SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Tempat duduk


__ADS_3

"apa kamu kesini untuk berangkat bersama?" Tanya Layla


"Aku kesini untuk melihat hendra, semalam dia terluka karena terkena tembakan, dan juga untui berangkat bersama" ucap Lidya


"ternyata itu benar, tapi kenapa dia bisa sembuh dalam sekejap?" Ucap Layla bertanya dalam hatinya


"ini sudah hampir siang, apa kita hanya akan berdiri di sini?" Ucap Hendra yang sudah kesal terlalu lama berdiri


"ah iya aku lupa bahwa kita akan berangkat sekolah" ucap Layla


"kalau begitu ayo, kenapa diam saja" ucap Lidya menarik tangan Hendra


"Hei kalian tunggu, aku belum mengunci pintunya" ucap Layla buru buru mengunci pintu


"Sudah ayo kita berangkat" ucap Layla kemudian memeluk tangan Hendra


"layla kamu duduk di belakang ya" ucap Lidya yang sudah duduk di depan


"Apa-apaan tidak bisa, aku yang akan duduk di depan" ucap Layla kemudian masuk ke kursi depan


"Tidak bisa, bukankah kamu sudah bersama Hendra selama 1 hari penuh semalam, gantian dong" ucap Lidya menarik tangan Layla


"Baiklah aku akan mengalah hari ini, tapi hari esok mungkin aku tidak akan menyerahkan kursi depan" ucap Layla kemudian duduk di belakang


"mendesing" hendra menyalakan mesin mobilnya


jalan raya


"Hendra apa aku cantik hari ini" ucap Lidya melirik Hendra


"Em i..iya Kamu cantik" ucap Hendra


"Aku juga cantik bukan hendra" ucap Layla


"iya iya cantik kamu juga cantik" ucap Hendra


"Bukankah pakaian ini bagus" ucap Lidya


"Bagus" jawab Hendra


"pakaianku juga bukan" ucap Layla


"Bagus semua yang kalian pakai bagus" ucap Hendra yang sudah kesal menjawab pertanyaan mereka


"Apa bulu mata ini juga cantik" ucap Lidya mendekatkan wajahnya


"Ugh i....iya cantik" jawab Hendra


"cup, terima kasih" ucap Lidya mencium Mulut Hendra


"Hei lidya kau curang" teriak Layla yang melihat Lidya mencium hendra


"Sudahlah kalian jangan ribut terus" ucap Hendra


"Ta..tapi dia mencium dirimu huhuhu" ucap Layla


"Aku ingin segera masuk kelas rasanya" ucap Hendra lalu menambahkan kecepatan mobilnya


Beberapa saat kemudian

__ADS_1


"ah akhirnya sampai juga" ucap Hendra keluar


"Hei, miskin kamu hanya mampu membeli mobil seperti ini, lihatlah pacarku memiliki Lamborghini yang sangat mahal" ucap Ririn tiba tiba


"Apa dia yang kamu maksud sayang yang telah menampar wajahmu?" Tanya Pria gemuk


"Benar dia, aku sangat ingin membunuhnya hari ini" ucap Ririn


"Hei kau, jangan sentuh lagi bahkan sampai menamparnya, jika tidak aku akan membunuhmu" ucap Pacar ririn


"cih pria yang miskin, memangnya kamu dapat memiliki wanita secantik ini, beraninya dirimu menamparnya" ujar Pacar ririn bernama Yadi


"A...apa, dia menampar Ririn? Bukankah itu sangat kejam menampar seorang wanita?"


"Benar, aku saja tidak pernah menampar seorang wanita"


"mungkin dia hanya berani kepada seorang wanita"


Semua orang melihat hendra dengan tajam.


