
Def menatap Amanda keheranan. Amanda yang ia kenal selama ini tidak seperti itu. Terlebih lagi air muka Amanda seketika berubah, tidak lagi tersenyum seperti pertama kali ia datang.
"Hei jangan terlalu buru-buru. Kamu baru saja tiba, apa kamu tidak ingin memesan sesuatu?" tanya Def mencoba mengulur waktu
"Aku rasa tidak ada, Def. Tujuanku kesini hanya untuk menemuimu perihal kejadian beberapa waktu lalu,"
"Ada apa kau mencariku, Def?" ucap Amanda mengulangi pertanyaannya.
Amanda menatap Def dengan sorot mata tajam. Tatapan itu seolah mengintimidasi Def, membuat laki-laki itu salah tingkah.
Apa yang telah terjadi padamu Amanda. Kau sangat berubah, ini sungguh bukan kau yang aku kenal tiga tahun lalu
"Em maaf bila kedatanganku membuatmu merasa terganggung. Tapi apa aku salah bila berniat untuk mengunjungimu?" ujar Def sambil tersenyum, berusaha menghilangkan kecanggungan.
Amanda memutar bola matanya jengah. Lelaki di hadapannya ini tampaknya sedang mengulur-ngulur waktu saja. Amanda tidak menyukai itu, ia tidak ingin membuang waktu percuma dengan obrolan yang tidak penting.
"Sekali lagi aku katakan padamu Def, aku tidak ingin berlama-lama di sini. Jika kau tidak ingin menjelaskan tujuan kedatanganmu, tidak masalah," ujar Amanda mulai tidak sabar
__ADS_1
"Tunggu dulu Manda, tidak bisakah kita menjadi seperti dulu lagi?" ucap Def, sambil menahan tangan Amanda yang hendak beranjak pergi
"Apa maksudmu, jika tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan biarkan aku pergi," jawab Amanda
Def menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar ke udara. Setelah memastikan Amanda duduk kembali, barulah ia memulai berbicara.
"Aku minta maaf Amanda, mengenai kejadian tiga tahun yang lalu. Kamu tentu tahukan apa alasanku menikahi Regina?" ujar Def kemudian.
"Kami tidak sengaja melakukan kesalahan Manda, sehingga dengan terpaksa kami menikah. Saat itu aku tidak punya pilihan lain," imbuhnya sambil menunduk
Amanda mendengar dengan baik semua yang Def katakan. Meskipun ia tahu, bahwa itu hanyalah akal-akalan lelaki itu. Amanda sudah tahu semuanya, ketika ia tidak sengaja menguping pembicaraan Bastian dan Regina waktu itu.
"Kami tidak saling mencintai Amanda, pernikahan kami tidak bertahan lama. Setelah anak yang ia kandung lahir, ia meninggalkanku. Setelah mengambil seluruh aset perusahaanku,"
Wah, kau sudah pandai bersandiwara ya sekarang. Mengapa kau tidak ikut casting sinetron azab saja Def.
Mereka berdua hening beberapa saat. Def menunggu Amanda untuk merespon penjelasannya. Namun yang ditunggu tampaknya tidak berniat mengatakan apapun.
__ADS_1
"Apa kau mendengarkan ucapanku dari tadi? Mengapa kau diam saja," ujar Def kemudian
"Em, iya aku mendengarkan. Apa masih ada lagi yang perlu kau katakan?" jawab Amanda
"Amanda, aku ingin memulai kembali semuanya. Aku ingin kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku di masa lalu," ucap Def sambil menggenggam erat tangan Amanda, yang langsung ditepis kasar oleh wanita itu.
"Sayang sekali Def, aku tidak tertarik untuk itu. Jika kau ingin memperbaiki kesalahanmu di masa lalu, kembalilah kepada istrimu,"
"Kalian berdua harus memperbaiki kesalahan yang telah kalian perbuat. Lagi pula, kau juga sudah memiliki anak. Apa kau tega meninggalkan anakmu dan membiarkannya menderita karena keegoisanmu?"
"Apa kau mau anakmu tumbuh dan berkembang tanpa orang tua?" ucap Amanda tegas.
Ia kemudian beranjan dari kursi tempat ia duduk, lalu melangkah hendak meninggalkan Def. Namun langkahnya terhenti ketika pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang ia kenal. Laki-laki itu juga tampak memandang kearahnya, dan pandangan merekapun bertemu
"Bas,--------"
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Bastian sudah berada tepat di depannya. Lelaki itu menatap tajam ke arah Amanda. Sambil memandang sekeliling, mencari tahu siapa yang ditemui oleh istrinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu ada di sini? Kamu sedang menemui siapa? Katanya kamu banyak pekerjaan di kantor, apa ini bagian dari pekerjaanmu?" tanya Bastian bertubi-tubi. Lalu tidak sengaja ia menangkap sosok seseorang yang ia kenal, juga berada di sana.
Def, mengapa laki-laki itu berada di sini. Apa ia yang di temui oleh Amanda?