SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Lidya


__ADS_3

"A...aku lupa, kalau begitu harus kuat" Layla memaksakan diri untuk tidak kalah dan duduk kembali.


"Lihat aku tidak apa apa, ayo kita lanjutkan selama 5-7 Jam lagi" Ucap Layla yang saling berhadapan dengan hendra


Layla mendorong hendra


"Mau apa?" Tanya Hendra yang menuruti keinginan layla


"Aku yang akan melalukannya" Layla ingin dirinya yang bermain


"ck Kamu ini, padahal sudah tidak sanggup tapi tetap saja memaksa, lebih baik tidur saja aku tahu kamu sudah lelah" hendra berdecak sambil menasehati layla dengan lembut.


"Tidak, aku tidak ingin kalah" Layla tetap bertekad untuk mengalahkan Hendra


"Aku tidak akan kalah soal bermain, tapi jika kamu tetap memaksa aku tidak akan melarangnya" Ucap Hendra


"kalau begitu biar aku tunjukan kekuatanku" Layla duduk di atas tubuh Hendra


"Apa itu termasuk posisi juga?" Alisa bertanya kepada Lidya


"ehm.... I...iya" Jawab Lidya


"Kamu sedang apa? Kenapa seperti itu wajahmu?" Alisa heran kenapa Lidya memasukkan tangannya ke dalam celananya dan melihat wajah Lidya dengan aneh.


"A...aku sudah sangat menginginkannya, bisakah kamu membantuku?" Lidya sudah tidak tahan karena melihat hendra bermain dengan Layla dan terpaksa menggunakan tangannya untuk memuaskan nafsunya.


"Apa itu tidak menyakitkan? Lalu apa yang harus aku bantu?" Alisa bertanya terus menerus sampai dirinya mengerti apa yang di ucapkan Lidya


"Aku tidak mau, kamu saja yang melakukannya bukankah itu menjijikan, bagaimana jika hendra tidak ingin bermain dengab kita jika kita melakukan hal itu?" Ucap Alisa


"A...apakah begitu, tapi Hendra tidak mungkin tidak menyukaiku kan, tidak mungkin aku tahu dia tidak mungkin begitu jadi aku tidak perlu khawatir" Lidya merasa tenang ketika kekhawatirannya hilang


"Aku kan hanya berbicara mungkin saja, bukan bilang bahwa hendra akan meninggalkan kamu"


"Sudah sudah aku tidak peduli, kamu jangan menakutiku seperti itu" Lidya tak mempedulikan ucapan Alisa dan terus bermain dengan tangannya


"A...aku akan keluar" Layla keluar ke 4 kalinya bersama Hendra dan dia menyerah setelah bermain 2 jam


"Huh, katanya bisa bermain 5-7 Jam tapi yah sudahlah" Hendra menggendong tubuh Layla yang sudah kelelahan akibat memaksakan diri dan membaringkannya


"Aku selanjutnya" Lidya berlari ke hadapan hendra


[Selamat tuan telah mencapai ketertarikan 100% dan mendapatkan hadiah random, silahkan cek penyimpanan sistem]

__ADS_1


[Selamat tuan telah mendapatkan poin sistem]


[Selamat poin sistem tuan telah di potong -1 sisa 0]


"Cih selamat apanya, oh ya kenapa suaramu berbeda dari sebelumnya?" Tanya Hendra meraskan ada keanehan tentang sistemnya pertama sikapnya yang tiba tiba marah kedua suaranya yang seperti wanita.


[Ketika Tuan menyelesaikan misi sistem bisa saja berubah dan juga dapat terlihat bahkan dia sentuh]


"Apa sistem dapat berwujud manusia?" Hendra bertanya kembali dalam hatinya


[Bisa Jika misinya sudah berada di tingkat tinggi]


"Apa berwujud wanita yang sangat cantik?" Hendra memikirkan bagaiamana jika sistem ini adalah dewi yang di kutuk akibat kesalahannya dan memikirkan wajah dan tubuh sistem.


[Jangan memikirkan hal aneh aneh, jika tidak aku akan membunuhmu]


"Se...sepertinya perkiraanku benar, apakah begitu sistem?" Tanya Hendra terapi tak di tanggapi oleh sistemnya.