"Wuah, bukankah itu mobil mercedes benz AMG-GT yang harganya berapa aku lupa"


"Lihatlah mobilnya, dia memiliki mobil yang sangat mahal, bahkan harganya 3 Miliyar"


"Apa kamu tidak melihat mobil apa yang di kendari pacarnya ririn, itu mobil Lamborghini Aventador harganya 6-8 Miliyar, bukankah harganya sudah berbanding jauh"


"Kamu benar, aku tidak melihatnya tadi, ternyata itu Lamborgini Aventador"


Semua orang heboh karena melihat Lamborgini


"Kreek" Lidya membuka pintu mobil


"Kamu benar, apakah dia akan berpaling kepada pacarnya Ririn dan meninggalkan si bajingan hendra itu"


"mungkin saja, lihat lah mobilnya sudah 2X lipat lebih mahal milik pacar ririn"


"Kreek" Layla membuka Pintu


"Apa apaan, ternyata ada juga kecantikan no 2 dan berangkat bersama dengan dia juga, bagaiamana dia bisa memiliki keduanya? Apa itu keajaiban atau bakat"


"bakat apanya, wajah dia tampan bakat dari mananya"


"Kamu benar dia memiliki wajah yang tampan dan juga mobil yang bagus, itu tidak sebanding dengan pacarnya ririn"


"walau begitu aku hanya ingin memiliki uang karena memiliki uang sama dengan memiliki kekuasaan"


"Benar"


"Kenapa berkumpul di sini? ayo kita masuk" ucap


"Siapa mereka berdua?" bisik Yadi


"Itu mungkin temannya si pria brengsek" ucap Ririn


"Siapa namanya?" Tanya Yadi kembali


"Lidya dan Layla" jawab Ririn


"Halo, kenalkan nama saya Yadi" ucap Yadi mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Lidya" Ucap Layla mengulurkan tangannya kemudian segera melepaskannya


"Layla" ucap Layla


"Apa kalian mau berkencan denganku" ucap Yadi dengan percaya diri


"Jangan macam macam, mereka pacarku" ucap Hendra dengan tatapan membunuh


"ah oh maaf kalau begitu bisakah memberikan nomor teleponnya" ucap Yadi


"mau nomor telepon nih biar aku catatkan" ucap Hendra kemudian memberikan nomor teleponnya


"sudah" ucap Hendra lalu memberikan ponsel milik Yadi


"Hehehe, walaupun sudah memiliki pacar tapi mungkin mereka tertarik dengan wajah tampanku" batin Yadi


"Sudah bel masuk, aku masuk duluan" ucap Lidya kemudian berjalan


"Ayo kita masuk" ucap Layla yang kelasnya bersebelahan dengan hendra


"Akhirnya pulang juga" ucap Hendra kemudian Keluar


"Eh kemana si robi, biasanya nongkrong di depan sini, tapi dia tidak kelihatan selama jam pertama dan ketika istirahat, bahkan aku pulangpun tidak ada, apa dia tidak masuk?" Ucap Hendra heran


"Ayo kita pulang" ucap Layla memeluk dari belakang


"Ah iya" jawab Hendra kemudian berjalan dengan tangan di peluk oleh Layla


"Apa kamu juga akan ikut?" Tanya Layla kepada lidya yang sudah menunggu di depan mobil hendra


"Ya, mobil ku masih ada di rumah hendra" jawab Lidya


"kalau begitu kita berganti, aku yang akan duduk di depan" ucap Layla masuk


"Tidak bisa, kamu sudah tinggal bersama Hendra, apakah duduk juga akan bersama Hendra ini tempatku minggir" ucap Lidya menarik tangan Layla


"Tidak mau, kamu saja duduk di belakang" ucap Layla yang menahan tubuhnya


"Tidak di belakang tidak enak" ucap Lidya


"Hei sudahlah kalian saja yang menyetir, aku yang akan duduk di belakang" ucap Hendra


"Oh ya Layla kamu saja yang nyetir, aku akan duduk di belakang" ucap Lidya kemudian melepaskan tangannya


"Aku tidak bisa menyetir, kalau begitu lidya yang akan membawa mobilnya" ucap Layla


"Aku tidak mau" jawab Lidya memeluk tangan Hendra


"kalau begitu terpaksa duduk di depan semuanya" ucap Hendra yang tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya


"baik" ucap layla keluar dari mobil


"baik" ucap Lidya kemudian keluar lalu masuk kembali ke pintu depan


"Aku yang akan duduk di tengah" ucap Lidya


"Aku, di tengah itukan sangat kecil tempatnya dan juga bokong milikmu besar itu tidak akan muat" ucap Layla


"kamu bilang bokongku besar, lihat lah punya dirimu juga besar" ucap Lidya

__ADS_1


"Tidak bisa aku yang akan duduk di tengah" ucap Layla


__ADS_2