SKAKMAT

SKAKMAT
Pertemuan Sebelum Pernikahan Part II


__ADS_3

Waktu seolah berlalu begitu cepat. Amanda termenung mengingat semua kisah yang telah ia lalui. Banyak hal yang terjadi, kehidupan yang menyedihkan dulu, perlahan mulai terbayarkan dengan semua kebaikan yang diberi Sang Pemilik takdir padanya.


Hatinya menghangat setiap kali mengingat perjuangannya, bagaimana takdir bekerja. Namun, tiba-tiba hatinya terasa sakit. Setiap kali ia mengingat kisah asmaranya. Mengingat nama laki-laki itu, ia seolah kehabisan tenaga untuk sekedar mengangkat wajahnya. Kenapa takdir tidak berpihak padanya pada satu hal itu. Def pasti sudah bahagia sekarang, anaknya pasti sudah besar.


Bahkan mungkin dia sudah memiliki dua atau tiga orang anak bersama perempuan itu. Tapi bagaimana dengan dirinya. Selama ini, dia berusaha tegar. Ia tidak mau orang lain melihat sisi lemah dirinya. Cukup lama ia merenung, tanpa ia sadari Ella memperhatikannya


"Hei Manda, apa yang kau pikirkan. Kau sampai tidak menyadari keberadaanku," ucap Ella mengagetkannya


"Aaah kau sudah datang. Maaf aku tidak menyadari keberadaanmu. Aku sedang menikmati keindahan kota dari balik jendela ini. I-iya lihatlah hari ini tampak berbeda dari hari biasanyakan?" ucapnya berbohong.


Ia berusaha menguasai dirinya, agar Ella tidak curiga pada keadaannya.


"Ya hari ini memang tampak indah Manda. Sepertinya hari-hari baik akan datang," ucapnya Ella tersenyum.


"Eemm, ia. Hari baik akan segera datang," imbuh Amanda salah tingkah. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Apa agendaku untuk satu minggu ini Ella?" tanyanya kemudian


"Kau akan menghadiri pertemuan petinggi-petinggi perusahaan ternama Asia, di Jepang Manda. Itu berlangsung selama empat hari," ucapnya Ella sambil menatap layar laptop miliknya

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengikuti rapat itu. Kosongkan jadwalku untuk hari selanjutnya. Pernikahanku akan di langsungkan minggu ini. Jadi ku harap kau tahu apa yang akan kau lakukan"


"Aku tidak mau terjadi masalah selama aku tidak ada di perusahaan Ella. Aku percaya padamu, kau tidak akan mengecewakanku,"katanya sambil tersenyum


"Satu lagi, hubungi Ardi Sebastian. Katakan padanya aku akan menemui putranya hari ini, di jam makan siang. Kau mengerti Ella," imbuhnya lagi


Kau memang suka sekali melakukan apapun sesuai keinginanmu Nona Amanda. Kau pikir orang lain tidak punya kegiatan. Harusnya kau buat janji satu hari sebelumnya, dasar aneh. Batin Ella geram, ingin rasanya ia menyentil bibir wanita yang menjadi sahabatnya ini


"Ia Amanda, aku pastikan semua berjalan sesuai keinginanmu," imbuh Ella berlalu


***


Tiba-tiba dari balik pintu muncul seorang wanita muda berjalan tergesa mencari orang yang akan ia temui. Matanya fokus mencari ke segala arah. Hingga matanya jatuh pada meja nomor 13, tampak seorang pria sedang menatap tajam kearahnya. Sepertinya itu lelaki yang ia temui. Ya tidak salah lagi, persis seperti gambar yang di kirim Ella lewat pesan singkat padanya. Ia langsung bergegas menuju pria itu.


"Aah maafkan aku, aku datang terlambat. Angkutan umum sedikit yang arah restoran ini, jadi sedikit lama," ucap Amanda sambil menghapus keringatnya dengan jarinya.


Ia tampak berantakan. Bagaimana tidak, ia menggunakan angkutan umum untuk menemui Sebastian. Berdesakan dengan penumpang bus lain, belum lagi ia harus berjalan kaki selama lima belas menit, menuju restoran tempat mereka bertemu. Ia sengaja melakukannya, agar tidak ada yang curiga dengan penampilannya.


"Aaah maaf, Amanda Manuwella," ucapnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


Ia berusaha terlihat gugup. Entah darimana ia belajar berpura-pura seperti ini. Penampilannya kali ini jauh dari kata cantik. Lebih tepatnya berantakan.


"Duduk," ucap Sebastian tanpa menghiraukan Amanda.


Huh, apa yang menarik dari wanita ini. Aku tidak habis pikir dengan orang tuaku. Lihatlah penampilannya, dia tidak mempercantik dirinya sebelum menemuiku. Benar-benar wanita murahan. batin Sebastian


"Aku tidak habis pikir denganmu. Apa kau sama sekali tidak punya harga diri, sehingga hanya demi uang kau mau melakukan ini. Berapa kau dibayar oleh orang tuaku. 100 juta, 200 juta atau 500 juta? Dasar murahan" kata sebastian penuh penekanan.


Kurangajar sekali dia, rasanya aku mau merobek mulutnya itu. Brengsek, tidak tahu diri. Kalau bukan karena uangku perusahaan ayahmu sudah hancur brengsek. Rasanya setelah melihatmu aku tidak sabar ingin menghancurkan keluargamu. Lihat saja nanti, kali ini ku biarkan kau menang. Tapi setelah ini, mari kita bermain-bermain. Batin Amanda


" Kalau saja bukan karena terpaksa aku tidak mau menikahimu. Kau bukan tipeku wanita bodoh. Lihat dirimu kau tidak tahu malu menemuiku dengan penampilan seperti ini," ucap Sebastian lagi sambil menunjuk-nunjuk wajah Amanda


"Maafkan saya, tadi dari rumah saya sudah berdandan sebaik mungkin. Tapi karena perjalanan jauh, jadi seperti ini. Tidak bisa kah anda menghargai saya sedikit. Saya juga manusia sama seperti anda. Kau benar-benar tidak punya perasaan" ucap Amanda menunduk


"Ck, menghargaimu? Aku tidak salah dengar ucapanmu barusan? Wanita murahan sepertimu mau dihargai? Jangan mimpi kamu," Sebastian memandang hina wanita dihadapannya


"Kau wanita murahan, jangan pernah berharap kau akan mendapatkan kebahagiaan dari pernikahan ini"


"Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada tampang polosmu itu. Kau bersiaplah menuju neraka," ucap Sebastian lalu pergi meninggalkan Amanda begitu saja

__ADS_1


Hahaha tertawalah sepuasmu Sebastian Fernando, setelah ini bersiaplah kita akan bermain dalam neraka yang kau buat itu. Kita lihat siapa yang akan tertawa lebih lama, ucap Amanda sambil tersenyum licik memandangi punggung lelaki itu yang perlahan menghilang dari balik pintu restoran


__ADS_2