SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Pesta Ulang tahun [4]


__ADS_3

"Tapi.... setelah hari ini akhirnya aku menemukannya, terima kasih telah menemukannya dan memberikannya padaku, siapa namamu" Chen Bai bertanya kepada hendra dengan air mata yang masih mengalir.


"He....hendra wijaya" Hendra menjawab dengan gugup.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi yah aku sudah tua jadi punya penyakit yang membuatku lupa dengan apa yang telah aku temui dan aku lakukan, tetapi tidak dengan kedua orang tuaku dan orang yang aku sayangi"


'hmmm, aku juga sepertinya pernah melihatnya, tapi lupa apa aku juga memiliki penyakit yang membuatku lupa'


"Baiklah, karena acaranya telah dimulai, maka kalian bebas untuk melakukan apapun, anak muda kamu ikut denganku"


"Tapi....." Hendra ingin menolak karena masih bersama dengan Alisa dan Ana, dia melirik ke belakang dan melihat kedua wanitanya menganggukkan kepala.


'Apa maksudnya itu? aku tidak tahu"' Hendra tidak mengetahui apa yang di disyaratkan Alisa dan Ana.


'Apa mereka mengijinkan aku untuk pergi bersama tuan Bai? tapi apakah mereka akan baik-baik Saja? Oh Ya bukankah ada Chen Yu, aku akan meminta bantuannya agar menjaga mereka, walaupun ini adalah pesta wali kota, tapi bisa saja Ryan menusuknya dari belakang" Hendra masih memikirkan keadaan wanitanya, dia takutnya akan terjadi apa-apa jika dia tidak sedang berada di sisinya.


"Chen Yu, bisakah kamu menemani kedua wanitaku, takutnya ada seorang yang berniat jahat kepada mereka" Hendra meminta Chen Yu untuk menjaga Alisa dan Ana.


"Baiklah, kamu segera pergi ke ruangan papahku, dia tidak suka menunggu" Chen Yu kemudian melangkahkan kakinya ke bawah.


"Tunggu, aku tidak mengetahui dimana ruangan tuan Bai, bisakah kamu memerintahkan orang untuk mengantarkanku" Hendra menghentikan Chen Yu yang sedang berjalan.


"Chen Yang, kamu antar Temanku ini, dia memiliki urusan dengan papah, ingat antarkan dia ke ruangan papah"


"Baik" Chen Yang dengan semangat menarik tangan Hendra.


[target terdeteksi]


Nama : Chen Yang

__ADS_1


umur : 17 Tahun


pekerjaan : tidak ada


nilai rata rata : 92%


ketertarikan : -40%


"apa-apaan, bukannya dia masih berusia 12 tahun tahun? Kenapa dari datanya dia sudah berusia 17 tahun?tapi di lihat dari gunung kembarnya memang seperti sudah dewasa, tapi tingginya hanya sekitar 130 cm dan lebih heran lagi kenapa wajahnya juga seperti berumur 13 tahun" Hendra mengira Chen Yang masih berusia 12 tahun karena tinggi Chen Yang seperti anak yang masih berusia 12 tahun.


"Kak sebelah sini" Chen Yang menarik tangan Hendra, Hendra yang tidak mengetahui jalannya dia hanya menuruti Chen Yang.


"Apa kakak sudah mempunyai pacar?" Chen Yang bertanya dengan berani.


"Sudah" Jawab Hendra


Chen Yang yang mendengar bahwa hendra sudah mempunyai pacar wajahnya cemberut, sebelumnya dia ingin hendra untuk menjadi kekasihnya jika hendra masih jomblo.


"Tidak bisa, kamu masih kecil" Hendra mengelus kepala Chen Yang.


"Kenapa semua orang mengejekku sebagai orang yang masih kecil, padahal aku sudah besar" Chen Yang kesal dengan sebutan Kecil, dirinya tidak mau dipanggil sebagai orang yang masih kecil, padahal dirinya sudah berada di sekolah menengah(SMK)


"Gadis ini terlalu blak-blakan, apakah jika aku sebelumnya menyetujuinya dia akan memberitahukannya kepada siapapun bahkan kepada ayahnya?"


