SKAKMAT

SKAKMAT
Regina


__ADS_3

Jam menunjukan pukul tiga sore. Sesuai janjinya, Amanda akan sampai di apartemen mereka sore hari. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda kehadiran gadis itu. Berkali-kali Bastian mengecek ponselnya, berharap istrinya memberinya kabar. Namun hasilnya nihil.


Mungkin ia masih dalam perjalanan. Biasanya sore hari adalah jam-jam rawan macet di Ibu Kota. Mungkin saja Amanda terjebak kemacetan sehingga, ia sedikit terlambat untuk pulang.


Mencoba menunggu dengan sabar, berharap semuanya baik-baik saja. Sebetulnya, sedari tadi perasaan lelaki itu tampak tidak enak. Berdoa di dalam hati, semoga tidak akan terjadi hal buruk pada dirinya, istrinya, dan juga keluarganya. Bastian mencoba menetralkan perasaannya. Perasaan gelisah itu, mungkin karena ia terlalu merindukan istrinya.


Tak lama waktu berselang, terdengar bunyi bel apartemen. Perasaan lega bercampur bahagia, Bastian bergegas membuka pintu. Ia sangat yakin, itu pasti Amanda istrinya


Seketika bola mata Bastian membulat sempurna, melihat siapa yang datang ke apartemennya. Ia bahkan menjadi sangat kaget, ketika sosok itu berhambur memeluk tubuhnya.


Ingatannya kembali pada masa dimana ia pernah merasakan cinta. Masa dimana ia bahagia karena merasa dicintai, dan mencintai seseorang.


Jujur ia sangat merindukan pelukan itu. Pelukan hangat dari seseorang yang dulu sangat ia cintai.


Tidak. Ia tidak boleh terlena hanya karena sebuah pelukan. Sekarang semua telah berbeda. Ia bukan Bastian yang dulu begitu memuja gadis itu. Keadaan sudah tidak sama lagi, dan hatinya juga sudah berpaling dari gadis masa lalu itu.


Menyadari kenyataan itu, ia segera melepas pelukan wanita itu. Mundur beberapa langkah mencoba memberi jarak diantara keduanya


"Aku merindukanmu Bastian," ucap gadis itu, ketika pelukan mereka terlepas

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu. Aku yakin kau juga merasakan hal yang samakan," ucapnya lagi


"Apa maksudmu Regina, setelah sekian lama kau pergi meninggalkanku. Kini kau kembali, dan dengan percaya dirinya kau berkata aku merindukanmu?" ujar Bastian menyeringai


"Bas, aku tahu aku pernah melakukan kesalahan dimasa lalu. Aku minta maaf, Bas. Aku ingin memperbaiki semuanya. Semua orang berhak memiliki kesempatan keduakan?"


Mungkin jika Bastian belum mengenal Amanda, ia pasti akan memilih kembali pada Regini, cinta pertamanya. Namun, semuanya sudah berubah. Sudah tidak ada lagi tempat di hatinya untuk gadis itu


"Tidak Regina, kamu sudah menjadi masa lalu. Aku tidak ingin kembali ke dalamnya. Mengingatnya saja aku tidak ingin,"


"Setelah tiga tahun kepergianmu, aku telah berjanji pada diriku sendiri, untuk melupakanmu. Kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk bersama,"


Regina berpikir keras, bagaimana caranya agar lelaki itu kembali kedalam pelukannya. Beberap detik kemudian, ia mendekatkan wajahnya, ke wajah Bastian, menipiskan jarak diantara mereka


Menempelkan bibirnya pada bibir lelaki itu. Menurutnya, ini adalah cara terakhir, agar Bastian kembali membuka hati untuknya.


Mendapatkan serangan yang begitu tiba-tiba, membuat tubuh Bastian menegang. Ia belum siap menghadapi kenyataan ini. Terlebih ketika ia menyadari keberadaan istrinya. Entah sejak kapan perempuan itu berdiri, menyaksikan adegan antara suaminya, dan wanita yang tidak ia kenal.


Memaksa dirinya untuk sadar, Bastian lalu mendorong tubuh Regina, agar menjauh darinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi seperti ini. Bagaimana ia menjelaskan ini pada istrinya

__ADS_1


"A-manda, aku---" belum sempat ia menyelesaikan ucapannya


"Ada apa ini Bas?" tanya Amanda bingung


Melihat suaminya sedang bersama wanita lain, di dalam apartemen mereka, cukup membuatnya kaget. Bahkan pikiran-pikiran buruk, telah bersarang di kepalanya.


"Aku bisa menjelaskan semua ini Amanda," ucap Bastian


Dengan tidak tahu malu, Regina memperkenalkan dirinya


"Saya Regina, calon istrin Sebastian," ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Amanda


Tidak peduli dengan kalimat Regina, Amanda masih menatap lekat suaminya, seolah menuntut penjelasan


"Ada apa ini Bastian?"


Amanda butuh kejelasan atas semua yang sedang terjadi. Siapa Regini, apa hubungan gadis itu dengan suaminya. Dan apa katanya, calon istri? Ada apa ini dengan semua ini.


Menatap suaminya dan wanita itu secara bergantian, seolah mencari jawaban dari mata manusia-manusia itu.

__ADS_1


Sepertinya aku pernah melihat wanita ini. Tampaknya ia tidak asing bagiku. Regina, dimana kita pernah bertemu?


__ADS_2