SKAKMAT

SKAKMAT
Lingkaran Masa Lalu


__ADS_3

"Hati-hati di jalan ya Bas," ucap Amanda sambil mencium tangan suaminya. Seperti biasa Bastian selalu mengantar istrinya bekerja.


"Iya, nanti tunggu aku jemput ya pulangnya," jawab Bastian. Lalu kemudian ia melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan milik Amanda.


Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya barulah Amanda beranjak masuk ke dalam gedung perusahaan miliknya. Tampak seluruh karyawan menunduk hormat padanya. Ini sudah menjadi hal pertama yang akan ia temui jika ia tiba.


"Selamat pagi, Bu---,"


Amanda menanggapinya sambil tersenyum ke arah seluruh karyawan yang berada di sana. Lalu beberapa detik kemudian, ia melangkah pergi menuju ruang kerjanya. Di sana tampak Ella sudah menunggunya. Ini sudah menjadi kebiasaan Ella, lebih baik ia menunggu Amanda, dari pada gadis itu yang datang lebih dulu darinya. Meskipun ia tahu, Amanda tidak terlalu mempermasalahkan itu. Namun bagi Ella, ini adalah wujud dari betapa ia menghargai Amanda. Terlepas dari keterdekatan antar keduanya selama ini.


"Hai Ella, apa kau sudah lama menungguku?" ucap Amanda ketika ia telah tiba tepat di depan pintu ruang kerjanya


"Tentu tidak. Aku tahu kau tidak akan pernah membuat orang lain menunggumu terlalu lama," jawab Ella, sambil tersenyum


Terdengar renyahan tawa dari bibir Amanda, setelah mendengar perkataan Ella. Melihat reaksi Amanda, Ella menjadi terlihat bingung, tidak mengerti.


"Ada apa, apakah aku terlihat seperti seorang pelawak, sehingga kau tertawa,"


Dan sekali lagi, Amanda terus tertawa mendengar perkataannya.


"Hei, tidak ada yang lucu Amanda. Berhentilah tertawa," ucapnya.


"Apa ada yang aneh dari penampilanku hari ini? Apakah riasan di wajahku berlebihan? Apakah aku salah mengenakan pakaian? Apakah------"


Belum selesai ia berbicara Amanda sudah memotong pembicaraannya

__ADS_1


"Apakah kita akan terus berdiri di depan pintu, dan membahas hal yang tidak penting Ella?"


"Pekerjaan sedang menunggu kita," ujar Amanda. Ia kemudian menarik tubuh Ella yang sedang sibuk memperhatikan penampilannya.


Ella masih terus saja memperhatikan penampilannya, dari balik cermin yang berada di ruangan itu. Melihat itu Amanda menjadi gemas-gemas kesal.


"Apa kau akan terus seperti itu? Hentikan Ella, aku pusing melihat gerak-gerikmu itu," kata Amanda


"Tidak ada yang salah dengan penampilanmu. Setiap hari kau selalu tampil sempurna," ucap Amanda lagi


"Huh, kau membuatku panik saja. Apa kata karyawan lain jika melihat penampilanku berantakan. Bisa jatuh pamorku sebagai asisten Amanda Manuwella," imbuh Ella


Amanda tidak berniat lagi untuk merespon perkataan tidak penting dari Ella. Ia hanya menunjukan ekpresi geli atas tingkah sahabatnya itu. Dan beberapa menit berikutnya, tampak Ella membawa beberapa berkas pekerjaan yang harus diperiksa dan di tanda tangani oleh Amanda. Lalu menyebutkan beberapa agenda penting untuk Amanda hari ini.


"Oh iya, apa kau tahu?" ujar Ella setelah mereka berdiam beberapa saat. Ia sengaja menangguhkan bicaranya, untuk mengalihkan fokus Amanda, yang sedang berkutat dengan beberapa berkas pekerjaan.


"Ada apa, kau belum mengatakan apapun. Bagaimana aku tahu apa yang kau bicarakan," jawabnya


"Ini hal yang sangat penting Amanda," ucap Ella


"Sepenting apa?" tanya Amanda, kali ini ia menatap Ella sebentar, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


"Ini mengenai Def," jawab Ella menggantung lagi


Amanda menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan diri untuk tidak berteriak kesal pada Ella. Menurutnya itu bukanlah sesuatu hal sangat penting. Ella hanya mengganggunya saja.

__ADS_1


"Itu bukanlah hal penting Ella, kau mengganggu saja. Pergi sana, selesaikan pekerjaanmu," balasnya cuek


"Ini penting Ella. Kemarin Def datang ke apartemen yang dulu kau tempati sebelum menikah," jelasnya, yang langsung direspon dengan tatapan terkejut dari Amanda


"Hah? Dia datang kesana? Kau tahu dari mana Ella," ujar Amanda mulai tidak sabar. Perhatiannya kini benar-benar fokus pada Ella


"Malam hari sekitar pukul sebelas malam, ia datang kesana. Namun, karena ia tidak menemukanmu disana, ia bertanya pada pihak keamanan yang bertugas malam itu," jelas Ella


"Aish, dua manusia itu sama saja. Tidak dia, tidak istrinya, mengganggu kehidupan orang saja," tutur Amanda terdengar frustasi


"Maksud kamu?" tanya Ella bingung


Amanda kemudian menceritakan semuanya pada Ella. Hubungan antara masa lalunya dan masa lalu Bastian. Dan tentang kemunculan Regina dan Def akhir-akhir ini.


"Astaga, dunia benar-benar sangat sempit Amanda. Kamu dan Bastian terjebak dalam lingkaran masa lalu," ujar Ella terkaget-kaget


"Apakah Bastian juga tahu masa lalumu?" tanyanya kemudian.


Amanda tidak berkata apapun. Ia hanya menanggapi pertanyaan Ella dengan gelengan kepala saja. Yang tentu di mengerti oleh Ella dengan cepat.


"Mengapa kau tidak jujur saja padanya Manda. Ini bukan main-main, ini perkara yang akan menjadi rumit untukmu dan untuk rumah tangga kalian kedepan," ujarnya kemudian


"Sampai kapan kamu terus menjadi orang lain di depan Bastian?" ucap Ella lagi


Amanda tampak frustasi kali ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku belum siapa Ella, belum waktunya ia untuk tahu semuanya," jawabnya


__ADS_2