SKAKMAT

SKAKMAT
Tour Guide Amanda


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, kini Amanda telah tiba di Kota X. Seluruh keperluannya selama di Kota itu telah di atur sedemikian rupa oleh Ella. Mulai dari tempatnya menginap, dan hal lain.


Tidak butuh waktu lama, ia langsung menuju apartemen, tempat ia menginap. Mengistrahatkan tubuhnya, dan juga pikirannya.


Ia menikmati keindahan kota itu dari tempat ia berada. Ia bisa melihat samar-samar proyek yang sedang ia bangun dari kejauhan. Tampaknya, Billy mengerjakan proyek itu dengan baik.


Dering telepon tiba-tiba membuyarkan lamunannya.


"Hallo Billy, aku sudah tiba disini. Kapan kita akan ke sana?" ujar Amanda antusias. Yang meneleponnya adalah Billy


"Besok kita akan turun lapangan. Hari ini kau beristirahatlah, besok kita akan memulai kegiatan yang cukup melelahkan," imbuh Billy


"Baiklah kalau begitu. Terimakasih atas kerja samanya Billy,"


***


"Tampaknya kau cukup bekerja dengan sangat baik," ucap Amanda.


Kini mereka telah tiba di tempat pembangunan itu. Menikmati kerangka bangunan itu, ia cukup terseyum puas. Meskipun telah sekian lama ia bekerja sama dengan perusahaan Senada Group, namun performa perusahaan itu tidak pernah menurun. Billy seorang pengusaha yang tidak kalah sukses seperti dirinya. Dan lelaki itu, selalu melakukan pekerjaannya dengan penuh perhitungan dan juga tanggung jawab.


"Aku tidak pernah menyesal bekerja sama denganmu Bil. Ini benar-benar luar biasa," ujarnya lagi


"Kau bekerja dengan sangat baik," imbuhnya sambil menepuk pundak lelaki itu


"Terimakasih Amanda. Seperti janjiku padamu, aku akan melakukan yang terbaik, semampu yang aku bisa," jawabnya sambil tersenyum.


Ia dan Billy kemudian berkeliling. Melihat sejauh mana pembangunan itu berjalan. Sambil sesekali Billy menjelaskan sesuatu yang Amanda pertanyakan. Tak jarang ia menyapa para pekerja, atau hanya sekedar basa basi.


"Bagaimana menurutmu semua ini?" tanya Billy

__ADS_1


"Seperti kataku dari awal, kau melakukannya dengan sangat baik. Semoga setelah ini selesai di bangun, hasilnya benar-benar sesuai ekspetasi," imbuh Amanda


Beberapa saat kemudian mereka berdua memilih diam. Entah apa yang dipikirkan oleh keduanya.


"Apa kau akan terus berdiri disini?" ucap Billy memecah keheningan di antara mereka berdua


"Hm, tentu tidak. Apakah kau hanya mengajakku berkeliling di tempat ini saja?" jawab Amanda balik bertanya


"Maksudmu?" imbuh Billy tidak mengerti


"Apa kau hanya menyuguhkan pemandangan kerangka-kerangka bangunan ini padaku?"


"Aku datang jauh-jauh Billy, ayo ajak aku berkeliling kota hari ini," jelas Amanda


"Hahaha, baiklah kalau itu maumu. Aku akan menjadi tour guide untukmu," ujar Billy bersemangat.


***


"Mau makan dulu atau jalan-jalan dulu?" tanya Billy


"Em, ajak aku ke tempat-tempat indah dulu Bil. Aku masih belum lapar, lagi pula hari masih masih sore," tutur Amanda antusias


"Baiklah, aku akan membawamh ke tempat paling menarik disini,"


Setelah cukup lama mereka berkeliling kota, akhirnya Billy mengajak Amanda untuk menikmati makan malam. Memilih restoran yang menyajikan makanan khas kota itu. Billy tahu bahwa gadis itu, memiliki selera makan yang baik.


"Bagaimana, apa kau senang hari ini?" Billy memulai pembicaraan. Sambil menunggu pesanan makan mereka


"Tentu saja Bil, kau adalah tour guide paling baik yang pernah aku kenal," ujar Amanda sambil tertawa

__ADS_1


"Ah benarkah,----"


Bicaranya terhenti saat pesanan mereka telah siap. Tampak pelayan restoran, menyajikan menu makanan yang mereka pesan dengan hati-hati. Sambil tersenyum ia mempersilahkan kedua orang itu, untuk menikmati hidangannya.


"Terimakasih Mba," ucap Amanda, sambil tersenyum


Mereka kemudian menikmati makan malam, sambil sesekali terlibat dalam obrolan-obrolan ringan.


"Amanda, benarkah Bastian itu sepupumu?" tanya Billy


"Ah, iya Billy, benar" jawab Amanda sedikit kaget


"Ada apa, kenapa kau tiba-tiba membahas seperti itu?" tanyanya


"Tidak ada apa-apa,"


"Aku hanya ingin tahu saja. Aku curiga dengan sikapnya yang terlalu protektif padamu,"


"Dia memang sifatnya seperti itu. Ah iya, aku minta maaf ya mengenai kejadian kemarin. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi padanya," ujar Amanda menanggapi


"Apa kau tidak pernah curiga padanya Manda?" tanya Billy


"Maksud kamu?"


"Ya, menurut yang aku perhatikan, tampaknya ia menyukaimu. Dari sikapnya yang protektif, dan dari caranya memandangmu,"


"Kau berpikir terlalu berlebihan Billy, dia hanya sepupuku. Tidak mungkin dia menyukai saudaranya sendiri," jawab Amanda berbohong


Walau ia sempat kaget mendengar omongan Billy, namun ia berhasil bersikap biasa saja. Entah mengapa ia menjadi rindu lelaki itu. Apa yang sedang kau lakukan sekarang Bastian?

__ADS_1


__ADS_2