
"Kalian pernah bertemu 3 tahun lalu?" tanya Bastian tidak percaya
"Aku hanya mengira, tidak terlalu yakin," imbuh Amanda
"Ah sudahlah, lagi pula itu tidak penting untuk kita berdua. Tapi sepertinya aku harus memastikan sesuatu,"
***
Lupakan soal perdebatan mereka tadi sore. Seolah tidak terjadi apa-apa diantara keduanya. Amanda tidak terlalu memikirkan maksud kedatangan mantan kekasih suaminya itu. Ia bukan tidak tahu tentang pelakor yang sedang naik daun di zaman sekarang ini. Namun, ada hal yang lebih menarik perhatiannya. Regina, siapakah perempuan itu?
Malam ini, mereka tengah berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama. Ada Regina diantara mereka. Sebenarnya Bastian, hendak mengusir perempuan. Namun Amanda memintanya untuk membiarkan wanita itu, menginap sehari saja di apartemen mereka. Bastian sempat menolak, karena ia ingin menikmati waktu bersama istrinya. Namun setelah perdebatan kecil, alhasil Bastian mengalah.
"Regina, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya. Kau tampak tidak asing bagiku," ujar Amanda di sela-sela makan malam mereka
"Em, sebelumnya aku tinggal di luar negeri Manda. Jadi tidak mungkin kita pernah bertemu. Mungkin orang lain yang terlihat mirip denganku saja," imbuh Regina
"Em, tapi apa kau kenal dengan Def Sebastian?" tanya Amanda lagi. Ini adalah satu-satunya cara, untuk memastikan apa yang ada di pikirannya
Mendengar nama itu, membuat Regina kelimpungan. Def adalah mantan suaminya. Laki-laki jahat yang telah menghancurkan hidupnya, lalu meninggalkannya begitu saja. Mendengar nama itu, seolah membuka luka lama dalam hatinya.
__ADS_1
Demikian juga dengan Bastian, ia mengenal nama yang Amanda sebutkan. Def Sebastian adalah lelaki yang telah membuat Regina, meninggalkannya. Menatap bingung ke arah istrinya, seolah meminta penjelasan lebih.
"Kenapa kau menatapku seperti itu Bas. Apa kau mengenalnya juga?" ucap Amanda bertanya. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Regina
"A-aku tidak mengenal orang yang kau sebut, Manda," ujarnya gugup. Ia tidak mau mengakui jika ia sebenarnya mengenal lelaki itu. Itu hanya masa lalu baginya, ia sudah melupakan itu.
"Ah, aku minta maaf Regina. Aku bukan bermaksud menginterogasimu, aku hanya penasaran saja,"
"Tiga tahun yang lalu, aku pernah bertemu dengan perempuan yang bernama Regina juga. Ia sudah menikah, dan suaminya bernama Def Sebastian,"
"Maafkan aku jika membuatmu terganggu dengan pertanyaanku. Aku hanya memastikan itu kau atau bukan, karena kalian memiliki nama yang sama," imbuh Amanda tersenyum malu
"Em, iya aku mengenalnya. Aku pernah bekerja di perusahaannya Bas," ujar berbohong
"Aku pernah ke apartemennya, untuk menyampaikan laporan pekerjaan. Dan disanalah aku bertemu dengan Regina istrinya,"
"Aku pikir, mereka orang yang sama. Ternyata bukan," jelas Amanda
***
__ADS_1
Setelah selesai makan malam, Amanda memilih berdiam diri di dalam kamarnya. Merebahkan dirinya di atas kasur miliknya. Ia memang cukup lelah hari ini, setelah ia menempuh perjalanan dari luar kota.
Namun rasa penasarannya akan sosok Regina seolah mengalahkan rasa lelahnya. Tidak mungkin Regina di dunia ini ada banyak. Namanya bisa saja sama, tapi Regina istri Def, persis sama dengan Regina mantan kekasih suaminya.
Menelisik dari gestur Regina ketika ia bertanya mengenai Def, Amanda menarik kesimpulan, wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu. Dan yang lebih mengherankan lagi, bagaimana bisa Regina tidak mengenal dirinya.
Apa jangan-jangan Regina dan Def telah berpisah?
Bisa jadi sajakan Def, mencampakkan Regina, meninggalkan wanita itu. Lalu sekarang dia kembali, mengejar mantan kekasihnya Bastian, batin Amanda menimbang-nimbang
***
Lelah dengan pikirannya yang tak kunjung menemukan pencerahan, sampai ia merasa kehausan. Beranjang dari kamarnya hendak menuju dapur. Namun ia tidak sengaja melihat Bastian dan Regina, sedang berdebat di ruang tamu.
Rasa penasaran kian menggerogoti pikirannya. Ia harus mendengar apa yang bicarakan. Siapa tahu saja, ia akan tahu sesuatu yang mungkin bisa menjawab rasa penasarannya.
***
Terdengar suara Bastian meninggi. Ia tampak begitu marah. Menatap Regina dengan tatapan yang tidak bersahabat
__ADS_1
"Kau jangan pernah berharap untuk kembali padaku,"