SKAKMAT

SKAKMAT
Def Belum Menyerah


__ADS_3

Kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia dan Amanda bertemu, masih cukup lekat bahkan melekat di pikiran Def. Pertemuan pertama mereka setelah kurang lebih tiga tahun berpisah. Pertemuan yang harusnya menjadi awal yang baru, untuk memulai kembali hubungan yang kini telah pupus.


Ketika Def mendapat telepon dari Ella sang asisten Amanda, ia cukup bahagia kala itu. Membayangkan wajah wanita pujaannya, yang dulu sempat ia kecewakan. Jujur, jauh dari lubuk hatinya ia sungguh menyesal melakukan itu. Hanya karena sebuah kerikil yang tampak menggoda, ia rela melepaskan berlian yang berharga.


Def, Amanda ingin menemuimu. Datanglah ke alamat yang akan aku kirim lewat pesan singkat padamu. Aku sudah mempersiapkan semuanya, kau hanya perlu datang dan menunggunya di sana.


Tanpa mengulur waktu lagi, Def segera bersiap untuk menemui Amanda. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini, untuk memperbaiki hubungan yang sempat berantakan diantara mereka. Def ingin kembali dalam pelukan wanita itu. Memperbaiki semua kesalahan yang pernah ia lakukan.


Namun siapa sangka, kenyataan tidak tampak seperti ekspetasinya. Amanda bukanlah wanita yang pernah ia cintai dulu. Tidak ada senyum hangat yang selalu wanita itu tunjukan padanya. Amanda telah berubah, waktu yang telah membuat dirinya berpaling.


Def, jika kamu ingin memperbaiki semuanya, kembalilah kepada istrimu. Mulailah semuanya dengan benar kali ini. Istrimu dan juga anakmu, pasti membutuhkan dirimu. Kita sudah berakhir, dan aku tidak ingin mengulanginya lagi.


Bagai dihujani oleh ribuan belati, kalimat itu menusuk tepat ke hatinya. Membuatnya tersadar, bahwa kini Amanda bukanlah miliknya lagi. Namun bukan Def namanya jika ia akan pasrah dan menyerah. Tidak, menyerah bukanlah sifatnya. Ia harus memperjuangkan sesuatu yang menjadi miliknya.


.


.


.

__ADS_1


"Ada apa Ella, apa kamu ingin mengatakan sesuatu?" ucap Amanda. Sedari tadi ia memperhatikan perubahan pada wajah sahabatnya.


"Tidak, tidak ada Manda, maaf sudah membuatmu terganggu," jawab Ella berbohong.


"Ck, sekarang kamu memiliki hobi baru ternyata,"


"Sudahlah jangan berbohong, aku mengenalmu dengan sangat baik Ella," ujar Amanda.


Amanda diam sejenak menatap dalam-dalam ke arah perempuan yang sudah ia anggap sebagai keluarganya itu. Ia tahu betul, Ella tidak pandai dalam urusan berbohong. Jika ia sedang menyembunyikan sesuatu, akan tampak jelas sekali, di wajahnya.


"Eeem Manda," ujar Ella ragu-ragu


"Def memintaku untuk menemuinya sore ini. Apakah aku boleh pergi?" jelasnya


"Hm pergilah, temui dia. Aku yakin dia pasti akan bertanya tentang Bastian padamu," jawab Amanda santai


"Maksud kamu," imbuh Ella


"Nanti juga kamu akan tahu, Def pasti akan menceritakan semuanya padamu,"

__ADS_1


"Jika ia bertanya apa yang sudah terjadi selama ini, beritahu saja dia semuanya,"


.


.


.


"Aku yakin kamu pasti tahu, apa yang sudah terjadi dalam hidup Amanda setelah kepergianku,"


"Aku memintamu bertemu, karena aku ingin menuntut penjelasan darimu. Kamu pasti mengetahui semuanya," ucap Def.


Sesuai apa yang telah mereka sepakati sebelumnya, hari ini Def akan menemui Ella. Ia akan bertanya perihal semua yang telah terjadi selama ini. Ia sangat yakin, wanita itu pasti mengetahui semuanya. Karena hanya Ellalah yang selalu berada disisi Amanda.


Ella menatap tidak suka ke arah Def. Dari dulu ia sangat tidak menyukai lelaki itu. Seolah ia bisa menebak, bagaimana akhir dari hubungan mereka. Terlebih ketika Ella tahu, Def telah mengkhianati Amanda. Wanita itu membenci Def dengan seluruh hidupnya.


"Aku akan memberitahumu semuanya, namun dengan satu syarat, setelah kamu mengetahui semuanya, pergilah. Pergilah sejauh mungkin dari kehidupan Amanda, dan jangan pernah kembali lagi," ucap Ella


"Apa kau setuju?" tanyanya kemudian

__ADS_1


Bastian mengagguk tanda ia mengerti, dibarengi dengan seringai licik yang terlihat samar di wajahnya


Tidak akan semudah itu kau menyingkirkanku dari Amanda Ella. Aku akan mendapatkan Amanda kembali


__ADS_2