicara seolah tak mempedulikan kondisi pasien, Sebelumnya bahkan dia belum Memberitahukan jika operasinya akan di mulai kapan.


"Baiklah" Amelia terduduk kembali


Hendra tidak mengetahui di mana Amelia, dia bingung karena belum bertanya kepada sistem miliknya.


"Sistem, dimana Tempatnya" Hendra bertanya sambil berjalan perlahan, jika dirinya berlari takutnya jalurnya salah dan harus berlari ke Sebelumnya.


[Tuan tidak dapat bertanya kepada sistem setelah anda berusaha mencarinya]


"Apa-apaan ini? kebijakan baru?" Hendra Tak percaya jika sistem akan mempersulit Misi yang dia lakukan.


"Apa yang harus aku bantu dari amelia? Memang sistem ini suka sekali menyusahkanku" Hendra mengambil Handphone dan menelepon Amelia

__ADS_1


"Halo Bos, Apakah ada yang bisa saya lakukan?" Amelia mengangkat telepon dan bertanya


"Ehm, begini amelia, dimana kamu sekarang?"


"Saya? saya ada di rumah sakit Jiang bos, apa sesuatu terjadi?" Amelia berterus terang dan bertanya kembali.


"Siapa yang sakit?" Hendra Tak mengetahui apa yang terjadi, jadi dia bertanya kembali.


"Ibu saya akan di operasi hari ini, jadi saya ingin menemaninya"


"Kalau begitu tak ada yang aku tanyakan lagi" Hendra Mematikan teleponnya dan berjalan ke arah administrasi dan bertanya "Kak mau nanya apakah ada pasien yang....." Hendra lupa jika dirinya tidak mengetahui nama Ibunya Amelia dan melanjutkan "tunggu sebentar kak"


Hendra berbalik dan mengambil Handphone miliknya, mengirim pertanyaan kepada amelia dan menunggu beberapa menit.


"Drrrt" Amelia mendengar bunyi handphonenya dia segera membuka Tas dan mengambilnya


Amelia terkejut Hendra menanyakan nama Ibunya, dia tidak tahu untuk apa itu dan hanya menjawab pertanyaan hendra dengan memberitahukan nama Ibunya.


Kembali Hendra ke administrasi bertanya " Kak mau nanya, apakah Ada Seseorang yang bernama Ningsih yang akan di operasi?"


"Sebentar kak, saya akan mengecek terlebih dahulu" Orang yang di depan benar melihat sebuah buku di depannya dan kembali berbicara " ada dua orang kak, yang satu di ruangan nomor 102 dan yang satunya ada di ruangan nomor 20"


"Baiklah, terima kasih" Hendra Berjalan Membelakangi orang tersebut


"Aku akan melihat ke ruangan nomor 102 terlebih dahulu, aku akan melihat ruangan yang jauh terlebih dahulu" Berjalan dengan cepat hendra tak mempedulikan Orang orang di sekitar dan melewati Amelia yang sedang duduk di depan Ruangan nomor 20.


Beberapa menit berjalan hendra sampai di Kamar nomor 102 dan masuk tanpa izin


"Siapa yang memperbolehkan kamu masuk brengsek, apakah tidak ada yang menjaga Di Luar?" Seorang dokter memaki hendra saat dia sedang melakukan operasi.


"Eh, maaf saya salah ruangan" Hendra kembali menutup Pintu dan berjalan ke arah yang sebelumnya.


"Memang benar aku ini bodoh, bagaimana bisa baru kepikiran untuk bertanya kepada Amelia bahwa dia ada di ruangan mana?" Hendra baru kepikiran untuk bertanya, tetapi dia sudah mengetahui dimana Amelia berada.


Setelah Hendra sampai dia melihat amelia yang akan masuk ke dalam, dia memanggil amelia dan berjalan dengan cepat.


Amelia yang mendengar itu dia berbalik dan melihat Hendra yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2