
"Saya beli di pinggir jalan sana." Greg berbicara menunjuk jendela yang memperlihatkan beberapa pedagang kaki lima.
"Ohhh, aku tidak pernah membelinya sebelumnya karena orang bilang makanan yang di jalanan itu tidak sehat, tetapi setelah ku coba ternyata tidak seburuk itu" Alisa menyantap makanan itu dengan lahap dan menghabiskannya.
"Tak semua makanan yang di beli Di pinggir jalan itu tidak sehat, semua tergantung orang yang menjualnya, bahkan bisa saja makanan yang di restoran itu juga tidak sehat" Hendra berjalan ke arah mereka semua.
"kapan kamu datang?" Layla bertanya dengan Terkejut saat Hendra berbicara, semuanya ingin menanyakan hal itu tetapi sudah di wakilkan oleh Layla.
"Kalian terlalu fokus makan, jadi tidak mendengar aku membuka pintu" Duduk di tempat sebelumnya Hendra mengambil satu makanan yang tersisa, Sebelumnya Greg membeli lebih makanan untuk yang belum kenyang.
"Drttt" Tiba-tiba Handphone hendra berdering menandakan pesan masuk
Anda telah bergabung dengan Grup Panti asuhan.
"Siapa yang baru saja bergabung?" Beberapa orang bertanya tidak mengetahui siapa yang masuk dan memasukan Hendra.
"Hei Aji, siapa yang kamu masukan itu?" Tanya beberapa orang yang ingin tahu.
"Dialah orang yang kalian inginkan, Hendra si pria yang pintar dan tampan" Orang yang bernama aji itu mengatakan dengan emot tertawa.
"Apa yang kamu maksud adalah Hendra? Jika betul Tolong katakan sesuatu"
"Ya benar, aku tidak sabar ingin melihat wajah tampannya"
"Aku juga tidak sabar ingin melihatnya" Beberapa wanita di sana mengatakan apa yang mereka ingin.
"Ehm, Hendra apakah kamu sudah membeli sesuatu dari kepintaran yang kamu miliki, aku ingin melihat apa saja yang kamu dapatkan, pasti lebih baik dariku yang hanya memiliki mobil Toyota Avanza" Aji memasukkan Hendra hanya untuk memamerkan sesuatu dengan merendahkan dirinya.
"Apa! apakah benar yang kamu katakan kamu membeli Toyota Avanza?" Satu orang bertanya dengan Terkejut.
"Ya, pastinya Hendra memiliki lebih dariku, bukankah begitu Hendra" Aji membuat keributan di grup itu membuat beberapa pesan yang tak bisa Hendra baca semuanya.
__ADS_1
"Eh bukankah lelang amal yang akan di adakan di panti asuhan milik kita akan di mulai 7 hari lagi? kita akan bertemu di sana dan melihat apakah yang di katakan si aji itu benar"
"Benar, aku tidak sabar ingin melihat kalian semua" Aji berkata memperlihatkan senyuman dari wajahnya.
"Aku akan ke sana jika ada waktu" Hendra berkata dan mematikan handphone miliknya.
"Ck,memangnya kamu orang yang memiliki bisnis Puluhan berbicara seperti itu" Aji berdecak dengan kesal melihat Hendra mengirim Pesan dalam grup.
"ah, bahkan aku lupa wajah mereka semua" Hendra sebenarnya tidak sabar ingin segera bertemu beberapa kawan lamanya
Sebenarnya Aji adalah teman yang paling dekat dengan Hendra, tetapi dia sangat membencinya dan mendekati hendra hanya untuk menarik perhatian wanita, berbeda dengan Hendra, dia sudah menganggap Aji sebagai saudaranya walaupun dia tidak mengetahui kenapa sikap aji berubah saat ini.
"Kemampuan Dewa musik, apa yang di maksud sistem dan lagi apakah aku dapat melakukan sesuatu yang dapat menggemparkan dunia musik?" Hendra mulai memikirkan hal yang membuatnya senang, Bernyanyi dengan gembira di atas penggemar.
"Aku akan mencobanya, jika memang benar dapat menciptakan musik dan bermain dengan gitar itu sangat menakjubkan" Hendra mulai Memejamkan matanya dan mulai berkhayal serta membuat musik dalam khayalan itu.
