SKAKMAT

SKAKMAT
Taktik Menghindar


__ADS_3

Sudah kurang lebih tiga puluh menit Bastian menunggu Amanda di lobby utama gedung Oportunity Group. Namun selama itu, ia sama sekali belum melihat tanda-tanda istrinya akan datang. Yang tampak hanyalah beberapa karyawan lain, perlahan mulai meninggalkan gedung megah itu.


Bastian memilih untuk menunggu sebentar lagi, mungkin Amanda masih memiliki pekerjaan yang belum terselasaikan.


Ponselnya berbunyi, tampak Amanda yang menelepon.


"Hallo Manda kamu dimana, aku di lobby utama ya," ucap Bastian


"Bas, kamu ke lobby barat saja ya. Tadi ada beberapa berkas pekerjaan yang harus aku antarkan ke departemen pembangunan. Lalu aku lihat ada lift, aku masuk saja, dan akhirnya aku tiba di lobby barat," tutur Amanda terdengar polos


"Tidak apa-apakan kamu kesini?" ucapnya ragu-ragu


"Iya tidak apa-apa, aku akan segera kesana," ujar Bastian


Segera setelah sambungan telepon itu terputus, Bastian segera menuju lobby barat, dimana Amanda sedang menunggunya. Ia tidak ingin membuat istrinya itu menunggu dirinya terlalu lama.


***


"Kamu mau makan malam di luar, atau di apartemen saja?" tanya Bastian pada istrinya sambil tetap fokus mengemudi.


Amanda berpikir sejenak, tidak langsung menanggapi perkataan suaminya. Sudah lama mereka tidak menikmati waktu berdua di luar rumah. Bahkan setiap akhir pekan, tidak pernah terbesit dipikiran keduanya untuk keluar rumah. Amanda juga merindukan makanan restoran, ia sudah bosan dengan masakannya sendiri.

__ADS_1


Tetapi sepertinya rumah adalah tempat yang paling aman untuknya saat ini. Def, mantan kekasihnya telah kembali. Bisa saja ia akan bertemu dengan lelaki itu dan membuat masalah.


"Em, sepertinya jangan makan di luar dulu Bas. Hari ini pekerjaan di kantor sangat banyak. Aku lelah," ucap Amanda dengan wajah memelas


Sedikit kecewa, namun Bastian mencoba untuk mengerti istrinya. Amanda pasti lelah dengan pekerjaannya, buktinya saja, saat sudah jam pulang ia masih harus mengantar berkas pekerjaan. Kalau sudah begini, keinginan Bastian untuk meminta istrinya berhenti bekerja muncul lagi. Namun, ia mencoba menahannya, sekarang bukanlah waktu untuk berdebat.


"Kamu mau makan di luar ya?" imbuh Amanda, seolah tahu pikiran Bastian


"Ia Manda, sudah lama kita tidak keluar rumah,"


"Maafkan aku Bas,---"


Berpikir sejenak, lalu kemudian Bastian mengangguk tanda setuju, akan ide istrinya. Lalu tanpa menunggu lama, ia melajukan mobilnya, menuju restoran yang telah mereka sepakati.


***


Hari sudah mulai malam, namun Def masih setia menunggu Amanda di lobby utama. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam. Sudah kurang lebih dua jam lamanya ia menunggu. Namun selama itu, Amanda tidak kunjung datang.


Resepsionis yang tadi bertugas kini sudah tidak berada di tempatnya, mungkin ia sudah pulang. Security yang tadi berjaga, kini sudah berganti sift dengan orang yang berbeda. Mendapati dirinya seperti orang bodoh, menunggu seseorang yang sama sekali tidak bisa di pastikan kedatangannya.


Ck, kau pikir aku bodoh Amanda, kau pasti sedang mencoba menghindariku sekarang. Kau pasti sedang menunggu sampai aku pergi dari sini. Aku akan menunggu sampai kau keluar dari tempat persembunyianmu.

__ADS_1


Def masih begitu percaya diri, bahwa Amanda masih berada di dalam gedung itu. Ia tidak menyerah, ia harus bertemu dengan Amanda hari ini juga.


Waktu terus berjalan, hingga malam semakin larut. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam. Security yang bertugas malam itu, melihat Def yang tampak sedang menunggu seseorang


"Selamat malam Pak. Mohon maaf sebelumnya, anda sedang menunggu siapa disini?" ucap security itu


"Saya sedang menunggu seseorang," balas Def cuek


"Seluruh karyawan di gedung ini sudah pulang sejak pukul enam sore tadi, Pak. Di dalam sudah tidak ada siapapun. Silahkan Bapak pulang, dan kembali lagi besok untuk menemui orang yang anda cari," ujarnya memberi jalan keluar.


Security itu berpikir, Def sedang menunggu kekasihnya atau keluarganya yang merupakan salah satu karyawan perusahaan itu. Ia menjadi merasa kasihan


"Saya sedang menunggu pemilik perusahaan ini, Amanda Manuwella,"


"Mohon maaf Bapak, jika orang yang anda cari pemilik perusahaan, ia sudah pulang dari tadi sore Pak. Ibu Amanda, jarang sekali pulang larut malam, kecuali ada pekerjaan yang sangat penting,"


"Asisten pribadinya juga sudah pulang dari beberapa jam yang lalu," jelasnya


*Sialan, mengapa aku bodoh sekali. Gedung ini sangat besar dan luas, tidak mungkin hanya ada satu pintu untuk keluar dari sini. Amanda pasti akan melewati pintu yang lain. Sialan, dasar Def bodoh.


Rupanya kau benar-benar menghindariku Amanda. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menemukanmu lagi*

__ADS_1


__ADS_2