
Hubungan Bastian dan Amanda dari hari kehari semakin membaik. Amanda sudah memantapkan hatinya, untuk memulai semuanya dengan benar. Walaupun keduanya belum saling mencintai, namun sudah tampak terlihat keduanya berusaha melakukan tanggung jawab masing dengan baik.
Hari ini adalah akhir pekan, Amanda dan Bastian memilih untuk berdiam diri di rumah. Menghabiskan waktu untuk berdiam diri di kamar masing-masing. Tiba-tiba bel apartemen mereka berbunyi. Bastian dan Amanda secara bersamaan melangkah keluar dari kamarnya masing-masing hendak membuka pintu.
"Aaah kau mau buka pintunya juga ya. Ya sudah kamu saja," ujar Amanda mengalah.
Ia memilih untuk duduk santai di sofa ruang tamu mereka.
Bastianpun membuka pintu, tampak seorang lelaki muda seumuran dengan istrinya. Lelaki itu cukup tampan, bertubuh tinggi serta berkulit putih. Bastian bisa menyimpulkan pria ini, bukan pria dari kalangan masyarakat biasa. Berpikir sebentar, menerka-nerka apa tujuan kedatangan pria itu.
Bastian sama sekali tidak mengenal orang itu. Lalu dia mencari siapa? Istrinya? Tidak mungkin, istrinya hanyalah gadis biasa. Tunggu dulu, tapi istrinya kan cantik, bisa jadi ia mencari istrinya. Aaah tidak mungkin, Bastian harus memastikan, siapa pria itu.
"Maaf, anda sedang mencari siapa ya?" tanya Bastian
"Aaah saya Billy, temannya Amanda," ujar Billy memperkenalkan diri.
Bastian cukup kaget mendengar ucapan lelaki itu, ia temannya Amanda? Sejak kapan istrinya yang ia kenal gadis introvert itu memiliki teman, dan itu laki-laki pula. Lamunanya di buyarkan dengan kedatangan istrinya.
__ADS_1
"Siapa Bas yang datang?" ujar Amanda sambil menyentuh pundak suaminya. Ia belum menyadari keberadaan Billy
"Hallo Amanda, ini aku Billy," ujar Billy, menyapa Amanda yang tidak menyadari keberadaannya
"Hallo Billy, maaf aku tidak tahu kalau itu kau. Kau sangat berbeda dengan penampilan santai seperti ini," ujar Amanda tertawa
"Aah benarkah Manda. Apa aku terlihat ganteng?" guraunya
"Ya sepertinya begitu Bil. Ayo masuk Billy, tidak baik menerima tamu di luar," ajak Amanda kemudian
"Bas, kenalin ini Billy teman aku," ujar Amanda memperkenalkan Billy.
Bastian tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Bagaimana tidak, Amanda memperkenalkan dirinya sebagai sepupunya, bukan suaminya. Okelah tidak masalah, lagi pula ketika awal-awal pernikahan, mereka juga tidak baik-baik saja. Tapi sekarangkan sudah berbeda, mereka sudah cukup dekat. Mereka sudah menjadi suami istri yang baik. Kenapa Amanda diam saja, dan tidak berniat untuk meluruskan kesalahpahaman itu.
"Aaah iya Bil, ini Bastian sepupu aku yang aku ceritakan waktu itu. Ia baru pulang dari luar negeri, ada proyek yang ingin dia kerjakan. Ia kan Bas," ujar Amanda harap-harap cemas.
Ia menatap tajam mata Bastian, seolah memohon agar pria itu mengiyakan perkataannya. Tapi sepertinya Bastian tidak setuju dengan itu. Ia menarik tangan Amanda, membawanya menjauh dari ruang tamu
__ADS_1
"Billy sebentar ya, ada yang ingin aku bicaran sama Bastian," ujar Amanda meminta izin agar Billy tidak curiga
***
"Manda, maksud kamu apa? Aku ini suami kamu, bukan sepupu kamu" ucap Bastian dengan nada marah
"Maafkan aku Bas, tapi seluruh teman-teman aku tidak ada yang tahu kalau aku sudah menikah. Jika aku memperkenalkan kamu sebagai suami aku, aku takut mereka berpikir macam-macam tentang aku Bas"
"Lagi pula pernikahan kita tidak ada yang tahukan. Aku tidak ingin mencemarkan nama baik keluarga kamu," jelas Amanda santai
"Amanda, kita sudah berjanji kan untuk memulai semuanya dengan benar. Terlepas dari alasan kita menikah, aku menerima kamu apa adanya. Tapi kenapa kamu tidak mengakui aku sebagai suami kamu. Aku tidak habis pikir dengan kamu,"
"Bas, kenapa malah jadi aku yang kamu salahkan. Bukankah kamu sendiri dulu yang ingin pernikahan kita menjadi rahasia"
"Aku sudah melakukannya Bas, aku sudah mengikuti semua kemauan kamu dengan tidak menyebut kita sudah menikah,"
"Aku kecewa sama kamu Manda, aku pikir dengan semua yang sudah aku lakukan, kamu sudah bisa menerima aku"
__ADS_1
"Aku pikir dengan kita memulai semuanya dengan benar, hubungan kita semakin membaik. Ternyata kamu tidak pernah memahami aku sedikitpun,"
"Bas, Bastian, apa maksudmu?" tanya Amanda tidak mengerti. Ia kemudian mengejar Bastian, yang berjalan menuju ruang tamu.