
"Ah, aku harus mencari dimana lagi, hanya dia yang memiliki wajah yang sempurna" Chen Yu mondar mandir di mall, dia tidak menyangka ada seorang yang memiliki wanita 4 sekaligus.
"Apa dia akan kuat jika berhubungan dengan keempatnya? Ah kenapa aku tidak bertanya tadi" Chen Yu sangat penasaran dengan apa yang di miliki hendra hingga dapat mendapatkan 4 wanita.
"Sebaiknya aku memilih kado untuk ayah saja dulu, jika tidak menemukan pria yang cocok sudah bilang saja tidak ingin menikah dulu" Chen Yu sangat pusing jika dia ditanya tentang pasangan, dia juga ingin memiliki pasangan tetapi tipenya sangat susah untuk di cari, tampan, kaya,baik,pengertian,setia, memangnya ada yang sesempurna itu di dunia? sudah pasti itu adalah hendra yang memilikinya, tapi dia memiliki banyak wanita membuat Chen Yu bingung memilihnya.
...****************...
Krek
"Apa mereka masih tidur?" Hendra membuka pintu
"Kamu sudah pulang? memangnya habis dari mana?" Layla bertanya kepada hendra dengan memeluknya dari belakang
"Aku habis dari mall,membeli gaun untuk Ana dan Alisa, malam ini katanya akan ada ulang tahun wali kota" Hendra menjawab pertanyaan Layla dan membalikkan tubuhnya menghadap layla.
"Apa kamu tidak membelikan aku dan lidya?" Layla bertanya dengan manja
"Aku juga membelikan kamu dan lidya, Ini" Hendra tidak lupa kepada Dua wanitanya dan dia membelikan sebuah Tas yang bermerk
"Yah, kamu tidak membelikanku makanan? Aku tidak menyukai ini, tapi tidak masalah yang terpenting kamu ingat kepada kami." Layla tidak menok tas yang dibelikan hendra, dia hanya menanyakan makanan, tapi dia tetap menerimanya agar hendra tidak sedih.
"sebelumnya aku sudah mencari tahu apa keinginan wanita di internet,tapi apalah daya diriku yang tidak mengetahui keinginannya, setelah ini aku jadi mengetahuinya ternyata dia menyukai makanan" hendra sedikit kecewa pada dirinya yang tidak mengetahui apa yang disukai wanitanya.
"Maafkan aku, apa lidya sudah bangun?" Hendra bertanya
"Sepertinya dia sedang membersihkan tubuhnya di lantai 2" Layla memberitahu hendra dan kemudian dia berjalan ke arah dapur untuk memasak, sebenarnya hendra sudah memberitahu Layla bahwa dirinya akan mempekerjakan 4 orang pegawai untuk mengurus rumah ini tapi layla menolaknya.
Hendra mendengar suara air dari kamar mandi di lantai atas, segera dia meletakkan barang-barang yang dia beli di meja dan memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Krek
Hendra membuka pintu tetapi Lidya tidak menyadari hendra yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Huh, dia sangat buas semalam, aku masih sangat sakit di bagian bawah" Lidya bergumam sambil dirinya membasuh semua Bagian tubuhnya dengan Shower.
"maafkan aku sayang, apa kamu menginginkannya juga hari ini" Hendra memeluk Lidya yang sedang membersihkan diri
"ka....kamu ada di sini" Lidya terkejut ketika Hendra memeluknya, dia takut bahwa ucapannya akan didengar oleh Hendra
"Kenapa? Aku sudah mendengarnya, batangku sepertinya ingin bermain lagi" Hendra meremas kedua gunung kembar Lidya yang lebih kecil dari ke empat wanitanya.
"Mmmh" Lidya mendesah saat merasakan sentuhan pada dadanya.
"A...Aku mohon jangan lakukan ini, ini masih sakit mmh" Lidya meminta agar hendra tidak bermain dengannya
"Aku tidak akan bermain, hanya saja ingin membesarkan gunung milikmu, aku lihat punyamu itu lebih kecil dari yang lainnya"Bisik hendra membuat wajah Lidya memerah.
