
"I-iya aku menemui seseorang di sini, itu tadi yang aku katakan. Aku menyerahkan beberapa berkas kantor padanya," jawab Amanda sekenanya saja
"Ah kamu sendiri kenapa ada di sini. Oh iya aku baru ingat, kamukan mau jalan sama teman kamu ya," ujar Amanda lagi sambil tersenyum sedapatnya.
Ia benar-benar gugup kali ini. Menggumamkan doa dalam hati, berharap Bastian tidak melihat keberadaan Def di sana. Ia belum siap menghadapi apapun jika itu sampai terjadi.
Bastian menatap Amanda lekat-lekat, mencari kejujuran di mata wanita itu.
"Kamu tidak sedang menutupi sesuatu kan?" tanya Bastian kemudian.
"Tidak Bas, untuk apa aku berbohong," jawab Amanda sambil tersenyum
"Teman-teman kamu dimana? Belum pada datang ya?"
"Em kalau begitu, aku pulang duluan saja ya Bas. Aku tidak ingin mengganggu waktu kamu dan teman-teman kamu. Selamat bersenang-senang Bas," ujarnya lagi
Ah aku benar-benar gugup kali ini. Aku mohon Bastian, jangan bertanya lagi. Aduh mati aku, aku ingin menghilang saja, aah bagaimana ini.
"Hei ada apa. Kenapa kamu tiba-tiba jadi aneh begini?" tanya Bastian penuh selidik
"Tidak ada Bas, aku hanya-----"
Ia belum sempat menyelesaikan ucapannya, ketika Def sudah berada di dekat mereka dan memanggil namanya.
__ADS_1
"Amanda kamu mengenalnya?" tanya Def.
Ternyata lelaki itu sedari tadi memperhatikan interaksi kedua orang itu. Ekspresi Amanda yang gugup ketika berbicara dengan Bastian, cukup menarik perhatiannya.
Mendengar Def memanggil namanya, seketika tubuh Amanda membeku, lidahnya terasa kaku. Jantungnya terasa sesak hingga ia kesulitan bernafas
Habislah aku, apa yang harus aku katakan pada kedua lelaki ini. Aku belum siap pada kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Belum saatnya Bastian mengetahui hal ini. Ya Tuhan aku mohon, jangan sekarang
"Kamu mengenal lelaki ini Amanda?" tanya Def sekali lagi
Amanda memaksa otaknya untuk berpikir dengan cepat. Bagaimanapun caranya ia harus bisa keluar dari situasi yang menyesakkan ini.
"Eh Pak Def," ujar Amanda tersenyum serta menunduk memberi hormat
"Em, Bapak tenang saja berkasnya akan segera kami revisi lagi," ujarnya lagi sambil menyengir kaku
Kedua lelaki itu, menatap Amanda dengan tatapan bingung. Mencoba mencerna setiap helaan kata yang diucapkan Amanda.
Terlebih Def, ia benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Amanda. Mengapa tiba-tiba gadis memangginya Bapak. Dan apa yang ia bicarakan? Berkas? Sejak kapan Amanda bekerja sama dengan perusahaannya?
Menyadari belum ada respon dari keduanya, Amanda segera mengambil alih pembicaraannya
"Bas, ini Pak Def yang sempat aku ceritakan padamu waktu itu," ucapnya pada Bastian
__ADS_1
"Pak Def, perkenalkan ini Bastian suami saya," ucapnya lagi menatap ke arah Def
Sekali lagi kedua lelaki itu menjadi semakin bingung. Lalu tanpa sengaja, mereka berdua beradu pandang beberapa detik. Dan di detik berikutnya, keduanya menatap Amanda secara bersamaan.
"Em, Bas aku pulang duluan ya. Selamat nikmati waktu bersama dengan teman-temanmu,"
"Oh iya Pak Def, saya duluan ya pak. Terimakasih atas kerja samanya,"
Selepas berucap demikian Amanda langsung meninggalkan kedua lelaki yang sedang kebingungan itu. Amanda pergi, tanpa menunggu jawaban dari keduanya.
Tak berapa lama kemudian, tampak Bastian berlari mengejarnya. Lalu sesegera mungkin menahan tubuh gadis itu.
"Amanda tunggu. Aku akan mengantarmu pulang," kata Bastian
"Tidak usah Bas, aku bisa naik taxi. Kamu nikmati saja waktumu dengan teman-temanmu. Aku tidak ingin membuatmu terganggu," jawab Amanda
Bastian memincingkan matanya, berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan istrinya. Dari awal pertemuan mereka di restoran itu, tampak jelas dari raut wajah Amanda, ia sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?" tanya Bastian kemudian
"Tidak Bas, aku hanya-----,"
"Ayo kita pulang, ada yang harus kamu jelaskan padaku,"
__ADS_1