SKAKMAT

SKAKMAT
Pertemuan Sebelum Pernikahan Part I


__ADS_3

Seperti biasanya Amanda melakukan kegiatan hariannya. Tampak berkas menumpuk di atas meja kerjanya. Hari ini sepertinya ia akan sibuk. Puluhan berkas itu harus ia tanda tangani. Belum lagi dengan berbagai rapat penting yang harus ia hadiri hari ini.


Jangan pernah berpikir, sebagai seorang pemilik perusahaan, ia hanya cukup duduk manis, menikmati hari tanpa bekerja keras. Tidak seperti itu, nyatanya Amanda harus menghabiskan satu hari dengan puluhan kegiatan yang menguras tenaga juga pikirannya. Handphone yang ia letakan di atas meja berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk. Ia meraih benda itu, membaca pesan singkat dari Ella asisten pribadinya


"Maaf Manda, jika aku mengganggumu. Tuan Ardi Sebastian, ingin menemuimu. Ada hal penting yang ingin ia bicarakan denganmu," pesan dari Ella


"Suruh dia masuk. Dan katakan padanya, dia hanya punya waktu tiga puluh menit untuk berbicara denganku," balas Amanda.


Beberapa menit kemudian, tampaklah Ardi Sebastian dari balik pintu. Ia menunduk memberi hormat pada Amanda


"Selamat pagi Nona, maaf mengganggu waktumu," ucapnya kemudian.


"Duduklah, dan katakan apa yang ingin kau bicarakan," ucap Amanda mempersilahkan orang tua itu


Ardi berpikir sejenak, menyusun kalimat seefektif mungkin. Ia menarik napas perlahan sebelum akhirnya ia berbicara.

__ADS_1


"Begini Nona, putra saya bersedia menikah dengan Anda. Seperti permintaan anda, pernikahan ini akan dirahasiakan dari masyarakat umum."


"Saya sudah melakukan semuanya dengan baik. Pernikahan itu akan dilaksanakan dua minggu lagi nona. Saya yang mengatur semuanya, seperti perintah Nona," ucapnya hati-hati


Mendengar itu, Amanda tampak tersenyum puas. Permainan sebentar lagi akan dimulai. Sebentar lagi, dendamnya akan ia lampiaskan kepada lelaki itu. Tanpa sadar, Ardi memperhatikan ekspresi wajah Amanda


Dia tersenyum. Keajaiban apa yang ku dapat hari ini. Dia sungguh tersenyum. Tunggu dulu, apa yang ada dipikiran wanita ini. Apa rencananya selanjutnya? batin Ardi


Ia berusaha menguasai dirinya lagi. Dia belum selesai bicara, ada satu hal lagi yang harus ia katakan. Namun, keberanian yang ia punya perlahan menghilang. Wanita itu tampak sedang menatap tajam padanya, senyum yang tadi tampak menghiasi wajahnya sudah lenyap, dingin. Itu yang bisa ia simpulkan.


"Maaf Nona, ada satu hal lagi yang ingin saya katakan. Lebih tepatnya ini sebuah permohonan. Jika anda berkenan, putra saya ingin bertemu dengan anda, sebelum hari pernikahan,"


"Tolong luangkan waktu anda Nona, saya yang akan mengatur semuanya untuk anda," Ardi tampak memohon.


Tubuhnya sedikit gemetar. Takut-takut permintaannya malah membuatnya dalam masalah yang semakin rumit

__ADS_1


"Baiklah, saya akan menemui putra anda. Asisten saya akan memberimu kabar selanjutnya. Saya rasa semuanya sudah selasai. Saya akan melanjutkan beberapa pekerjaan saya yang tertunda. Silahkan keluar Tuan," ucapnya seraya mempersilahkan Ardi untuk beranjak keluar


"Terimakasih banyak atas waktunya Nona. Terimakasih atas kebaikan hatimu pada keluarga saya. Saya akan berdoa untuk kebahagiaan anda," ucap Ardi sebelum beranjak keluar dari ruangan itu.


Ia sedikit bisa bernapas lega, semuanya berjalan sesuai rencana. Ia terus berdoa dalam hati, semoga hari-hari kedepan ia lalui tanpa masalah, semoga semuanya berjalan baik-baik saja.


----------------------------------------


Hallo semuanya


jangan pernah bosan membaca cerita ini ya. Semoga ini bisa menemani hari-hari kalian semua. Jangan lupa dukung saya dengan memberi like, vote, dan juga komentar yang membangun, agar saya bisa menciptakan karya-karya menarik, dan berkualitan untuk dibaca dan untuk mengisi waktu-waktu luang kalian


Salam manis,


Nit

__ADS_1


__ADS_2