SKAKMAT

SKAKMAT
Bertanya-tanya


__ADS_3

Bastian belum mengalihkan pandangannya dari Amanda. Masih setia menunggu penjelasan atas kejadian yang baru saja ia lihat sore ini. Namun wanita itu tampaknya tak kunjung memberi penjelasan.


"Hei jawab aku...?"


"Kita sudah menikah cukup lama, Amanda. Dan sampai saat ini, kehidupan kamu masih begitu misterius buat aku," ujar Bastian


"Maafkan aku, Bas...." imbuh Amanda tertunduk lesu


Sampai saat ini, Amanda masih belum memiliki cukup keberanian untuk menjelaskan siapa dirinya sebenarnya. Bahkan untuk pertanyaan-pertanyaan kecil seperti ini, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana.


"Oh astaga, bukan maaf yang aku minta dari kamu. Aku cuma ingin tahu pekerjan kamu itu sebenarnya apa?"


"Aku ini suami kamu, loh...! Kita keluarga, aku berhak tahu semua tentang kehidupan kamu. Sama seperti aku, kamu tahu semua hal tentang aku," ucap Bastian frustasi.


Amanda memaksa otaknya untuk berpikir lebih cepat. Merangkai kata demi kata, untuk ia gunakan sebagai alasan.


Tak berapa lama kemudian Amanda tersenyum gembira, untung saja, Bastian tidak menyadari itu. Sepertinya ia menemukan sesuatu, yang dapat menyelamatkannya dalam situasi mencekam ini.


"Bas, kapan kita akan pulang. Dari tadi kamu terus saja, mencerca aku dengan berbagai pertanyaan," jawab Amanda kesal


"Heh, kenapa malah kamu yang marah-marah. Kenapa malah aku yang jadi bersalah?" tanya Bastian bingung.


"Jelaslah kamu yang salah. Aku sudah cukup lelah dengan semua pekerjaanku seharian, Bas. Aku ingin pulang, aku ingin segera beristirahat" kilahnya


"Ta........."

__ADS_1


Baiklah, Bastian memilih untuk mengunci bibirnya rapat-rapat. Ia diam, ia mengalah. Kata orang, perempuan selalu benar, dan lelaki harus selalu mengalah. Mengakhiri perdebatan yang berujung menjadi kesalahannya, iapun menghidupkan mesin mobil mereka. Beberapa saat kemudian, mobil tersebut telah meninggalkan gedung Oportunity Group.


Diamnya Bastian terus berlanjut. Ia sama sekali tidak berbicara apapun sekarang. Hal ini tentunya mengundang perhatian Amanda. Wanita itu sama sekali tidak mengerti mengapa suaminya seperti itu. Selain tidak mengerti, terkadang Amanda mempunyai tingkat kepekaan yang cukup rendah. Bahkan lebih dari itu, kepandaiaanya dalam berbohong semakin meningkat, setelah ia menikah. Ia gemar sekali mengalihkan pembicaraan atau menyusun begitu banyak kalimat alasan, untuk membenarkan dirinya.


"Bas, kenapa diam?" pancingnya


Bastian pura-pura tidak mendengar perkataan itu. Ia lebih memilih fokus pada kegiatan mengemudinya.


"Hei, Bas....! Kenapa diam...?" tanyanya lagi


"Hei...? Aku salah ya...?"


Bastian memutar bola matanya jengah, mendengar kalimat itu


Huh, menyebalkan sekali.....! Dasar perempuan tidak peka...!


"Hei Bas, ayo dong, kamu mengoceh lagi. Kamu ganteng loh kalau mengomel. Membuatku semakin jatuh cinta, huhuhu!"


"BERISIKKKK......!!!!!!!!"


Oke, Amanda diam. Tidak baik menggangu anak kucing yang sedang marah. Begitu kira-kira ia mengambarkan suaminya saat ini. Hingga tidak terasa mereka kini, telah sampai di lobby apartemen.


Masih menyimpan kekesalannya, Bastian secepat mungkin memarkir mobilnya. Lalu dengan terburu-buru ia meninggalkan Amanda. Wanita itu menatap kepergian suaminya, sambil tertawa gemas.


"Bas, Bastian. Tunggulah.....?" teriaknya kemudian, lalu berlari mengejar lelaki itu.

__ADS_1


"Oh astaga, napasku tinggal satu. Aku lelah mengejar anak kucing ini," guraunya


"Hei anak kucing....?" godanya lagi


"TERSERAH KAMU........!" Teriak Bastian, dengan wajah tersipu


Mendengar dari tadi Amanda terus saja menggodanya, kali ini ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Sebenarnya ia tidak benar-benar marah. Ia juga tahu, bahwa Amanda pasti mengetahui itu.


"Dasar menyebalkan....!" ujar Bastian sambil menjewer pipi istrinya


"Tapi kamu sayangkan...?" jawab Amanda


"Huh, untung sayang, kalau tidak....,"


"Kalau tidak apa....?"


"Oooh kamu menantang...?"


^^^


**Hallo teman teman teman teman.......πŸ’•


Terimakasih buat semuanya yang sudah berkenan mampir dan membaca karyaku yang jauh dari kata bagus, ini. Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberi like, komen, dan juga vote. Terimakasih banyak untuk semua dukungannya. Aku tahu, ini bukanlah tulisan terbaik. Masih harus banyak belajar, masih banyak yang perlu dibenahi. Semoga kedepannya semakin baik, semakin berkembang dari hari ke hari.


Sukses terus untuk kita semua. Semoga teman-teman senantiasa sehat, dan dalam lindungan Tuhan. Semoga hari-hari kalian menyenangkan teman-teman.

__ADS_1


Nit😊**


__ADS_2