"Hendra, hei Kenapa melamun?" Lidya memanggil hendra dari tadi tetapi tidak ada balasan dari hendra


"Ah apa? kenapa? Apa terjadi sesuatu?" Hendra bertanya dengan wajah bingung


"Apa ketika aku melakukan pertanyaan kepada sistem akan tidak merasakan apa apa dan tidak mendengar ucapan orang lain?" pikir hendra


"Tapi mereka sudah pernah satu kali, jadi tidak akan sakit" Hendra memberi tahu Lidya bahwa jika pertama kali melakukannya akan sakit.


"Tidak apa apa, toh nanti juga akan nikmat, aku sudah mengetahuinya"


"Cup" Hendra yang sudah mendapatkan persetujuan dari lidya dia dengan cepat mencium bibir Lidya


"Uhm" Lidya mengeluarkan suara membuat hendra semakin ganas.


"Apa harus berciuman terlebih dahulu untuk melakukannya?" Alisa penasaran ketika melihat hendra sebelum melakukan hubungan di awali dengan mencium wanitanya.


"Nnh.... mmmmh" Lidya mendesah menikmati sentuhan demi sentuhan jari hendra.


Setelah puas hendra melepaskan semua pakaian hingga tak menyisakan satu helai pakaian yang tertinggal.


"Emh" Lidya kembali mendesah meraskan hendra meremas Gunung kembar miliknya sebelum membuka ****** ********.


"Punyamu sudah sangat basah" Hendra melihat bahwa Gao milik Lidya sudah di banjir oleh cairan miliknya sendiri.


setelah membuka semua pakaian Lidya, Hendra memainkan gunung kembar lidya dengan lidahnya

__ADS_1


"Ahn... he...hendra bi...Bisakah Jangan memainkannya dengan li...lidahmu" Lidya tidak dapat menahan suaranya membuat ruangan itu dipenuhi suara yang membuat batang menegak.


"Auu iin eikmainya (Aku ingin menikmatinya)" Hendra berbicara dengan Mulut masih menempel di gunung kembar Milik lidya


"mmmh a...aku Tidak bisa menahannya, kamu cepat sedikit ehhhh"


3 menit kemudian


"Uh huh aku sudah tidak tahan kamu cepat ahm" Lidya mendorong kepala hendra agar tidak lagi memainkan gunung miliknya dengan lidah Hendra.


"Baiklah baiklah, aku akan memulainya, tapi milikmu itu sangat kenyal dan besar" bisik hendra membuat wajah Lidya merah padam.


"Kamu... jika ingin aku akan memberikannya padamu"


"Tidak, tidak, aku tidak mau punyaku membesar" Ucap Hendra memelintir benjolan yang berada di gunung kembar lidya


Lidya memiliki rambut berwarna pink dengan panjang sampai sedada, tinggi badan 150 cm dan ukuran dada 34B


Hendra membaringkan Lidya dan hendak memasukkan batang miliknya


"Tu....tunggu dulu" Lidya menghentikan hendra sebelum memasukkannya


"Hum, ada apa? apa ada yang ingin disampaikan?" Tanya Hendra melihat wajah Lidya


"bi...Bisakah kita melakukannya dengan berdiri" Lidya menginginkan hendra melakukan hubungan dengannya dengan posisi berdiri.


"Jika itu maumu" hendra hanya mengikuti ucapan Lidya kemudian turun dari tempat tidur


"Nah sekarang bagaimana?" Hendra bertanya kepada Alisa yang menginginkan posisi berdiri


"sekarang kamu mengangkat satu kaki kiri aku" Lidya memberitahukan hendra


"seperti ini?" Tanya Hendra dengan mengangkat satu kaki lidya


"Ya kemudian kamu memasukkanya" Lidya sudah banyak melihat vidio porn di internet sehingga dia mengetahui cara dan posisi yang dia inginkan.


Hendra mengangkat tubuh Lidya ke arah dinding dan menyebarkannya sehingga mereka tidak akan terjatuh jika tidak seimbang.


"Blesss"


"U.... uarghhh sakit sakit sekali sepertinya aku akan pingsan ah, be....berhenti dulu Hendra ini sangat sakit" Lidya berteriak kesakitan membuat Alisa yang tidak tahu apa apa heran dengan reaksi yang di berikan Lidya.


"Ada apa lidya? Apa itu sakit? atau hendra yang menyakitimu?" Tanya Alisa dengan melangkah mendekat ke arah lidya

__ADS_1


__ADS_2