SKAKMAT

SKAKMAT
Bastian Sakit


__ADS_3

Tidak lama setelah panggilan itu berakhir, tampak Ella dan seorang dokter menuju apartemen Bastian. Melihat itu, Amanda segera mengajak mereka masuk ke kamar pribadi Bastian. Ia kemudian mempersilahkan Dokter untuk memeriksa suaminya


"Apa yang terjadi Amanda. Kenapa ia bisa pingsan begini?" tanya Ella


"Aku juga tidak tahu, saat aku sampai disini, ia langsung memelukku. Tiba-tiba tubuhnya terasa berat, dia pingsan Ella. Aku tidak mengerti apa yang terjadi. Setelah aku meneleponmu aku langsung menyeretnya sekuat tenaga ke kamarnya" jelas Amanda


Dokter itu tampaknya sudah selesai memeriksa keaadan Bastian.


"Bagaimana keadaannya Dok. Apa dia baik-baik saja, kenapa dia?" cecar Amanda pada dokter


"Ia tidak apa-apa Nona. Hanya sedikit kurang istirahat, dan juga kekurangan nutrisi. Sebaiknya ia jangan terlalu banyak minum minuman keras dan jangan sampai telat makan," jelas Dokter

__ADS_1


"Saya akan memberikan beberapa obat untuk mempercepat penyembuhan. Pasien harus memperbanyak istirahat untuk memulihkan tenaganya," imbuh Dokter lagi


"Baik Dokter terimakasih atas bantuan anda. Silahkan, Ella akan mengantar anda," ucap Amanda sopan


Ella mengantarkan dokter itu, sekalian pamit kembali ke apartemennya, membiarkan Amanda sendiri bersama suaminya. Mereka harus memiliki waktu berdua untuk saling mengenal. Siapa tahu semakin sering berinteraksi, cinta akan tumbuh denga sendirinya.


***


Ia kemudian melangkah menuju kamar suaminya, berharap lelaki itu sudah siuman. Namun saat ia membuka pintu, lelaki itu masih saja terbaring lemah. Tidak ada tanda-tanda ia akan terbangun. Baiklah Amanda akan menunggu, mungkin beberapa saat lagi. Tiga puluh menit berlalu, namun tidak ada tanda-tanda suaminya akan bangun. Amanda mulai bosan. Saat ia hendak melangkah keluar, ia mendengar rintihan suaminya. Lelaki itu akhirnya siuman, tampak kondisinya masih cukup lemah


"Aaaah akhirnya kau bangun juga," ucap Amanda sembari menuntun suaminya duduk bersandar di belakang ranjang

__ADS_1


"Kenapa kau ada di kamarku? Dan ada apa denganku?" ujar Bastian bingung.


"Aku mendapatimu pingsan tadi sore. Aku sedikit khawatir, jadi aku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu," jelas Amanda


"Kau masih ingat pulang ternyata. Kenapa kau pulang hah? Tidak ada lagi pria kaya di luar sana yang memberimu uang. Dasar murahan," ujar Bastian marah. Entahlah apa yang ada dipikiran lelaki itu. Saat ia terbangun, ia sedikit lega melihat istrinya menunggunya. Ia juga merasa senang istrinya mengkhawatirkannya. Namun tidak bisa menahan marahnya, ia menjadi seperti ini karena memikir wanita itu. Ia ingin sekali mendengar istrinya minta maaf karena tidak pulang.


"Ck benar-benar tidak tahu terimakasih. Aku menyesal telah menolongmu. Harusnya aku tidak usah berbuat baik pada orang asing," ujar Amanda kecewa. Ia tidak menyangka suaminya berbicara sekasar itu padanya. Ia sebenarnya ingin meluruskan hubungan mereka, walau mereka menikah tanpa cinta, tapi ia ingin mereka sama-sama bertanggung jawab, sebagai sepasang suami istri. Hatinya sedikit sakit, namun ia harus kuat, tidak ada juga yang ia harapkan dari pernikahan ini.


"Aku sudah berkali-kali mengatakan, hati-hati dengan mulutmu. Kau harus ingat aku bisa melakukan apa saja, aku bisa menghancurkanmu dan juga keluargamu. Dan kau juga harus tahu, di rumah ini, hanya ada kau dan aku. Aku bisa saja melakukan sesuatu padamu, berhati-hatilah," ancam Amanda sambil melempar senyum licik pada suaminya.


***

__ADS_1


"Aaaarrrkkkhhhh! Kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku. Dia pasti sangat marah mendengar kata-kataku. Bagaimana ini, bodoh sekali kau Bastian, bodoh!" teriak Bastian merutuki kebodohannya. Saat ia melihat semangkok bubur dan beberapa butir obat yang sudah disiapkan istrinya, hatinya semakin teriris. Ia jahat, ia benar orang jahat. Apa yang di lakukan perempuan itu, apa dia menangis? Ooh ya Tuhan dasar Bastian bodoh


__ADS_2