"Semalam? bukannya kalian sudah janji bahwa akan menuruti permintaanku selama satu hari? Aku ingin mandi bersamamu itu permintaanku jadi kamu harus mau" Hendra menggendong tubuh Lidya ke Bathtub
"Hendra.... tapi ini masih sakit" Lidya merintih saat merasakan bagian bawahnya sakit.
"Aku tidak akan melakukannya, hanya saja ingin memainkan kedua gunung milikmu" Hendra berbisik kemudian menggigit kecil telinga lidya
"Aw, sakit mmmh" Lidya meraskan telinganya di gigit oleh hendra kemudian juga merasakan bahwa gunung kembarnya di remas oleh kedua tangan Hendra membuatnya mengeluarkan suara yang membuat hormon pria naik
"jangan membuat suara seperti itu, jika tidak aku akan memakanmu" Hendra kembali membisikkan sesuatu membuat lidya membekap mulutnya dengan kedua tangan miliknya,
"Kemana Ana seorang?" Hendra bertanya
__ADS_1
"Ana sudah pergi sejak pagi, katanya ingin mempersiapkan kado untuk wali kota emhhh.... Aku aku tidak dapat menahanya"
"Itu tergantung dirimu,jika sekali lagi aku mendengarnya kamu akan tahu apa yang akan aku lakukan" Hendra membohongi Lidya agar Melihat wajah Lidya yang sedang menahan rasa nikmat pada kedua gunung kembar miliknya.
"Berhenti hendra, aku tidak tahan" Lidya berusaha melepaskan Tangan hendra tetapi itu tidak bisa, tenanganya kalah dengan Hendra, bagaimanapun hendra adalah laki-laki yang sudah mempunyai kekuatan, jika saja Lidya sebelumnya bertarung ketika Hendra tidak memiliki sistem, bisa saja dia memenangkan pertarungan melawan hendra, tapi dengan kepribadian hendra sekarang itu sangat sulit untuknya melepaskan diri dari hendra bahkan kesempatannya hanya 0,1% untuk lepas.
"Baiklah baiklah, aku hanya ingin melihat wajahmu yang imut itu" Hendra kemudian melepaskan Lidya, setelah itu dirinya berdiri kemudian melepaskan pakaiannya.
"Apa yang kamu lakukan, katanya tidak akan melakukan itu" Lidya panik saat Hendra melepaskan semua pakaian yang di pakaiannya.
"Aku hanya ingin mandi bersamamu, lagi pula tidak akan ada yang terjadi"Hendra berjalan ke Bathtub dan duduk di sana.
"kenapa hanya berdiri, cepat ke sini" Hendra menyuruh Lidya untuk berjalan ke arah Hendra.
"Tapi....." Lidya tidak dapat berjalan, melihatnya saja dia masih teringat dengan kejadian malam hari itu.
"Aku janji tidak akan melakukan apapun kepadamu" Hendra sudah berjanji pada Lidya agar lidya berani untuk melangkah.
"baiklah" Lidya akhirnya berjalan ke arah Hendra, dirinya tidak lepas dari pandangan sang pendekar milik hendra, dia selalu melirik untuk memastikan bahwa hendra tidak akan melakukan hal itu.
"Kenapa? Apa kamu menginginkannya?" Hendra memperhatikan lidya terus menerus memandangi batang miliknya.
"Tidak, aku hanya masih takut kepada milikmu" Ucap Lidya kemudian naik ke atas Bathtub
Hendra menarik tangan Lidya dan mendudukkannya di pahanya dan menghadap dirinya.
"Hendra..... tapi benda milikmu terus menerus menusuk bagian belakangku" Lidya tidak enak ketika batang milik hendra menusuk bagian belakangnya.
"Tidak apa-apa, itu juga tidak mungkin masuk kedalam, kenapa kamu sangat takut padaku" Hendra mengelus kepala Lidya
__ADS_1
"Siapa yang takut kepadamu, aku hanya takut kepada yang di bawah kamu itu, dia sangat ganas ketika bermain" Lidya menunjuk ke bawah sambil melihat bentuk batang hendra.
"Hei, jangan selalu melihat ke bawah, nanti milikmu juga akan merasakannya kembali" Hendra memegang kepala Lidya kemudian menegakannya ke arah wajahnya