
Meskipun sepulang kerja tadi hubungan keduanya membaik, namun Bastian masih saja terus kepikiran dengan kejadian yang ia lihat tadi sore. Hingga malam tiba, Bastian masih belum bisa terlelap. Sementara Amanda, tampak begitu menikmati tidurnya saat ini. Sama sekali tidak terganggu dengan Bastian yang sedari tadi bergerak ke kiri dan ke kanak, mencari posisi yang nyaman agar bisa tertidur dengan cepat.
Aaah menyebalkan sekali...! Bagaimana bisa ia tertidur pulas begini. Meninggalkanku dengan ribuan pertanyaan tentang dirinya.
Lalu tanpa perlu berpikir lama-lama, Bastian akhirnya membangunkan istrinya. Menggoyang-goyangkan tubuh Amanda agar wanita itu terbangun. Namun usahanya tidak berarti apa-apa.
Oh astaga, nyenyak sekali dia...! Tidur jenis apa ini. Kalau sampai terjadi gempa, pasti jadi korban, manusia satu ini...!
"Manda, Amanda bangun.....!" ucapnya..
"Hei, bangun.....!" ucapnya lagi sambil menepuk-nepuk pipi istrinya.
Amanda belum bangun juga. Mungkin saja gadis itu, sedang menikmati mimpinya yang indah.
"Hei bangun, ini sudah siang. Kamu terlambat ke kantor....!" ucapnya berbisik di telinga istrinya.
"AMANDA......!!!!!!
Teriakan Bastian sontak berhasil membuat wanita itu terbangun. Kelimpungan mencari sosok suaminya, karena nyawanya yang masih belum terkumpul sepenuhnya.
"Ada apa, Bas....! Kamu mimpi buruk....?" tanyanya dengan napas yang naik turun dengan cepat.
__ADS_1
Bastian menjadi terkekeh geli, menertawakan istrinya. Amanda tampak semakin bingung, bahkan ia mengira, ia juga tengah bermimpi. Namun, tawa suaminya terdengar semakin jelas, bersamaan dengan nyawanya yang hampir terkumpul sepenuhnya. Ia akhirnya sadar, bahwa Bastian ternyata sedang mengganggu tidurnya.
"BHUUUGGGHH......!!!!!" sebuah bantal berhasil mendarat di dada lelaki itu. Sudah dipastikan, itu pasti perbuatan Amanda. Disusul oleh teriakan keras dari wanita
"BASTIAAAAAAANNNNN....!!!!!"
"Kamu ini, bukannya tidur, malah mengganggu orang yang sedang tidur....!"
"Oh ya Tuhan, ini sudah pukul satu dini hari, Bas....!"
"ADUH...!" teriak Bastian mengaduh kesakitan karena Amanda terus saja memukulnya
"STOP MANDA, STOOOOOP...!"
"Apa kamu bilang barusan, aku beruang kutup.....? Dasar kamu, kucing garong ...!" ujar Amanda tidak mau kalah. Ia kemudian memukuli suaminya dengan bantal. Tidak ada lagi kantuk yang tadi menguasainya.
"Aduuh, cukup cukup cukup...! Aku menyerah," ujar Bastian menyudahi kegiatan tidak bermanfaat mereka.
Keduanya lelah, ditandai dengan napas yang memburu. Amanda masih tidak terima dan tidak habis pikir dengan perbuatan suaminya
"Itu tadi maksud kamu apa, mengagetkan aku...?" tanyanya kemudian, setelah detak jantungnya kembali normal.
__ADS_1
"Aku tidak bisa tidur, Manda. Aku terus saja kepikiran dengan apa yang aku lihat sore tadi," jelas Bastian
"Kamu melihat apa tadi sore, penampakan...?" tanya Amanda belum mengerti maksud suaminya
Mendengar itu, Bastian memutar tubuhnya dengan kasar menatap Amanda, di sebelahnya. Gemas disertai rasa kesal, melihat istrinya yang dengan mudahnya lupa dengan permasalahan mereka tadi sore.
"Kamu lupa, atau pura-pura tidak tahu...?" tanya Bastian pernuh selidik
"Heh, maksud kamu apa...? Apa yang aku tahu, jelas-jelas kamu yang kepikiran karena melihat sesuatu,"
"Amanda menyebalkan....!" geramnya
"Hih, dasar aneh. Sudahlah, kamu lebih baik tidur, jangan ganggu aku,"
"Oh iya aku lupa, karena ulahmu malam ini, kamu, aku hukum ya," imbuh Amanda
"Loh, kenapa...?"
"Ya, karena kamu sudah mengganggu tidurku. Aku akan bangun siang besok, jadi tidak ada sarapan besok pagi. Kamu siapin sendiri sarapannya," tutur Amanda, kemudian menenggelamkan dirinya ke dalam selimut. Meninggalkan Bastian yang masih mematung menatap ke arahnya.
"Aaah Manda......! Kamu jahat... kamu jahat pada suami kamu sendiri,"
__ADS_1
"DASAR ISTRI TIRI...."
^^^