SKAKMAT

SKAKMAT
Trauma Masa Lalu


__ADS_3

Setelah perdebatan tak berujung antara ia dan Bastian, Amanda memilih untuk tinggal beberapa saat di apartemen Ella. Satu-satunya keluarga yang ia punya, tempat untuk ia kembali, tempatnya untuk berkeluh kesah. Ia memencet bel apartemen gadis itu. Menunggu dengan sabar, hingga Ella muncul di balik pintu. Tidak perlu di persilahkan, Amanda langsung menyelonong masuk ke apartemen Ella. Ia mendudukkan tubuhnya, di sofa yang ada di ruang tamu.


"Muka tolong di kondisikan Nona," kata Ella meledek.


Bagaimana tidak, wajah Amanda tampak begitu berantakan. Rambut yang tidak tertata dengan rapi, bahkan Amanda masih ngenakan pakaian rumahannya


"Hei Manda, ini ceritanya kamu sedang bertengkar dengan suamimu, dan kamu kabur dari rumah?" selidik Ella sedikit tertawa melihat penampilan sahabatnya


"Ini sungguh bukan suatu lelucon Ella, berhenti menertawaiku! Aku sedang tidak ingin bercanda sekarang," ucap Amanda dengan wajah cemberut


"Maaf, maaf. Kau sedang ada masalah?" ucap Ella sesantai mungkin.


Ia tidak ingin mengacaukan hati Amanda yang sedang berantakan. Setiap Amanda sedang mengalami masalah, ia akan menjadi pendengar yang baik bagi gadis itu.

__ADS_1


"Apa aku terlihat kacau Ella, apa aku terlihat berantakan kali ini?" tanya Amanda kemudian


Ella sebisa mungkin menahan diri untuk tidak tertawa, melipat kedua bibirnya ke dalam. Amanda sedang tidak baik-baik saja, menanggapi dengan candaan hanya menambah suasana hatinya semakin buruk


"Tampaknya seperti itu Manda. Ada masalah apa? Apa ini ada hubungannya dengan Bastian? Kalian bertengkar?" tanya Ella penasaran


"Huh! Lelaki itu sungguh sangat menyebalkan Ella. Kau tahu, dia hampir saja memukul Billy,"


"Bagaimana bisa Manda?"


Sebagai pendengar yang baik, ia hanya akan memberi respon ketika Amanda telas selesai berkeluh kesah. Dari semua penjelasan Amanda, Ella mengambil kesimpulan, bahwa ketidakpekaannya hati Amanda, yang membuat semuanya menjadi rumit.


"Sepertinya Bastian sudah mulai membuka hatinya untukmu Manda," ucap Ella kemudian.

__ADS_1


"Maksud kamu, Bastian mencintaiku? Itu tidak mungkin Ella, tidak ada cinta diantara kami,"


"Apa kau yakin? Apa kamu tidak merasakan apapun saat kalian bersama Manda?"


"Merasakan apa? Bicara yang jelas Ella jangan kemana-mana, aku tidak mengerti jalan pikiranmu,"


"Kau masih ingat bagaimana perasaanmu saat bersama Def dulu? Apa kau juga tidak merasakan hal yang sama saat bersama Bastian?"


"Tidak. Tidak ada yang istimewa dari Bastian Ella. Semua yang sudah ia lakukan selama ini, semua orang juga bisa seperti itu,"


"Manda, aku tidak tahu seberapa besar sakit hati yang kau alami setelah Def meninggalkanmu. Berhentilah hidup dari bayang-bayang masalalu Manda. Kau harus bisa melupakan semuanya, sehingga kamu bisa membuka hatimu untuk orang lain,"


"Tidak semudah Ella, waktu tiga tahun terakhir itu belum bisa menghapus rasa sakit ini. Mungkin aku butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih,"

__ADS_1


"Jangan seperti itu Manda, bukan waktu yang mengatur hidupmu. Kamu harus bisa sembuh dari sakit hati itu. Kamu harus buktikan pada Def, bahwa kamu juga bisa bahagia,"


Amanda menunduk sedih mendengar setiap kata dari mulut sahabatnya. Jauh dari lubuk hatinya ia juga ingin bahagia, ia ingin dicintai dan juga mencintai orang lain. Ia juga rindu memiliki keluarga, seperti kebanyakan orang. Namun sakit hatinya dimasa lalu membuatnya takut untuk memulai kembali.


__ADS_2