
"Bodoh, untuk apa kamu melaporkannya jika belum pulang, tunggu saja sampai dia pulang, jika kamu gagal akan aku bunuh semua keluargamu" Ryan marah besar lantaran dirinya sudah membunuh Alisa tetapi karena Rangga tiba-tiba menghilang.
"persetan" Ryan melayangkan sebuah pot yang berada di dekatnya.
"Aku yakin dia akan mendatangi pesta wali kota, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" Ryan mengepalkan Tangannya dengan wajah yang sangat merah akibat terlalu kesal dan marah karena selalu gagal.
...****************...
Krek
Ana yang sudah kesal menunggu hendra di ruang tamu dirinya berjalan ke kamar hendra dan membuka pintu sambil membawa tas miliknya, dengan tubuh ramping dan kaki panjang Ana memasuki kamar hendra.
"Kenapa lama sekali, pestanya akan dimulai dalam setengah jam"
"bagaimana kita menghadiri acara, dia ingin memakai pakaian seperti ini? bagaiamana jika dia di tuduh sebagai pengemis? Aku sudah menasihatinya untuk memakai jas tetapi dia tidak mau, coba kamu bujuk aku sudah kesal dengannya" Alisa membujuk hendra agar dia mau untuk memakai jas tetapi hendra tetap ingin memakai pakaian yang polos dengan harga 100.000, Alisa tidak dapat membiarkannya begitu saja, kemudian menyuruh ana untuk membujuknya.
"Hendra, bagaimana kamu hanya memakai pakaian yang murah itu, sebaiknya kamu menggantinya"
"Tidak, kalian sudah berjanji akan menuruti keinginanku selama 1 hari penuh, jadi aku menginginkan pakaian ini, apa itu masalah" Hendra tetap kekeh untuk memakai pakaian tersebut, dirinya tidak menyukai pakaian Jas dengan kemeja putih, menurutnya itu sangat rumit.
"Sudah, sekarang waktunya hampir tiba, sebaiknya biarkan saja dia memakai yang dia inginkan" Ana menarik tangan keduanya dan menyeretnya ke mobil Hendra yang sudah terparkir di depan.
"Tapi...." Alisa Ragu ketika hendak menaiki mobil hendra, dirinya takut hendra akan di ejek dan di maki jika memakai pakaian seperti itu.
"Tidak apa-apa, itu kemauannya, dia mungkin tidak memiliki rasa malu untuk itu" Ana membiarkan Hendra begitu saja, agar hendra mengetahui bagaimana cara berpakaian orang kaya di luar sana.
setelah berdebat selama beberapa menit mereka akhirnya berjalan.
"Ana, bisakah lebih cepat, pestanya akan segera dimulai" Alisa panik takutnya dirinya tidak akan ikut acara yang telah dia nanti nantikan.
"ini juga sudah cepat, tidak bisa lebih cepat lagi, hanya segini batasnya" Ana sudah berusaha semaksimal mungkin, dan hanya bisa 170km/jam
"Aku heran kenapa tidak memaki mobil hendra saja, bukannya itu lebih cepat dari mobil punyamu" Ana Tidak tahu kenapa Alisa memilih memakai mobil Miliknya.
__ADS_1
Alisa tidak menjawab pertanyaan Ana, dia juga tidak tahu kenapa dirinya lebih memilih mobil Ana daripada milik hendra, mungkin dia berpikir bahwa akan sampai tepat waktu.
4 menit kemudian
"cepat, sebentar lagi mulai" Alisa menyuruh ana untuk mempercepat lajunya kembali.
"baik" Ana hanya bisa menurut walaupun sudah mencapai batas kecepatan.
"10 detik lagi dan gerbang akan di tutup" Alisa memberitahukan kembali dengan panik.
"aahh akhirnya, aku sudah sangat panik dan ini sangat tepat waktu" Alisa menghela napas, dia sampai dengan tepat waktu dan memasuki rumah wali kota.
"Selamat datang" Seorang pengawal yang menyambut tamu di depan rumah Wali kota memberikan sapaan kepada setiap tamu yang lewat.