"Berhasil, tetapi aku lupa kembali apa liriknya" Hendra bernyanyi dalam hatinya tetapi dirinya lupa kembali apa yang dia nyanyikan sebelumnya.
"ah sudahlah, aku akan memikirkannya di rumah nanti, eh...." Hendra baru teringat jika Greg harus melatih beberapa anak buahnya dan juga dirinya harus membuat perusahaan
"Greg, kenapa kamu tidak melatih robi?" Hendra melihat ke arah Greg
"Bukankah bos tidak menyuruhku dan menyuruhku untuk menjaga mereka?" Greg berdiri saat Hendra berbicara.
"Sudahlah, memang semuanya salahku, sekarang kamu dapat kembali, dan juga jangan lupa suruh 2-3 anak buahmu untuk datang ke sini" Hendra tidak bisa menyalahkan greg, dia kemudian menyuruh Greg untuk kembali
"baik bos" Greg berjalan dengan santainya meninggalkan ruangan itu.
selang beberapa Jam 3 orang datang ke dalam kamar rumah sakit yang di tempati Alisa.
"Ha...halo bos besar, apakah ada sesuatu yang anda butuhkah" ke tiganya berkata dengan napas yang tidak stabil.
__ADS_1
"kenapa kalian seperti orang yang sedang di kejar-kejar setan?" Hendra melihat mereka yang terengah-engah untuk bernapas, bertanya dengan mengerutkan keningnya.
"Tidak apa-apa, hanya saja kami terburu-buru untuk datang ke sini karena berlari sangat jauh Hos...Hos...Hos..." Satu orang berbicara mewakili ke duanya.
"Baiklah, kalian hanya perlu menjaga mereka, aku akan keluar sebentar" Hendra masih khawatir dengan Alisa dan yang lainnya, dia sebelumnya tidak memikirkan hal yang lain ketika memprovokasi seseorang
"Baik, kami akan menjaga mereka" Dengan suara keras Salah satu pria itu berbicara dengan semangat.
"Kecilkan suaramu itu" Orang di sebelahnya berbicara sambil memukul mulut pria yang sebelumnya berteriak.
"Baik, habisnya aku sangat senang karena hanya mendapatkan tugas untuk menjaga, jika saja harus berlatih seperti beberapa hari sebelumya bisa-bisa badanku patah oleh bos Greg"
Semua wanita hendra tidak mengatakan sesuatu, mereka hanya diam dan memainkan Handphone masing-masing.
Hendra keluar dan mengendarai mobil miliknya.
"Ckckck, apakah ini kemampuan yang di berikan sistem? ini sangat bagus" disaat hendra memegang stir mobil, beberapa kemampuan yang sudah di berikan sistem mengalir dengan cepat.
"Aku akan membicarakan hal ini kepada Chen Bai, semoga saja dia tidak keberatan sehingga aku bisa lebih cepat membuat perusahaan itu" melaju dengan cepat dia tidak tahu jika dirinya sedang di intai oleh Emi yang sebelumnya mengejar dirinya.
"Aku harus menangkapmu kali ini" Berlari ke arah Mobil, Emi sangat kesal karena sebelumnya dirinya di marahi oleh ayahnya yang seorang jendral.
"Jika kali ini aku gagal menangkapmu, aku akan mundur dari pekerjaanku yang sekarang" Emi tidak takut jika dirinya mengalami kecelakaan, Menginjak Pedal gas sangat dalam dan membunyikan Sirine polisi
Hendra mendengar bunyi sirine dia memperlambat lajunya, setelah hampir dekat dengan Mobil polisi dia kembali mempercepat laju mobilnya.
"Hahaha, ini sangat menyenangkan" Hendra Tak lagi Bosan, dia melakukan Zig Zag dengan Mobil yang di tumpanginya.
"Bodoh, apa yang kau lakukan"
"Bocah yang tak tahu diri, sebaiknya kamu menyesalinya sebelum kematian itu tiba"
__ADS_1
Beberapa orang memaki saat Hendra melakukan Zig Zag yang membuat pengendara lain celaka