
Satu jam sebelumnya.....
Amanda sedang bersiap-siap untuk pulang, pekerjaannya sudah selesai. Tak lama kemudian, ponselnya berdering
"Hallo Bastian, iya aku sedang bersiap-siap untuk pulang. Kau masih rapat? Ya sudah aku pulang ya, teleponnya aku tutup,"
Setelah menutup sambungan teleponnya, Amanda bergegas menuju lift yang akan mengantarnya ke lobby utama perusahaannya. Tentunya disana supir pribadinya sudah menunggu, untuk mengantarkannya pulang ke apartemen.
Saat ia tiba di lobby utama, tampaknya Billy juga sedang menunggunya disana. Melihat Amanda dari jauh, Billy langsung berjalan ke arah gadis itu. Amanda yang melihat Billy menghampirinya, dengan senyum lebar ia menyapa lelaki itu.
"Hai Bil, ada apa kau kemari?" ucap Amanda penasaran
__ADS_1
"Ah, aku hanya ingin mengajakmu menikmati keindahan kota di malam hari Manda," ucap Billy sambil mengikuti Amanda yang berjalan menuju luar gedung
"Alasanmu selalu sama setiap ingin mengajakku pergi Billy, kau tidak punya kosakata lain kah?" ujar Amanda sambil tertawa
"Lagi pula, apa lagi alasan yang bisa aku katakan Manda. Kalau ingin mengajakmu berkencan kan tidak mungkin?" ucap Billy mencairkan suasana
"Hahaha, aku juga tidak ingin berkencan denganmu Billy," ujar Amanda menanggapi gurauan Billy
"Baiklah, aku juga ingin berjalan-jalan malam ini. Sepertinya lebih menyenangkan berjalan dengan orang lain daripada seorang diri,"
Amanda pergi bersama dengan Billy, untuk sekedar menikmati makan malam, atau menikmati keindahan kota di malam hari. Sempat berpikir untuk meminta izin pada suaminya. Namun ia mengurungkan niatnya, mengingat Bastian sedang mengikuti rapat penting hari ini. Amanda yakin, ia pasti akan pulang lebih cepat. Bastian tidak akan mengetahuinya.
__ADS_1
Amanda tidak menaruh curiga ketika suaminya tiba-tiba menghubunginya. Saat itu, ia sedang menikmati makan malamnya dengan Billy, di sebuah restoran mewah yang menyajikan menu makanan khas Jepang. Ia tidak tahu jika ternyata suaminya sudah menunggu dirinya di rumah.
"Kau dimana Manda," suara Bastian terdengar seperti sedang menahan emosi
"Aku di apartemen Bas, ada apa?" jawab Amanda santai
"Kau bohong! Kau sedang tidak di rumah. Jangan mencoba untuk membohongiku Manda. Kau lebih memilih yang mana, pulang dalam waktu sepuluh menit, atau kau katakan dimana kau berada, dan aku akan segera menjemputmu," suara Bastian terdengar benar-benar marah kali ini
Amanda tidak pernah tahu semuanya akan seperti ini. Bukankah jelas-jelas Bastian mengatakan jika ia sedang rapat. Apa maksud dari semua ini, apa Bastian sedang mengujinya. Ah betapa bodohnya dirinya tidak meminta izin kepada Bastian, jika ia hendak bepergian. Amanda tahu bagaimana sifat Bastian, yang mudah sekali emosi. Apa yang harus ia lakukan, pilihan yang di tawarkan Bastian sangat sulit. Tidak mungkin ia akan sampai ke apartemen, dalam waktu sepuluh menit. Lalulintas malam ini cukup ramai, pasti akan macet dimana-dimana. Lalu jika Bastian menjemputnya, dan melihat ia bersama Billy, habislah hidupnya. Bagaimana ini, bisakah ia memilih menghilang saja dalam situasi ini.
Setelah menimbang, menetapkan dan memutuskan ia akhirnya memilih, mengirimkan alamat restoran dimana ia dan Billy berada. Jika memilih untuk pulang dalam waktu sesingkat itu, sangatlah tidak mungkin. Itu hanya akan memicu masalah baru antara ia dan suaminya. Amanda hanya bisa berdoa, semoga masalahnya tidak akan menjadi lebih rumit, meskipun ia tahu, itu kemungkinannya sangatlah kecil. Makanan khas Jepang yang begitu menggugah selera itu, sama sekali tidak Amanda sentuh. Tiba-tiba saja nafsu makannya menghilang. Bukan perutnya yang harus ia pikirkan sekarang. Tapi Bastian, Billy dan juga dirinya sendiri
__ADS_1