
Amanda melihat Bastian dan Regina tengah bertengkar hebat di ruang tamu, apartemen mereka. Wanita itu terlihat menangis tersedu. Sementara Bastian, tampak menunjukkan aura yang begitu tidak bersahabat
"Aku tidak peduli, apapun alasanmu Regina. Silahkan pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi," bentak Bastian
"Aku mohon Bas, beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya,"
"Aku yang salah, telah termakan omongan lelaki biadap itu. Aku pikir ia lebih baik dari kamu Bastian. Semuanya salahku, semuanya karena keserakahanku," ucapnya sambil terisak
Bastian menatap Regina dengan tatapan jijik. Wanita itu benar-benar tidak tahu malu.
"Ck, kau pikir aku mau menerimamu lagi. Setelah Def, lelaki yang kau kejar dengan mati-matian itu, membuangmu? Kau pikir hanya kau saja wanita di dunia ini? Aku tidak sudi memakai bekas orang lain, Regina"
"Tiga tahun yang lalu kau meninggalkanku, tanpa peduli betapa hancurnya aku. Dulu aku berpikir, kebahagiaan tidak berpihak padaku. Namun sekarang aku tahu, Tuhan menunjukan siapa dirimu yang sebenarnya,"
"Kau bukan wanita baik-baik,"
Hancur sudah hati Regina, sama sekali tidak ada peluang baginya untuk kembali.
__ADS_1
"Apa alasannya Bas, mengapa aku tidak berhak mendapatkan kesempatan kedua,"
"Apakah kau telah menemukan wanita lain, Bas?" tanya Regina
"Ia, aku sudah menemukan orang yang lebih baik dari kamu. Dia tidak seperti dirimu, yang hanya memikirkan uang saja. Ia pekerja keras, dan wanita yang cukup tangguh,"
"Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya,"
Wanita yang Bastian maksud adalah Amanda istrinya. Wanita yang membuat ia kembali merasa dicintai. Wanitanya yang tangguh, yang pekerja kerja keras. Wanita yang sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah ia temui.
Regina tidak bisa menerima kenyataan itu. Tidak ada seorangpun yang boleh memiliki Bastian selain dirinya. Lelaki itu, adalah miliknya, hanya miliknya.
"Kau hanya milikku Bastian. Tidak ada yang berharak memilikimu selain aku," ucap Regina setengah berteriak
Bastian tidak peduli dengan ancaman Regina. Selama wanita itu tidak tahu siapa istrinya, ia yakin Regina tidak akan pernah bisa menyakiti Amanda. Ia bersyukur, saat pertemuan istrinya dan Regina, Amanda memperkenalkan dirinya sebagai sepupunya.
"Kau sudah puas berbicara?" tanya Bastian sambil menatap tajam Regina
__ADS_1
"Sekarang kau keluar dari sini, aku tidak sudi berbagi udara dengan orang sepertimu," bentaknya
"Bas, apa kau tidak memiliki rasa belas kasihan padaku? Ini bukan dirimu yang dulu aku kenal Bas. Wanita itu sudah merubah dirimu," tutur Regina
"Keluar kamu sekarang juga! Aku tidak ingin mendengar apapun dari mulutmu. Jangan pernah kau muncul di hadapanku lagi Regina," teriak Bastian.
Ia benar-benar tidak ingin membiarkan wanita itu tinggal lebih lama disana.
Dengan berat hati Reginapun, pergi meninggalkan apartemen milik Bastian. Dengan segala dendam yang membara di hatinya. Ia harus tahu siapa wanita yang telah membuat Bastian, berpaling darinya
Awas saja kau wanita sialan, aku akan menghancurkan hidupmu, sehancur-hancurnya, batin Regina
***
Semua pedebatan antara kedua orang itu, tidak luput dari mata Amanda. Sedikit demi sedikit rasa penasarannya terjawab.
Ia tahu semuanya, Bastian, Regina, dan Def mantan kekasihnya. Ya Tuhan mengapa dunia sesempit ini, mengapa bukan orang lain selain Regina dan Def yang menjadi masa lalu mereka.
__ADS_1
Amanda tidak pernah berpikir, ia akan terjebak dalam masalah hidup serumit ini. Awalnya ia berharap dengan menikah, ia akan lepas dari bayang-bayang Def. Namun hari ini, membuat ia kembali mengingat luka lamanya. Tidak, bukan dia saja yang terluka disini. Ia menatap suaminya dari kejauhan, ia turut merasakan bagaimana terlukanya Bastian dimasa lalu, dirinya
Amanda berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan membiarkan Regina menghancurkan rumah tangganya. Cukup Def saja yang ia rebut, Bastian jangan