
Sejenak keduanya terdiam. Setelah Billy bertanya mengenai Bastian, Amanda memilih untuk diam. Pikirannya tertuju pada sosok Bastian. Lelaki yang sudah menemani hari-harinya belakangan ini. Lelaki yang pernah memintanya untuk memulai pernikahan mereka dengan benar. Lelaki yang bersifat sangat protektif padanya.
Bertanya pada dirinya sendiri, apakah ia memiliki perasaan pada lelaki itu, atau bagaimana sebaliknya. Bila ia pikir-pikir, cinta begitu rumit. Kita hanya akan di beri dua kemungkinan. Bahagia atas cinta yang kita beri, atau mungkin akan menderita atas cinta yang kita peroleh. Kita tidak pernah tahu, bagaimana takdir, menyatukan dua orang berbeda. Berbeda sifat, latar belakang, dan banyak hal lain.
Cinta itu misteri, menjadi rahasia ilahi bagi masing-masing pribadi. Namun satu hal yang pasti, cinta akan menemukan tempat untuknya berlabuh.
"Hei Manda," ucap Billy, sambil melambai-lambaikan tangannya di wajah Amanda
Gadis itu melamun. Hingga beberapa lambaian, ia akhirnya menyadari keberadaannya.
"Kamu melamun?" tanya Billy
"Em, tidak. Hanya sedang memikirkan sesuatu," ujarnya salah tingkah
"Ah sudah malam. Kita akan segera pulang, atau kau akan mengajakku berkeliling lagi?" tanya Amanda kemudian
"Em, kita pulang sebentar lagi ya. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Apa kau tidak keberatan?"
__ADS_1
"Tidak masalah Billy, aku akan menghabiskan sisa waktuku disini bersamamu. Mungkin setelah ini, kita akan jarang bertemu,"
Kalimat itu, terjun bebas dari bibir cantik gadis itu. Tidak sadarkah ia, jika itu membuat hati Billy meringis sedih. Tidak bisakah takdir, membuat kisah cintanya lebih mudah. Ia mencintai gadis itu, sosok yang ia kagumi. Sosok yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang, setiap kali bertatapan dengan mata indah itu. Adakah cinta untuk dirinya?
***
Duduk di taman kota di malam hari, begitu menyenangkan. Suguhan pemandangan yang begitu asri, seolah memanjakan mata setiap pengunjungannya. Di taman ini, setiap harinya akan sangat ramai dengan pengunjungan. Bukan hanya pemuda pemudi, orang tua bahkan segala usia tak jarang menghabiskan malam mereka di tempat itu. Untuk sekedar bermain, bercengkraman ria, atau mungkin untuk merefresh pikiran dari kejenuhan.
Setiap orang yang menyukai keindahan, pasti akan memilih tempat ini. Dihiasi dengan lampu taman warna warni, gemericik air yang begitu indah, atau mungkin lantunan tawa orang tua dan anak kecil, jadi pelengkap keindahan di sana.
"Amanda,---"
"Aku mencintaimu," ucap Billy
"Maksud kamu," imbuh Amanda bingung
"Aku minta maaf, jika aku tidak bisa merangkai kata indah untuk kau dengar Amanda," ujarnya
__ADS_1
"Aku berharap, ungkapan jujur dari hatiku mewakili semua kalimat indah itu,"
"Mungkin terlalu cepat, dan kau belum siap. Namun, aku hanya ingin memastikan hatiku. Memastikan jawaban, untuk hati ini, hati yang lemah saat kau mendekat,"
"Aku tidak memaksamu, memberi jawaban sesuai hatiku. Aku yakin hatimu punya pilihan dan kau berhak memilih,"
Billy bukan lelaki yang bisa merangkai kata dan kalimat, lalu membubuhkan beberapa keindahan. Namun, begitulah ia menyatakan hatinya. Hatinya dengan cinta yang tulus, begitu membuncah, yang akan ia persembahkan untuk wanita yang ia puja. Apapun keputusan Amanda nanti, ia sudah siap. Cinta itu beresiko, dan kau harus sudah yakin, sebelum terjun ke dalamnya
Setelah terdiam beberapa saat, Amanda akhir berbicara. Dengan senyum penuh, ia meraih tangan lelaki itu, menggenggamnya erat
"Terimakasih untuk kejujuranmu padaku Bil. Setiap orang berhak bahagia dengan pilihan hatinya, termasuk dirimu,"
"Aku minta maaf, tidak bisa membalas hatimu. Semoga kau menemukan kebahagiaan Billy, meski itu tidak bersamaku,"
"Aku ingin menjadi temanmu. Tidak akan ada sakit hati, ataupun air mata di dalam persahabatan. Yang ada hanyalah, tawa, dan kebahagiaan," ujar Amanda sambil menepuk pundak lelaki itu
Cinta memang harus memilih, dan Billy harus menerima kenyataan itu. Ia tidak boleh egois, ia tidak mungkin memaksakan hatinya. Bagaimanapun dalam sebuah hubungan, kedua belah pihak harus sama-sama bahagia.
__ADS_1
Semoga kau akan menemukan kebahagiaanmu Billy🤗