SKAKMAT

SKAKMAT
Tindakan Ella Part I


__ADS_3

"Kamu sudah tidak memiliki kesempatan apapun lagi, Def. Jadi berhentilah berharap untuk memiliki Amanda lagi,"


"Alangkah baiknya kamu sadar diri, kamu sudah bukan lagi orang yang dulu ia cintai. Posisimu sudah diambil oleh orang lain, karena ulahmu sendiri,"


"Sekarang, nikmatilah penyesalanmu itu!" ucap Ella dengan sorot mata tajam, memandang lurus tepat pada mata Def. Bisa diartikan dari cara Ella berbicara dan juga dari carinya menatap lelaki itu, tampak terlihat sangat jelas, ia tidak menyukai Def.


"Kamu mengatakan ini, karena kamu membenciku kan?" jawab Def.


"Sudahlah Ella, untuk apa kau membenciku. Lagi pula, aku sama sekali tidak ada urusan denganmu. Ini antara aku dan Amanda," jawabnya lagi


"Ck, hidupmu begitu menyedihkan dan bodoh, Def. Aku sudah menebak, kamu tidak pantas bersanding dengan Amanda," imbuh Ella dengan senyum mengejek.


"Lihat saja bagaimana barusan kamu membual. Bualan yang benar-benar tidak berbobot. Kamu tidak memiliki urusan denganku?"


"Lalu untuk apa kamu menghubungiku dan memintaku bertemu di sini?"

__ADS_1


"Lawakanmu sudah ketinggalan zaman Def," kalimat itu keluar dengan mantap dari bibir Ella. Sambil sedikit tertawa, menertawai ucap Def barusan.


Def terdiam hingga beberapa saat. Mungkin lelaki itu malu, atau bisa jadi ia kehabisan kata-kata untuk menanggapai perkataan Ella. Lihatlah bagaimana Ella tertawa di atas kebodohannya itu. Merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa, kalimat tidak berbobot itu keluar dari mulutnya. Benar-benar memalukan.


Oh, tidak! Ia tidak boleh kalah dan menyerah hanya karena Ella. Bagaimanapun, ia harus berjuang untuk sesuatu yang pantas untuk ia perjuangkan.


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Def tersenyum sumringah. Seperti sedang menemukan harta karun yang berharga. Ella yang melihat perubahan dari Def tersebut, merasa was-was dan takut.


"Ella, apakah Amanda dan Bastian saling mencintai?" tanya Def tiba-tiba.


"Mengapa bertanya seperti itu? Bukankah setiap orang yang menikah, pasti akan saling mencintai?" jawab Ella berbohong.


"Apakah kamu yakin mereka saling mencintai?" Imbuh Def


"Tentunya, aku sungguh sangat yakin? Bastian begitu mencintai Amanda, dan begitu pula sebaliknya," jawab Ella lagi

__ADS_1


"Sudahlah Def, aku sudah menjelaskan padamu dari awal, sudah tidak ada lagi kesempatan bagi pengkhianat sepertimu,"


Lagi-lagi kalimat itu dijadikan sebagai senjata oleh Ella, untuk membuat nyali Def menciut. Berharap lelaki itu akan menyerah, dan pergi sejauh mungkin, dari kehidupan Amanda.


"Uuuh, sedih sekali," imbuh deh pura-pura sedih.


"Hahahah sayang sekali Ella, itu tidak mempan bagiku. Aku tidak akan menyerah." Imbuh Def kemudian.


"Terserah, aku tidak peduli!" jawab Ella.


Sepertinya Ella sudah membuang waktunya percuma di sini. Berbicara dengan lelaki itu, tidak akan ada habisnya. Ella akan pergi saja dari sana, mengakhiri pembicaran yang tidak berfaedah itu.


"Aku rasa, diatara kita sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,"


"Semoga semua yang aku katakan cukup membuatmu sadar, bahwa Amanda yang kamu kenal tiga tahun lalu, bukanlah Amanda yang sekarang"

__ADS_1


"Dia sudah bahagia Def, jangan ganggu kebahagiaannya. Mari sama-sama melanjutkan hidup masing-masing dengan damai"


__ADS_2