SKAKMAT

SKAKMAT
Hati Yang Merindu


__ADS_3

Selama Amanda berada di luar kota, ia selalu menyempatkan waktu untuk memberi kabar kepada suaminya. Sekedar mengucapkan selamat pagi, atau mengingatkan lelaki itu agar tidak melupakan waktu makannya.


Perhatian-perhatian kecil yang berikan, memberi rasa nyaman tersendiri untuk Bastian. Bahkan rasa nyaman itu semakin berkembang, hingga berbunga dari hari ke hari.


Bastian sudah memantapkan hatinya, untuk mencintai istrinya. Meskipun ia belum mengungkapkan secara langsung pada wanita itu. Ia sedang menunggu waktu yang tepat. Waktu ketika Amanda juga merasakan hal yang sama, mencintainya.


Memikirkan Amanda, membuat Bastian merindukan sosok wanita itu. Sudah dua hari Amanda di luar kota, dan besok adalah hari kepulangannya. Bastian sudah tidak sabar menunggu hari itu.


Menelepon istrinya adalah pilihan yang tepat, untuk mengobati rindunya. Mungkin saja, hatinya tidak akan lagi meronta setelah ia mendengar suara gadis itu.


Meraih ponselnya yang ada di atas meja, lalu menelepon gadis itu. Menunggu beberapa saat, hingga panggilan itu tersambung.


"Hallo Bastian," ujar Amanda di telepon


"Hallo Manda, apa aku mengganggumu?" imbuh Bastian


"Ah, tidak Bastian. Kau sedang apa? Apa kau tidak melupakan waktu makanmu hari ini?" tanya Amanda


"Aku sedang menunggu kau pulang," jawab Bastian


"Aku tidak bisa menunggu sampai besok. Aku merindukanmu," ujarnya lagi


Seketika terdengar tawa dari gadis itu, dari balik telepon

__ADS_1


"Wah, kau sudah mulai pandai sekarang. Dari mana kau belajar, dan siapa yang mengajarimu,hah?" imbuh Amandah sambil tertawa


"Hatiku yang mengatakannya," jawab Bastian, juga ikut tertawa


Amanda terdiam, berusaha menetralkan degup jantungnya. Jujur, setiap kali ia berbicara dengan suaminya, jantungnya bekerja dengan sangat cepat. Apa lagi setiap kali ia mendengar kalimat-kalimat indah yang keluar dari mulut lelaki itu.


Ini bukan kali pertama ia mengenal laki-laki. Namun, untuk yang kali ini, bersama Bastian tampak berbeda. Ada banyak rasa, yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata.


"Jadi kau akan pulang besok?" tanya Bastian kemudian


"Ia besok aku akan pulang. Em, mungkin aku akan sampai di sana sore hari. Ada beberapa hal yang masih aku kerjakan disini," jelas Amanda


"Baiklah, apa aku perlu menjemputmu?"


"Ah, tidak perlu Bastian. Lagi pula aku akan pulang bersama rombongan dari sini,"


"Aku menunggumu pulang Amanda. Aku merindukanmu,"


"Aku juga Bastian, sampai jumpa besok,"


***


"Semuanya sudah masuk mobilkan, barang-barang kamu?" tanya Billy

__ADS_1


Hari ini Amanda akan pulang, setelah semua pekerjaannya di kota itu selesai. Bagaimanapun ia harus pulang. Situasinya sekarang sudah berbeda. Ketika dulu ia akan berlama-lama di luar kota, sekarang tidak lagi. Ada seseorang yang sedang menunggunya pulang.


"Sudah Bil. Lagi pula aku tidak membawa begitu banyak barang," jelas Amanda


"Terimakasih telah menemaniku selama disini Billy. Semoga kita tidak hanya sebagai rekan kerja, tapi kita menjadi teman yang saling membutuhkan," ujar Amanda tulus


Tidak tahu harus berkata apa, Billy hanya menanggapinya dengan tersenyum. Menatap jauh kedalam mata gadis itu, Billy bisa merasakan, bahwa dari cari Amanda melihatnya, gadis itu mengaggapnya sebagai teman.


Ia tidak boleh egois. Bagaimanapun setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing. Ia harus terus melanjutkan hidupnya.


"Hati-hati dalam perjalanan Amanda. Kabari aku jika kau sudah tiba," ucap Billy


"Apa pergi Billy,"


"Berbahagialah, aku doakan kebahagiaan untukmu"


-----------------------------------------


Hai semuanya😀😀


Buat kalian semua yang telah menyempatkan membaca ceritaku, terimakasih banyak🙏🙏 Semoga hari-hari kalian menyenangkan.


Cerita ini jauh dari kata sempurna, namun author akan terus belajar, agar bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik.

__ADS_1


Terus dukung cerita ini, dengan memberi like dan komentar yang membangun. Juga jangan lupa vote novel ini, dengan menggunakan poin atau koin


Terimakasih semuanya💕


__ADS_2