SKAKMAT

SKAKMAT
Hari Yang Menyenangkan


__ADS_3

Semakin sering Bastian dan Amanda berinteraksi, semakin menambah kedekatan diantara keduanya. Amanda yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, tiba-tiba ia dikagetkan oleh kedatangan Bastian


"Astaga Bastian, kau membuatku kaget saja. Tidak bisakah kau menyapa dulu," ujar Amanda, sambil memukul lengan suaminya


"Salah sendiri terlalu fokus dengan aktifitasmu, sampai tidak mendengar aku memanggilmu dari tadi," sanggah Bastian, sambil tertawa


"Huh, sudah duduk sana. Jangan menggangguku di sini,"


"Apa kau barusan mengusirku?"


"Astaga Bas, sudah sana. Laki-laki itu tidak seharusnya berada di dapur," ucap Amanda kesal. Lalu mendorong tubuh suaminya, menyuruhnya duduk di meja makan. "Tunggu saja disini, nanti pasti akan aku sajikan untukmu. Tumben sekali kamu, bangun sepagi ini?"


"Tidak ada yang berhak melarangku menemani istriku memasak kan?"

__ADS_1


Sudahlah, sebaiknya Amanda menyerah saja. Perlahan ia mulai memahami kepribadian suaminya. Lelaki itu, yaampun, sudah seperti perempuan saja. Ia pasti kalah, jika berdebat dengannya. Amanda meneruskan kegiatannya, hari masih pagi, membuatnya tidak perlu terburu untuk melakukan aktifitasnya, yang sudah menjadi rutinitasnya beberapa bulan terakhir ini. Ia sangat menikmati perannya sebagai istri, melayani suaminya, walau tidak seratus presen. Belum ada cinta di antara mereka. Walaupun begitu, menurut Amanda, ada tidaknya cinta diantara mereka, bukan berarti ia melepas tanggungjawabnya sebagai istri.


Lima belas menit kemudian, kegiatan memasaknya selesai. Ia menghidangkannya di meja makan. Bastian begitu antusias menikmati sarapannya, entah apa yang sudah terjadi dengan lidahnya, baginya makanan yang paling enak, adalah masakan istrinya.


***


"Manda, nanti kamu pulang kerja, kamu pulang sendiri dulu ya?" ujar Bastian setelah ia memberhentikan mobilnya di depan lobby Oportunity Group


"Maksud kamu?" tanya Amanda, menatap suaminya bingung


"Iya tidak apa-apa Bas, aku bisa pulang sendiri nanti. Aku masuk dulu ya, kamu hati-hati bawa mobilnya," ucap Amanda pamit pada Bastian. "Oiya, jangan lupa makan siangnya," ucapnya lagi mengingatkan


"Siap Nona, perintah anda akan saya laksanakan," ujarnya sambil tertawa ke arah istrinya

__ADS_1


"Iya, suka-sukamulah Bas," ujarnya ikut tertawa.


Beberapa saat kemudian, mobil suaminya menghilang dari pandangannya. Iapun segera bergegas menuju lift yang akan mengantarnya ke ruang kerjanya. Tak lepas senyum manis dari wajah cantiknya. Akhir-akhir ini, tampaknya ia cukup bahagaia. Kehadiran Bastian, tampaknya memberi warna baru di hidup Amanda. Lelaki itu berhasil menarik perhatiannya. Namun tetap saja, Amanda tidak boleh gegabah. Ia tidak boleh melibatkan perasaannya lebih dalam, sebelum ia memastikan perasaan Bastian padanya.


Ketika Amanda sampai di depan ruang kerjanya, tampak Ella sudah menunggunya. Ella menyapanya, sambil memberi hormat


"Selamat pagi Nona, tampaknya anda sedang berbahagia hari ini," ujar Ella menggoda Amanda


"Kau ini, senang sekali mencari tahu urusan orang lain,"


"Heh, sejak kapan urusanmu, tidak menjadi urusanku? Awas saja nanti kalau kau dalam masalah, kau datang mengemis padaku," imbuhnya sambil tertawa mengejek


"Hm, apa kau yakin, tidak akan mengizinkanku masuk ke apartemenmu lain kali Ella," ujarnya penuh kemenangan. Ia tahu Ella tidak akan pernah melakukan itu

__ADS_1


"Oke, oke Manda, kau menang untuk hal itu, walau sebenarnya aku ingin sekali melakukannya. Tapi aku tidak berani," ucapnya sambil tertawa. Amanda juga ikut tertawa, menanggapi perkataan sahabatnya. Terkadang hal-hal sederhana dan konyol yang kita lakukan bersama sahabat, bisa membuat kita bahagia.


__ADS_2