"dan lagi bukannya dia membenciku? Kenapa sepertinya tidak begitu? Apa sistem sedang mengerjaiku?" Hendra heran dengan data Chen Yang, padahal Chen Yang membenci hendra tapi kenapa seperti orang yang ingin menjadi pacarnya


"Ruang bawah? Apa ruangan tuan Bai berada di sini? ternyata Tuan Bai tidak menyukai pemandangan malam yang di penuhi gedung-Gedung mewah dan beberapa mobil yang lewat"


Hendra heran dengan Chen Bai, seorang bangsawan yang sangat kaya di kota serang tetapi tidak seperti orang kaya yang lain, yang ingin melihat pemandangan-pemandangan indah dengan ruangan pribadi berada di lantai atas.

__ADS_1


"Kamu bisa pergi, terima kasih telah mengantarkanku" Hendra yang sudah sampai di ruangan Wali Kota menyuruh Chen Yang untuk pergi.


"Sama-sama, jika kita berjodoh mungkin akan bertemu kembali" Chen Yu pergi setelah mengantarkan hendra.


Tok Tok Tok


Sebelum hendra memasuki ruangan Wali Kota Chen Bai dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Masuk" suara keras terdengar dari dalam, walaupun Chen Bai sudah tua tetapi dia adalah pecinta beladiri, bahkan bila Chen Gu bertarung dengannya mungkin akan kalah hanya dengan beberapa detik.


Hendra membuka pintu tesebut, setelah dia masuk Hendra melangkahkan kaki dengan wajah yang tegang.


"a...apa ini, kenapa tubuhku menjadi tegang, perasaan yang tidak enak muncul? bahkan kakiku tidak dapat di gerakan seperti biasanya" Hendra tidak tahu kenapa dirinya bisa seperti itu, dia tidak mengetahui apa yang dia rasakan sekarang, tapi dirinya memiliki kekhawatiran saat berhadapan dengan Chen Bai.


[Tuan harus berhati-hati, ini merupakan aura seorang master beladiri, jika anda berbicara sembarangan dan membuatnya marah mungkin hanya perlu sentuhan saja untuk membunuh tuan]


"Aura master beladiri? Apa ada hal seperti itu juga? Aku tidak pernah mengetahuinya"


[Aura Master beladiri dapat di gunakan ketika tuan mencapai Master beladiri, jika tidak Tuan tidak akan mengeluarkannya]


"Cih, seorang yang sangat sombong, jika Bukan karena ingin mengejek kak Chen Yu aku juga tidak akan melakukannya" Chen Yang mencibir ketika dia pergi.


"Apa kalian benar wanita hendra?" Chen Yu yang tidak mempercayai ucapan Hendra segera bertanya kepada Ana dan Alisa tentang kebenarannya.


"Benar, apa kamu juga ingin menjadi salah satunya?" Alisa tersenyum menanggapi ucapan Chen Yu.


"Ti....tidak Aku tidak mau, percuma saja memiliki wanita sebanyak mungkin dan lagi kalian cantik-cantik tapi tidak bisa memuaskan semuanya"


"Apa kamu mengejeknya? Aku tidak berpikir kamu sampai berpikir seperti itu, tapi Hendra tidak seperti itu, bahkan dia mampu melakukannya dengan 4 wanita"

__ADS_1


"Cih, aku tahu kalian bersekongkol, aku tidak akan terjebak kedalam permainan kalian"


Sebelum hendra memiliki sistem dia tidak pernah berpikir akan memiliki wanita sebanyak mungkin, tapi sekarang dia sudah merasakan bahwa itu menyenangkan, dan lagi sebelum dia mendapatkan sistem Hendra hanya seorang yang pekerja paruh waktu, setelah sepulang 2 hari dia kuliah dan 5 harinya libur, jadi dia meluangkan waktu 5 hari itu untuk bekerja, dan jika masih kurang dia akan berkerja selama 7 hari setelah pulang kuliah. Jika dia ingin melakukan sesuatu hanya dirinya sendiri yang melakukannya, tidak ada tetangga ataupun saudara yang membantunya.


__ADS_2