SKAKMAT

SKAKMAT
Antara Perasaan Dan Keinginan


__ADS_3

Amanda benar-benar bingung dengan perubahan sikap suaminya. Apa yang sedang lelaki itu rencanakan. Kenapa tiba-tiba ia berubah, menjadi bersikap kepadanya.


Tidak, Amanda tidak boleh lengah. Ia harus menjaga jarak dengan lelaki itu, mungkin saja ia sedang merencanakan sesuatu. Lagian berbuat baik pada pria itu, tidak ada untung baginya. Amanda berpikir sejenak, seutas senyum terukir sempurna di wajahnya.


Kini Amanda tahu apa yang harus ia lakukannya, ia akan berpura-pura baik kepada suaminya, membuat pria itu jatuh pada pesonanya, lalu ketika ia sudah masuk dalam genggamannya ia akan menghancurkan hati lelaki itu.


Aaah sepertinya seru sekali. Baiklah kita akan mulai pelan-pelan Bastian, gumam Amanda


"Hei, apa aku melewatkan sesuatu Manda. Kenapa kau senyum-senyum sendiri," ucap Ella mengagetkan Amanda


"Astaga Ella, kau membuat jantungku copot dari sarangnya," imbuh Amanda sambil memegang dadanya kaget


"Kedatanganku, atau pria tampan itu yang membuat jantungmu copot," gurau Ella


"Astaga kau, sepertinya pikiranmu harus di bersihkan Ella. Banyak sekali noda-noda membandel di dalamnya, sehingga kau tidak bisa berpikir dengan baik,"


"Aku atau kau yang harus di bersihkan?" goda Ella lagi


Keduanya kemudian terdiam, tenggelam dengan pemikiran masing-masing. Ella akhirnya memulai pembicaraan

__ADS_1


"Manda bagaimana hubunganmu dengan suamimu,"


"Hm biasa saja Ella, tidak ada yang menarik dengan pernikahanku,"


"Hei maksudmu? Kenapa kau tampak seperti perempuan yang di paksa menikah. Padahal kan kamu yang memaksa Bastian menjadi suamimu, sebagai balas budi,"


"Aku juga tidak mengerti, sepertinya lelaki itu sulit untuk aku pahami. Bayangkan saja Ella, di malam pernikahan, dia menyiksaku. Kemudian kami pindah ke apartemen miliknya,"


"Iya aku sudah tahu. Terus, masalahnya apa?"


"Beberapa hari setelah itu, dia mengajakku membuat surat perjanjian Ella. Dia berpikir aku mengincar hartanya, kami berdebat hari itu,--"


"Kami sepakat menjadi orang asing, yang tidak mau peduli satu sama lain. Beberapa hari ini, kami setiap hari selalu bertengkar. Dan kamu tahu, tadi siang dia menghubungiku, mengajakku makan siang, seolah kita cukup dekat dan baik-baik saja,"


"Hmmm. Manda mana mungkin ada orang asing tinggal satu rumah. Okelah kalian itu belum saling mengenal, tapi apa salahnya kalian mencoba"


"Kalian harus memulainya dengan benar, membuat perjanjian bukanlah pilihan yang tepat. Pernikahan itu sakral Manda, bukan untuk main-main, sekali seumur hidup,"


"Ella apa ini adalah sebuah kesalahan? Sepertinya aku menyesal telah melakukan itu,"

__ADS_1


"Tidak Manda, pernikahanmu bukanlah sebuah kesalahan, tapi niatmu yang salah. Aku sudah bilang berkali-kali kan, kamu harus bisa melupakan Def. Mungkin dia bukanlah takdirmu"


"Sekarang yang kamu lakukan, mulailah semuanya bersama Bastian. Cinta bisa saja datang secara tiba-tiba, kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara Tuhan mengubah hati seseorangkan"


"Jika sekarang kamu membencinya, mungkin lusa kamu tidak ingin kehilangannya. Mulailah pelan-pelan, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari," ucap Ella panjang lebar menasehati sahabatnya


"Tapi aku ingin mencobanya sekali saja Ella,"


"Maksud kamu?"


"Aku ingin membuatnya mencintaiku, lalu kemudian aku meninggalkannya"


"Hei, jangan gila Manda. Kau tahu kan bagaimana rasanya patah hati? Aku berharap kau belajar dari rasa sakitmu sendiri. Bagaimana jika sebaliknya kamu yang terperangkap?"


"Ku pastikan tidak kali ini Ella,"


"Pikirkan baik-baik niatmu ini Manda, jangan sampai kau menyesal. Hati seseorang bukan tempat untuk bersenang-senang, kau tahu?"


Amanda bingung dengan pikirannya sendiri. Di satu sisi ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Bastian. Memulai semuanya dengan benar, tapi disisi lain ia juga ingin membalas sakit hatinya. Entahlah bagaimana hidupnya selanjutnya. Biarlah Sang Pemilik takdir yang menentukan yang terbaik

__ADS_1


__ADS_2