SKAKMAT

SKAKMAT
Dia Milikku


__ADS_3

Bastian melajukan mobilnya, membelah keramaian jalan ibu kota. Pikirannya selalu saja tentang istrinya, bagaimana bisa wanita itu berani membohonginya. Ia cukup kecewa atas tindakan tidak terpuji Amanda malam ini. Dengan terus fokus pada jalan raya, mencari alternatif lain, agar ia bisa sampai di restoran itu dalam waktu yg singkat. Beberapa umpatan keluar dari mulutnya, setiap kali ia mendapati kemacetan. Tidak bisakah semesta bekerja sama dengannya malam ini? Ia harus segera bertemu dengan istrinya, dan membawa wanita itu pulang.


Setibanya di depan restoran, dengan sedikit terburu ia memarkirkan mobilnya, lalu bergegas setengah berlari masuk. Memandang sekeliking restoran itu, hingga ia menemukan sosok yang ia kenal.


Dalam waktu bersamaan, Amanda tidak sengaja mengangkat kepalanya memandang ke depan. Tidak sengaja ia menangkap sosok suaminya. Tatapan mereka bertemu, membentuk sebuah garis lurus. Raut wajah lelaki itu sangatlah tidak bersahabat. Sontak saja wajah Amanda memucat, jantungnya berdegup kencang, apa yang harus ia lakukan. Apa yang akan terjadi diantara mereka hari ini.


Billy yang belum menyadari keadaan menjadi bingung dengan tingkah Amanda.


"Hei kenapa, kamu lagi sakit? Wajahmu kelihatan sangat pucat Manda," ucap Billy, sambil meletakan tangannya di kening Amanda. "Kau dingin sekali," ujarnya lagi

__ADS_1


Tentu itu mengundang emosi Bastian, yang sedari tadi memperhatikan perlakuan Billy pada istrinya


"Lepaskan tanganmu, berani sekali kau menyentuhnya," teriak Bastian marah, sambil mencengkram kuat tangan Billy. "Berani sekali lagi kau menyentuhnya, habis kamu" ucapnya lagi


"Memangnya kau siapa,hah!" ujar Billy menantang, sambil menyetakkan tangan Bastian hingga genggamannya terlepas


"Harusnya kau sadar posisimu Bastian, kau hanya sepupu Amanda. Jangan melewati batasanmu," ujar Billy lagi, dengan tatapan menghina


Menyadari akan terjadi adegan berbahaya, Amanda dengan cepat menahan tubuh suaminya, memeluk tubuh pria itu. Tampaknya semua pengunjung memperhatikan mereka, namun tidak ada satupun yang berani ikut campur. Beberapa dari pengunjung ada yang mengenal kedua pria itu. Mereka sudah menjadi tontonan gratis para pengunjung restoran. Bahkan tidak sedikit yang merekam kejadian langka itu. Mungkin dalam menit-menit berikutnya, akan muncul berita di media sosial dengan topik utama 'putra tunggal seorang pengusaha terkenal Ardy Fernando yang bernama Sebastian Fernando, memperebutkan seorang gadis yang tidak di kenal, dengan seorang pengusaha muda pemilik Senada Group, Billy Praharja.'

__ADS_1


Persetan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagi Amanda, yang lebih penting adalah, berusaha agar adegan baku hantam tidak terjadi diantara kedua lelaki itu


"Aku mohon hentikan Bastian, aku minta maaf, aku yang salah," ujarnya Amanda sambil memeluk tubuh suaminya


" Terus saja kau membelanya. Lepaskan aku, biarkan aku memberi pelajaran kepada si brengsek ini," ucap Bastian sambil berusaha melepas pelukan istrinya


"Bastian aku mohon jangan permalukan dirimu disini, dengarkan aku, sekali ini saja," ucap Amanda sedikit terisak. "Aku mohon Bastian, dengarkan aku," ujarnya lagi sambil mengeratkan pelukannya.


Mendengan isakan istrinya, seketika hatinya terasa seperti teriris. Ia tidak ingin Amanda menangis, bahkan menjadi penyebabnya saja tidak. Merengkuh tubuh wanita itu kedalam pelukannya, sambil tangannya membelai lembut kepala istrinya.

__ADS_1


"Jangan lakukan padaku hal seperti ini lagi Manda," ujarnya setengah berbisik, namun masih terdengar oleh Billy.


Lelaki itu hanya berdiri mematung, menyaksikan perlakuan Bastian pada Amanda. Tentu hal ini memicu kecurigaannya, apakah benar, kedua orang ini adalah sepupu? Interaksi antar keduanya benar-benar tidak seperti seorang sepupu. Begitu kira-kira Billy menyimpulkan


__ADS_2