
"Keluar kamu dari apartemen saya!" teriak Bastian pada Billy, yang sedang menunggu mereka di ruang tamu
"Bas, maksud kamu apa. Kamu jangan seenaknya mengusir Billy, dia ini teman aku. Aku berhak berteman dengan siapapun, itu bukan urusan kamu," ujar Amanda menahan emosi melihat tingkah aneh suaminya
"Aku tidak bicara sama kamu Manda, aku berbicara sama laki-laki yang sudah lancang berteman denganmu," teriak Bastian lagi
"Bastian, maksud kamu apa. Jangan pikir karena kamu sepupunya, kamu bisa seenaknya mengatur hidupnya. Ingat Bas, kamu itu hanya sepupu, bukan orang tua apalagi suaminya. Kamu tidak punya hak sama sekali," ujar Billy
"Tutup mulutmu, kamu tidak berhak bicara disini. Kamu tidak tahu apa-apa antara aku dan Amanda," ucap Bastian, wajahnya sudah memerah menahan emosi
"Heh, kau itu hanya sepupunya. Jangan melewati batasanmu Bas," ujar Billy lagi
"Kurangajar kamu, memangnya tahu apa kau dengan kehidupan Amanda,hah! Kau ada hubungan apa dengan Amanda" ucap Bastian
__ADS_1
"Aku memang tidak punya hubungan apa-apa dengan dia. Tapi asal kamu tahu, aku mencintai Amanda, aku mencintainya sudah sejak lama. Aku tidak ingin siapapun menyakiti dia termasuk kamu sepupunya sendiri. Kamu itu hanya sepupunya Bas,"
Mendengar itu Bastian dan Amanda, terkejut mendengar ucapan Billy. Amanda tidak menyadari jika Billy menyimpan perasaan padanya. Begitu pula Bastian, ia tidak menyangka ada orang lain yang mencintai istrinya.
"Kenapa kamu diam, hah! Berani kamu menyakiti Amanda, kamu akan berhadapan denganku," ujar Billy kemudian
Bastian sudah tidak bisa lagi, menahan emosinya. Ini benar-benar membuatnya marah. Istrinya, tidak mengakuinya di depan Billy, dan Billy mencintai Amanda.
Apakah Amanda juga mencintai Billy, apakah ini adalah alasan perempuan itu, tidak mengakui hubungan mereka. Ia tidak terima, Amanda adalah istrinya, dan tidak ada yang berhak mendapatkan Amanda selain dirinya. Ia hendak melayangkan pukulan pada Billy, namun Amanda menahannya
"Billy sebaiknya kamu pulang. Aku minta maaf dengan kejadian ini," ucap Amanda kemudian sambil menarik tangan Billy membawanya keluar dari apartemen itu
"Manda, aku tidak mengerti bagaimana bisa kamu memiliki sepupu seperti dia. Seenaknya saja mengatur hidup kamu. Manda sebaiknya kamu keluar saja dari sini. Aku khawatir sama kamu,"
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa Bil, kamu pulanglah. Aku minta maaf sama kejadian ini," ujar Amanda minta maaf
"Kamu yakin, bisa hidup tenang disini Amanda? Kamu kan punya apartemen sendiri, kenapa malah tinggal di tempat sepupumu itu,"
"Bil, aku mohon, ini urusanku. Tolong kamu jangan ikut campur. Sekarang kamu pulanglah, hati-hati dalam perjalanan. Maafkan Billy,"
"Hei kamu tidak salah, yang salah itu dia sepupu kamu,"
"Aku mewakilinya Bil," ujar Amanda berusaha mencairkan suasana
"Ya sudah aku pulang Manda. Jaga dirimu, kabari aku jika ada apa-apa. Oiya tentang pengakuan tadi, itu benar Amanda. Aku mencintaimu, aku sudah jatuh hati padamu sejak lama,"
"Billy ini bukan saat yang tepat untuk membahas itu, sudah pulanglah, jangan membuatku terus dalam masalah,"
__ADS_1
"Maafkan aku Manda, aku membuat masalah hari ini. Tapi aku sungguh mencintaimu, aku harap kamu memikirnya baik-baik," ujar Billy, kemudian berlalu meninggalkan Amanda menuju parkiran apartemen itu.
Amanda masih berdiri menatap punggung pria itu yang perlahan menghilang. Ia tidak menyadari semuanya terjadi begitu cepat. Sejak kapan Billy mencintainya, dan kenapa ia menyadari itu. Tapi sekarang, yang lebih penting adalah bagaimana menghadapi suaminya, bagaimana ia menjelaskan semuanya pada pria itu. Aaah Amanda frustasi, jika ia boleh memilih, ia ingin pingsan saja. Berharap kejadian hari ini adalah mimpi, ayo Manda pingsanlah, pingsanlah😁