SKAKMAT

SKAKMAT
Akhir Pekan Kita


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi, namun Amanda belum juga bangun dari tidurnya. Seperti yang sudah ia katakan tadi malam pada Bastian, suaminya.


Entah sudah berapa kali, Bastian mondar mandir ke dalam kamar mereka, untuk memastikan apakah Amanda sudah bangun atau belum. Menyetel musik dengan keras, atau bernyanyi dengan suara yang keras pula. Tujuannya agar wanita itu terganggu dan akhirnya memilih untuk bangun saja.


Namun, semuanya tampak sia-sia. Amanda masih saja terlelap dalam tidurnya, meskipun cahaya matahari perlahan masuk melalui jendela.


Rasa lapar, lelah, kesal, dan jengah bercampur menjadi satu. Ia tidak suka berada dalam situasi ini. Satu satunya cara, adalah membangunkan wanita itu dengan cara seperti tadi malam


Ketika Bastian bersiap-siap mengambil ancang-ancang untuk berteriak, Amanda terlihat menggeliat dari balik selimut. Mungkin saja sudah waktunya untuk wanita itu bangun.


Eh, akhirnya dia bangun juga huhuhu


Amanda menatap suaminya, sambil tersenyum keheranan. Lelaki itu terlihat berantakan, dengan wajah memelasnya


"Selamat pagi, Bastian......! Apakah pagimu menyenangkan, Sayang....?" tanya Amanda sambil tersenyum meledek


"Uuuh menyenangkan sekali...!" ucapnya dengan wajah cemberut


"Loh, kenapa begitu wajahnya...? goda Amanda


"Manda, aku lapar....!"


"Uuuh kasihan sekali....!"


Waktu berjalan terus hingga sekarang jam sudah menunjukan hampir pukul sepuluh pagi. Amanda masih terus menggoda suaminya, sementara yang digoda terus saja merengek seperti anak kecil

__ADS_1


"Ya sudah, kamu tunggu di meja makan ya...! Aku mau cuci muka dulu, sebentar," ujar Amanda kemudian, yang langsung dijawab dengan anggukan penuh semangat.


"OKE SAYANG....!!!!"


.


.


.


"Kamu belum makan sama sekali, Bas...?" tanya Amanda. Kini ia sudah berada di dapur, untuk menyiapkan sarapan kesiangan untuk dirinya dan Bastian.


"Belum, Manda. Memangnya aku makan apa, kamu saja masih tidur,"


Ting....tong...


"Siapa ya...?" tanya Bastian


"Kamu tanya aku, terus aku tanya siapa?"


"Iya, iya....! Kamu marah-marah terus dari tadi. Ya sudah aku cek dulu sebentar ya...!"


Beberapa saat berlalu, namun Bastian belum juga kembali. Membuat Amanda terpaksa menyusulnya, untuk memastiakan siapa yang datang bertamu di apartemen mereka.


"Siapa yang datang, Bas....?" ucap Amanda sambil berjalan mendekat, ke arah pintu tempat suaminya tengah berdiri.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Amanda ketika melihat siapa yang mengunjungi mereka siang ini. Wanita itu lagi, mantan kekasih Bastian sekaligus mantan istri Def.


Mau apa lagi wanita ini kemari...?


Eh tunggu, tampaknya ia sedang menangis. Apakah ia sedang dalam masalah yang berat, atau ini adalah sebuah taktiknya agar Bastian kembali kepadanya?


Aaah aku pusing dengan jalan pikiranku. Lebih baik aku ke sana saja, dan memastikan semuanya.


"Regina...?"


"Kamu....?"


Regina tidak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan Amanda di dalam apartemen Bastian. Ia menatap tidak suka pada Amanda, karena menurutnya, wanita itu bisa saja akan menjadi penghambat untuk ia mendapatkan Bastian lagi.


"Kenapa kamu ada di sini...? Apakah kamu tidak punya tempat tinggal di luar sana?" tanya Regina tidak suka


Amanda menatap Regina bingung. Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba saja wanita itu bertanya dengan nada tidak ramah padanya. Seolah mereka sedang terlibat dalam masalah yang rumit.


"Kenapa menatapku seperti itu...?" balas Amanda


"Dan apa hakmu bertanya seperti itu padaku..?" lanjutnya


Keduanya tampak dengan jelas menunjukan rasa tidak suka satu sama lain. Sebelum kedua wanita itu melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, Bastian memilih untuk menjadi penengah bagi keduanya.


"Maafkan aku Regina, lebih baik kamu pulang dan kembali ke tempatmu. Aku tidak ingin menyibukkan diriku, untuk mengurus kehidupan orang lain,"

__ADS_1


"Aku juga memiliki masalah hidup sendiri. Untuk menyelesaikannya saja, aku tidak mampu, apa lagi menyelesaikan masalahmu," ujar Bastian, lalu mempersihkan Regina untuk meninggalkan apartemen mereka


__ADS_2