"Selamat datang, maaf kami tidak mengijinkan seorang pengemis untuk masuk" pria kekar itu menyambut kedatangan Alisa dan Ana, tetapi ketika melihat keberadaan seorang yang tidak dia kenal dengan pakaian biasa dia menganggap hendra sebagai pengemis.
"Dia bukan pengemis pak, mohon ijinkan kamu masuk" Alisa menjelaskan bahwa Hendra bukanlah seorang pengemis.
"Hei anda jangan asal bicara" Ana menunjuk ke wajah penjaga tersebut.
"Swoosh" Penjaga itu hendak menepis tangan Ana tetapi hendra menghalanginya.
"Jangan berani pada perempuan" Setelah menahan tepisan tersebut hendra mengeluarkan tenaganya dan mencekam kuat tangan penjaga.
"Aneh, kenapa tulangnya sangat kuat, aku bahkan sudah mengeluarkan setengah dari kekuatanku" batin Hendra yang melihat penjaga tersebut tidak merasakan apapun ketika Hendra mencekran dengan kuat tangannya.
"Kekuatannya lumayan, tetapi sedikit ceroboh karena melawanku" Pengawal itu kemudian menghempaskan hendra dengan kekuatannya sampai hendra terhempas sampai ke dinding pos penjaga.
Swoosh
Bruak
ugh
__ADS_1
Hampir semua orang mendengar perkelahian tersebut terutama Chen Yu.
"Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu?"
"Aku juga mendengarnya, suaranya sangat keras"
"Mungkinkah ada keributan? tapi siapa yang berani membuat masalah di pesta wali kota? Aku membayangkannya saja itu sangat mengerikan jika wali kota mengetahuinya, dia sangat kejam tetapi aku suka dirinya karena bersikap adil"
"Mungkinkah musuh yang menyerang? Aku tidak percaya itu Akan terjadi"
"Chen Yu, kamu lihat ke luar, apa ada yang terjadi" Wali Kota memerintahkan Anaknya pertamanya Chen Yu untuk mengecek apa yang terjadi.
"Baik pah" Chen Yu tentu saja penasaran dengan apa yang terjadi, dia keluar dengan tergesa gesa.
Diluar
"Uh, ternyata perkataan sistem memang benar, aku bahkan tidak dapat menahan serangannya dan tidak dapat menyerangnya, mungkinkah ini adalah dunia yang belum aku lihat?" Hendra yang sebelumnya tidak percaya dengan perkataan Sistem, dirinya akhirnya mempercayainya, pastinya dia akan berusaha untuk memperkuat diri sendiri agar dirinya tak terkalahkan dan di permalukan di depan wanitanya, percuma mempunyai banyak wanita jika dia tidak dapat melindungi salah satu dari mereka.
"Hendra" Alisa dan Ana berlari ke arah Hendra, mereka sangat khawatir dengan keadaan Hendra.
[tuan telah di sembuhkan sepenuhnya]
Notifikasi dari dalam benaknya muncul ketika semua tubuh bagian dalam dan bagian luarnya sembuh.
Hendra berdiri dan berjalan ke arah Alisa dan Ana agar mereka tidak mencemaskannya.
"Apa kamu tidak apa-apa?" Alisa memegang seluruh tubuh hendra, dirinya sebelumnya melihat ada luka di bagian punggung hendra, tetapi setelah melihatnya dia tidak menemukan luka sedikitpun.
"Aneh, sebelumnya diriku melihat bahwa darah mengalir dari pakaiannya, tapi kenapa tidak ada? mungkinkah hanya halusinasi karena terlalu mencemaskannya" Alisa menganggap dirinya halusinasi, sebetulnya itu adalah hal yang nyata jika ada seorang yang memvidio hendra saat dia terluka mungkin itu akan menjadi misteri jika hendra tidak mengatakannya.
"Aku tidak apa-apa" hendra mengelus kepala keduanya.
"Hebat juga kamu bocah, dapat menahan seranganku yang seorang guru beladiri" penjaga tersebut adalah guru beladiri yang di didik oleh Chen Bai dari kecil sampai menjadi kuat seperti sekarang, Chen Bai adalah Ayah dari Chen Yu dan Chen Yang serta wali Kota Kota Serang
__ADS_1