
"Kamu sudah pulang belum, aku jemput ya?" ucap Bastian di telepon.
Ini sudah menjadi rutinitas Bastian, semenjak Regina kembali waktu itu. Setiap hari, ia akan mengantar dan menjemput Amanda ke kantor tempat wanita itu bekerja. Memastikan istrinya senantiasa dalam keadaan selamat, baik saat tiba di tempat kerja, hingga saat pulang nanti.
Sebenarnya ia ingin agar istrinya berhenti bekerja saja. Mereka juga sudah berkali-kali membahas masalah ini. Namun tampaknya, Amanda belum bisa melepaskan pekerjaannya, dengan alasan yang Bastian sendiri tidak tahu.
Walaupun begitu, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya. Ia tidak ingin istrinya menjadi tidak nyaman dengan keputusan yang ia buat. Ia yakin, Amanda pasti memiliki alasan yang kuat, sehingga ia masih terus ingin bekerja. Bastian memahami itu.
"Aku akan pulang sebentar lagi Bastian, nanti tunggu saja aku di lobby," ucap Amanda
"Iya, hati-hati,---" dan sambungan teleponpun terputus
Amanda membereskan semua berkas yang tampak berserakan di meja kerjanya. Pekerjaannya sudah selesai dan ia akan segera pulang. Hari ini semua berjalan dengan baik, tanpa ada kendala yang berarti. Meeting dengan beberapa client dari perusahaan lain berjalan dengan lancar.
Ia sudah ingin berjalan keluar, ketika Ella tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya. Membuat Amanda menghentikan langkahnya.
"Ada apa Ella? Apa masih ada pekerjaan lagi yang harus aku selesaikan?" tanya Amanda to the point
"Tidak, bukan itu. Aku datang kesini mau memberitahumu bahwa Def sedang menunggumu di lobby utama," ujar Ella
"Ia memaksa masuk untuk menemuimu. Resepsionis yang bekerja hari ini, sudah mencoba untuk melarangnya. Hingga security juga turun tangan," jelas Ella lagi
__ADS_1
Apa lagi ini, mengapa kedua orang, yang menjadi suami istri itu, gemar sekali mengusik orang lain. Tidak Regina, tidak Def, sama saja. Mengapa mereka tidak berdiam diri saja di tempat dimana mereka berada.
"Lalu, apa yang sudah kamu lakukan untuk mengatasi itu?" ucap Amanda balik bertanya
"Aku sudah menyuruh mereka untuk mengusirnya Amanda, tetapi lelaki itu tetap bertahan pada pendiriannya. Hingga sekarang, ia memilih menunggumu di luar," jelas Ella
"Mau apa lagi dia menemuiku, menambah masalah saja," ujar Amanda mulai frustasi
"Apa yang kau inginkan untuk aku lakukan padanya Manda. Aku akan bertindak sesuai keinginanmu," tanya Ella
Amanda memilih untuk kembali duduk, berpikir sejak bagaimana cara agar ia bisa menghindari Def.
"Ella, pastikan Def tetap berada di lobby utama. Jangan biarkan sedikitpun ia beranjak dari situ,"
Menghindari Def, adalah pilihan yang sepertinya tepat. Amanda tidak ingin mendapatkan masalah apapun dengan kehadiran Def. Apalagi jika itu sampai merusak hubungannya dengan Bastian. Ia tahu betul bagaimana kepribadian kedua lelaki itu.
"Baiklah Amanda jika itu yang kau inginkan. Akan aku pastikan semua berjalan sesuai rencanamu. Lebih baik kau keluar melewati lift, yang menuju pintu barat saja. Disana, jarang sekali karyawan yang melewati lift itu," jelas Ella
***
Satu jam yang lalu
__ADS_1
"Selamat sore, dengan Bapak siapa. Ada yang bisa kami bantu?" ucap resepsionis Oportunity Group dengan sopan
"Saya ingin bertemu dengan bos kamu, Amanda Manuwella," ucap Def
"Mohon maaf Bapak, bolehkah anda memperkenalkan diri?" jawab resepsionis itu dengan tenang
"Jangan banyak tanya, cepat kau antarkan saya ke ruang kerjanya," balasnya tidak sabar
"Maaf Bapak, apakah anda sudah membuat janji dengannya sebelumnya?" tanyanya lagi
"Saya harus bicara berapa kali dengan anda, saya ingin bertemu dengan bos kamu. Saya tidak perlu membuat janji jika ingin bertemu dengannya,"
"Sekali lagi saya mohon maaf Bapak, sudah menjadi aturan di perusahaan ini untuk membuat janji sebelum menemui pemilik perusahaan,"
Maka terjadilah keributan antara Def, dan resepsionis perempuan yang bertugas sore itu. Def yang memaksa untuk masuk, dan resepsionis yang tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan perusahaan
"Jika anda terus memaksa, maka saya tidak akan segan-segan untuk meminta pihak keamanan untuk mengusir anda," ucap wanita itu. Tampaknya ia sudah mulai kehilangan kesabaran.
Beberapa menit kemudian pihak keamanan gedung Oportunity Group datang. Meminta penjelasan dari resepsionis tentang duduk permasalahannya.
"Kami mohon maaf Bapak, tetapi memang sudah menjadi peraturan di perusahaan kami, untuk tidak sembarangan menerima tamu. Apa lagi jika tidak membuat janji terlebih dahulu,"
__ADS_1
"Tetapi saya ingi bertemu dengan Amanda,"
"Kalau begitu, silahkan Bapak tunggu di luar gedung saja,"