
Di perusahaan milik keluarga Sebastian, tampaknya rapat penting yang sudah di rencanakan beberapa hari yang lalu, terpaksa di tunda. Ada sedikit kendala yang terjadi di beberapa perusahaan lain yang berada di bawah naungan perusahaan itu. Membereskan masalah itu terlebih dahulu, kemudian membuat perjanjian rapat di waktu berikutnya.
Bastian tampaknya tidak begitu peduli dengan rapat yang tertunda itu. Ia malah berpikir, semesta sedang berbaik hati pada. Ia sudah berencana untuk memberi kejutan kepada istrinya, saat pulang nanti. Membayangkan wajah istrinya saja, itu sudah cukup menambah energi positif dalam dirinya. Ia tidak lagi membohongi dirinya, bahwa ia tidak tertarik dengan gadis itu. Siapa sangka, pernikahan yang tidak ia inginkan, istri yang begitu ia benci itu, mampu meluluhkan hatinya. Perspektifnya tentang perempuan sekarang telah berubah, sejak ia mengenal Amanda. Kepribadiannya yang pekerja keras dan sederhana membuat Bastian mengagumi sosok istrinya. Ah gadis itu, mengapa begitu mengagumkan.
Lama bergumul dengan pikirannya sendiri, memikirkan istrinya membuatnya merindukan gadis itu.
Apa yang sedang kau lakukan sekarang Manda? Apa kau sedang sibuk, dengan pekerjaanmu. Aku sangat penarasan dengan apa yang kau kerjakan disana. Aku merindukanmu, apa kau juga demikian? Batinnya
"Ah lebih baik, aku mengirimkan pesan singkat saja padanya. Mungkin dengan aku memberi perhatian-perhatian kecil bisa membuatnya luluh," ucap Bastian pada dirinya sendiri. Iapun mengambil ponselnya di atas meja kerjanya, mulai mengirim pesan pada istrinya
"Manda, kau sedang apa? Apa kau sedang sibuk sekarang?"~Bastian
Tidak perlu menunggu lama, untuk Bastian menerima balasan dari istrinya
__ADS_1
"Tidak Bas, waktuku sedang senggang. Ada apa, kau sedang rapatkan? Tidak baik seorang pemimpin perusahaan bermain handphone saat sedang rapat! Kau harus memberi contoh yang baik kepada bahawanmu,"~Amanda
Lihatlah betapa menariknya gadis itu. Bastian bahkan berpikir, jika sekarang istrinya itu sedang meceramahinya secara langsung. Ia kembali membayangkan wajah istrinya, sambil tersenyum
"Aku sedang keluar sebentar, untuk mengabarimu. Siapa tahu kau mungkin merindukanku?"~Bastian
"Aku tidak merindukan Bas, kau jangan terlalu percaya diri. Sudah jangan menggangguku, aku mau melanjutkan pekerjaanku. Kau juga, lanjutkan mengikuti rapatnya,"~Amanda
"Jangan lupakan makan siangmu. Aku tidak mau melihat tempat bekalmu, berisi makanan yang tadi pagi kau bawa,"~Amanda
***
Saat jam pulang kerja tiba, Bastian langsung bergegas untuk pulang ke apartemennya. Sebelumnya ia mampir ke toko bunga terlebih dahulu, berniat mencarikan bunga untuk istrinya. Ia ingin memberi kejutan kepada gadis itu. Sebelumnya ia sudah memastikan bahwa istrinya sudah pulang lebih awal darinya.
__ADS_1
Dengan senyum penuh yang melekat di wajah tampan Bastian, ia melangkah menyusuri lorong menuju apartemen miliknya. Tangan kirinya memegang sebuket bunga, sementara tangan kanannya menekan beberapa kode apartemen itu. Pintu pun terbuka, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan istrinya. Suasana apartemen itu, sama persis saat mereka berangkat kerja tadi pagi. Mungkin Amanda berada di kamarnya. Dengan langkah lebar, ia mulai menuju kamar istrinya. Namun kamar itu kosong, Amanda tidak ada di sana.
Dengan raut wajah yang tampak kecewa, Bastian mendudukan tubuhnya di atas ranjang istrinya. Meletakan bunga yang tadi ia pegang di atas ranjang besar itu sembarangan. Bagaiamana ia tidak kecewa, ekspetasinya yang begitu tinggi untuk membuat kejutan untuk istrinya berujung pada kegagalan. Ia langsung mengambil ponselnya dari saku jasnya lalu menghubungi istrinya, dengan nafas yang memburu menahan emosi.
"Manda kau dimana?" ujarnya terdengar tidak sabaran
"Hallo Bastian, ada apa? Aku di apartemen. Jam berapa kau akan pulang?" ujar gadis itu santai. Tampaknya ia belum menyadari apa yang sedang terjadi antara ia dan suaminya
"Kau berani berbohong pada suamimu?" ujar Bastian mulai meninggi
"Apa maksudmu Bas, aku tidak mungkin membohongimu. Sudahlah lanjutkan rapatmu, dan cepat pulang, aku akan menunggumu,"
"Jangan menguji kesabaranku Manda, katakan kau berada dimana. Aku sudah di apartemen, dan kau sama sekali tidak berada disana,"
__ADS_1
"Kau sudah pulang?" ujar Amanda, terdengar mulai panik
"Kau akan sampai disini dalam sepuluh menit, atau kau kirimkan alamatmu dan aku akan menjemputnya?"