SKAKMAT

SKAKMAT
Balasan Untuk Sebuah Kebaikan


__ADS_3

Pagi ini, Bastian sedang berada di meja makan keluarganya, bersama dengan Ayah dan Ibunya. Pria itu tampak sedikit lebih baik pagi ini, walaupun semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak. Bagaimana tidak, tidur di kamarnya yang dulu membawanya pada kenangan malam pernikahannya dengan Amanda. Bagaimana ia memberi kesan buruk pada istrinya itu. Memikirkan gadis itu, membuatnya terus menerus di hantui rasa bersalah


"Kalian sedang ada masalah ya Bas," tanya Ardi pada putranya. Ardi merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangga anaknya.


"Eem, tidak Ayah. Kami baik-baik saja. Setiap hari Amanda selalu memasak makanan untuk Bas, juga selalu menyiapkan bekal untuk Bas bawa bekerja," tuturnya sesantai mungkin


"Syukurlah kalau begitu Bas. Ayah tahu Amanda itu adalah gadis yang baik, dan bertanggung jawab. Makanya Ayah selalu berpesan, jagalah istrimu. Wanita seperti itu langka Bas, mungkin hanya ada satu diantara seribu perempuan," imbuh Ardi


"Ayah nanti setelah sarapan, Bastian ingin berbicara berdua dengan Ayah. Ini tentang perusahaan kita,"


"Ya sudah cepat habiskan sarapanmu. Nanti kita bicarakan," kata Ardi


***


Bastian dan Ayahnya sedang duduk berdua di bangku taman, di halaman belakang rumah mereka. Taman itu begitu indah, dengan beraneka ragam jenis tanaman hias yang tumbuh dengan baik. Ini adalah tempat kesukaan keluarganya, menjadikan taman ini tempat untuk melepas penat, dari segala beban hidup, yang tak ada habisnya.

__ADS_1


"Kau mau bicara apa Bas?" ujar Ardi memulai pembicaraan


"Sebelumnya Bastian minta maaf Ayah, jika Bas lancang mempertanyakan ini. Tapi Bas sungguh penasaran apa alasan Ayah menikahkan Bastian dengan Amanda," tanya Bastian to the point


Tidak langsung menanggapi, Ardi malah menatap dalam sorot mata putranya. Menatapnya penuh arti, yang Bastian sendiri tidak mengerti.


"Kenapa kau mempertanyakan itu Bastian? Apa kau dan istrimu sedang ada masalah?" bukan menjawab, Ardi malah kembali bertanya pada putranya


"Sebenarnya apa yang sudah keluarganya lakukan pada kita Ayah? Sehingga kita harus membalas budi itu, dengan pernikahan ini?"


Ardi sudah menduga, suatu saat putranya pasti mempertanyakan hal ini. Apa sebenarnya yang terjadi dengan anak dan menantunya itu. Apakah Amanda melakukan sesuatu yang merugikan putranya?


"Jawab aku dulu Ayah. Apa yang sebenarnya terjadi antara kita semua?" ucap Bastian tidak sabar dengan Ayahnya yang terus bertanya tentang pernikahannya


Ardi terdiam sejenak, lalu menghirup udara sebanyak yang ia mampu. Bastian harus tahu sesuatu, walaupun tidak semuanya. Semua ini adalah permainan takdir, Ardi tidak bisa mendahului ataupun mengubahnya

__ADS_1


"Kita pernah berada di titik terendah, sebelum kita bisa seperti saat ini. Perusahaan kita hampir saja bangkrut, hutang perusahaan dimana-dimana"


"Saat Ayah hampir putus asa, keluarga Amandalah yang menolong Ayah Bas. Bukan hanya materi, namun tenaga juga mereka kerahkan untuk membantu perusahaan Ayah menjadi bangkit lagi. Saat itu, ayah berjanji akan membalas kebaikan mereka," tutur Ardi mulus tanpa cela, walau itu sebenarnya adalah kebohongan


Mendengar semua penjelasan Ayahnya, terbesit rasa bersalah di hatinya terhadap istrinya. Ia mengingat semua tuduhan dan kata-kata kasar yang pernah ia lontarkan kepada Amanda. Aah betapa bodohnya dirinya


"Lalu Ayah, kenapa Ayah tidak mengembalikan semuanya dalam bentuk uang saja, mengapa harus dengan pernikahan ini?"


"Ayah juga dulu inginnya seperti itu, nak. Namun takdir berkehendak lain, belum sempat Ayah membalas kebaikan mereka, kedua orang tua Amanda meninggal karena kecelakan Bastian," Ardi terdiam sejenak.


Cerita yang ia karang itu, benar-benar luar biasa. Bastian tampaknya terbawa suasana sedih, Ardi tidak menyangka ia ternyata memiliki bakat terpendam.😁😁😁


"Kau tahu Bas, bahwa tidak ada bayaran untuk sebuah kebaikan. Tidak selamanya materi harus di balas dengan materi."


"Untuk itulah Ayah memintamu menikahi Amanda, sebagai wujud balas budi dan juga wujud tanggung jawab Ayah"

__ADS_1


"Nak, Ayah tahu kalian tidak saling mencintai, namun Ayah minta tolong, jangan sakiti Amanda Bas. Dia adalah istrimu, satu untuk selamanya,"


Bastian terhanyut dalam penjelasan Ayahnya. Ia kini mengerti bahwa tujuan Ayahnya adalah kebaikan. Ia bisa memahami bagaimana terpuruk dan menderitanya Amanda selama ini. Ia berjanji akan membahagiakan gadis itu, dengan seluruh kemampuan yang ia miliki


__ADS_2