
setelah melewati beberapa Hutan Hendra sampai di Kampung Bandit, dia sudah merubah beberapa dekorasi yang menurut dia tidak pantas dan menggantinya dengan yang baru.
"Bo....Bos, Selamat siang" Seorang yang melihat Hendra menyapa dengan gugup.
"Siang" Hendra menjawab dengan melambaikan tangannya dan masuk ke dalam Kampung Bandit.
"Bodoh, kenapa kamu diam saja?" Orang yang sebelumnya menyapa Hendra mengatai temannya.
"Aku tidak dapat berbicara, jadi mengapa tidak diam saja" Jawabnya.
Tak mempermasalahkan hal tersebut, kembali orang yang sebelumnya berjaga.
"Greg, apakah ada masalah setelah kepergianku sebelumnya?" Tanya Hendra kepada Greg yang sedang melatih beberapa orang.
"Tidak ada bos, Kemarin ada beberapa orang menyewa Orang di sini dan sedikit kendala menimpa orang kita" Ucap Greg
"Apakah mereka baik-baik saja?" Tanya Hendra kembali.
"Mereka hanya terkena beberapa tusukan dan sebentar beberapa hari lagi sembuh, ini uang yang di hasilkan kemarin" Greg memberikan segepok uang kepada Hendra.
"Tidak perlu, kamu berikan saja kepada beberapa orang yang kemarin bekerja" Hendra tidak menerima uang tersebut, dia pikir dirinya sudah memiliki banyak uang dan tidak lagi membutuhkannya.
"Tidak bos, sebelumnya beberapa orang itu sudah menerima setengah dari uang ini" Ucap Greg kembali memberikan uang tersebut.
"Baiklah" Hendra mengambil uang itu dan menyimpannya di kantong,nya.
"Di mana Robi?" Tanya Hendra yang tidak melihat Robi baru-baru ini.
"ada di belakang, dia sedang berlatih sendiri" Jawab Greg menunjuk ke sebuah pintu yang tertutup.
"Baiklah, kamu kembali melatih mereka dan jika ada yang terjadi segera laporkan kepadaku" Hendra berjalan ke pintu yang di tunjuk Greg.
membukanya dengan perlahan dia melihat Robi yang sedang berlatih dengan keras, Memukul beberapa batu yang berukuran besar.
__ADS_1
Robi merasakan ada yang datang dia segera melihat kebelakang dan melihat Hendra sedang memperhatikannya, segera berjalan dengan cepat.
"Sejak kapan kamu di sini?" Tanya Robi yang berdiri di hadapan Hendra.
"Baru saja, bagaimana pelatihannya? apakah membuatmu lelah?" Tanya Hendra dengan menepuk pundak Robi.
"Tidak, justru membuatku semangat untuk berlatih, bahkan aku melupakan Kejadian sebelumnya" Ucap Robi dengan tersenyum.
"Baguslah, lalu apakah kamu sudah mengunjungi bibi?" Tanya Hendra.
"Sering, aku sehari sekali pulang dan memberitahu jika aku sedang bekerja sambil berkuliah dan ibu percaya" Jawab Robi lalu berjalan membelakangi Hendra.
"Apa ada yang kamu butuhkan?" Tanya Hendra.
"Tidak, Greg sudah memberikan beberapa uang yang cukup kepadaku" Jawab Robi yang semakin menjauh.
Hendra mengikuti Robi dari belakang dan bertanya kembali "Apakah kamu ingin bertarung denganku?"
"Ayo, siapa takut" Robi tidak percaya jika hendra akan menantangnya dan dia segera menyetujuinya
"Baiklah" Ucap Robi Lalu mengepalkan kedua tangannya sebelum menyerang hendra dengan cepat.
"Swoosh" Dengan Percaya diri Dirinya menyerang hendra dengan kekuatan penuh karena dia tahu jika Hendra memiliki kekuatan yang lebih di atasnya.
Hendra dengan cepat menahan Pukulan Robi, Sedikit meraskan sakit pada tangannya Hendra melepaskan tangan Robi dan menyerang kembali Robi.
"Buk" Merasakan pukulan pada Perutnya Robi menggerakan tangannya ingin memelintir tangan Hendra tetapi Hendra tak membiarkan itu terjadi, dia segera memukul kembali punggung robi dengan cepat dan membuatnya terjatuh.
"Uhuk, aku menyerah" Ucap Robi dengan sedikit memuntahkan darah pada mulutnya.
"Ambil ini" Hendra melemparkan Pil ke arah Robi.
Robi yang tidak tahu apa itu dia segera menangkapnya, melihat satu Pil dia tidak mengetahui apa maksud hendra.
__ADS_1
"Telan saja, itu akan membuatmu lebih baik dari sebelumnya" Ucap Hendra.
Segera dengan percaya Robi menelan Pil itu, selang beberapa saat dirinya merasakan tubuhnya sangat bertenaga dan lebih baik dari sebelum dia bertarung.
"Pil apa itu? begitu ajaib" Ucap Robi yang langsung berdiri.
"Tidak perlu tahu, aku akan Pulang sekarang juga, mungkin 2-3 hari lagi kembali melihat perkembangan yang terjadi" Ucap Hendra lalu pergi.
Robi berjalan membelakangi Hendra dan kembali berlatih dengan melakukan beberapa pukulan.
"Greg, aku akan Pulang dulu" Hendra berjalan meninggalkan Greg.
"Ya Bos" Jawab Greg menengok ke arah Hendra.
"Selanjutnya apa yang aku lakukan?" Tanya Hendra pada Dirinya, Dia sudah tidak ada lagi yang harus dirinya kerjakan selain pulang ke rumahnya.
Hendra akhirnya memilih untuk pulang, Di Kantor polisi Emi sedang menyelidiki kasus pencurian yang semakin hari semakin banyak.
"Jika begini apa yang harus aku lakukan? sebelumnya tidak sebanyak ini" Emi sangat bingung dan duduk dengan tangan memegang kepalanya.
"Komandan, Menurut saya kasus ini tidak bisa kita yang atasi, ini seharusnya di Lakukan oleh orang yang lebih dari kita" Seorang pria mengatakan jika itu sudah di luar batas kemampuan mereka.
"Tidak, kita harus melakukannya" Emi dengan keras kepala tidak ingin melepaskan kasus ini kepada orang lain.
"Tapi dan" kembali orang itu berbicara tetapi dirinya di hentikan oleh emi.
"Jika kamu tidak ingin ikut mengatasi kasus ini sudah diam, jangan banyak bicara" Emi berdiri dan berkata dengan kesal.
"Baik, saya tidak akan mengikutinya" Orang yang sebelumnya keluar dari ruangan itu dengan kesal.
"Saya juga tidak akan ikut" 3 orang berbicara dengan bersamaan dan keluar satu persatu.
"Huft, seharusnya tidak seperti ini" Emi menghela napas dan duduk kembali
__ADS_1
"Bagaimana,pun aku akan melakukannya walaupun sendiri" Emi Berdiri dan mengambil pistol kemudian keluar dengan persiapan.