
Bastian dan Ayahnya masih duduk termenung menikmati keindahan taman. Berbicara empat mata dengan Ayahnya, ternyata memberi kelegaan tersendiri bagi Bastian.
Kini Bastian mengerti, bahwa berbagi masalah dengan orang yang lebih dewasa, akan membawa kita pada jalan keluar. Selama ini, setiap ia ada masalah, ia selalu berlari ke club malam, menghabiskan waktu dengan minuman keras, dan para wanita-wanita malam. Namun, tak ada sedikitpun kelegaan yang ia temukan di tempat itu
"Ayah sangat berharap, kamu bisa membuat Amanda bahagia Bas. Anggap saja ini caramu untuk menolong Ayah. Kita tidak akan pernah berada di posisi sekarang, tanpa pertolongan dari keluarganya," ujar Ardi menepuk punggung putranya
"Bastian kini mengerti semuanya ayah. Bastian sungguh menyesal, telah memperlakukannya dengan tidak baik selama ini. Percayalah sama Bastian Ayah, Bas akan membahagiakan Amanda," ucap Bastian tulus
"Bagaiman kehidupan rumah tangga kalian selama ini Bastian?" tanya Ayahnya kemudian
"Beberapa bulan terakhir, ada sedikit kemajuan Ayah. Kami berdua sepakat untuk memulai semuanya dengan benar. Bersama-sama melakukan tanggung jawab suami dan istri, sebagaimana mestinya," ujar Bastian.
Ia tampak sedih, mendapati kenyataan bahwa pernikahannya tidak ada cinta di dalamnya. Setelah mendengar penjelasan Ayahnya, Bastian ingin sekali membuka hatinya untuk gadis itu. Namun ia sadar, di sorot mata Amanda, tidak tampak cinta sepersenpun untuknya. Semua hal yang istrinya lakukan, hanyalah sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai seorang istri.
__ADS_1
"Tapi, tidak ada cinta diantari kami berdua Ayah. Amanda melakukan semuanya hanya karena aku suaminya. Ia hanya menghargaiku karena status, bukan karena ia mencintaiku,"
"Lalu bagaimana dengan dirimu?" tanya Ayahnya kemudian
"Bastian tidak mengerti dengan perasaan Bastian sendiri Ayah. Selama ini Bastian melakukan semua tanggung jawab Bastian, hanya karena posisi Amanda adalah istriku,"
"Bas, Ayah mengerti perasaanmu Nak. Kamu sudah mulai merasa nyaman pada istrimu kan? Kamu harus memastikan hatimu terlebih dahulu Bastian"
"Apakah rasa itu semakin bertambah besar, atau malah semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Semua butuh proses, kalian butuh waktu untuk memulai membuka diri"
"Tapi Ayah, ada pria lain yang mencintainya,"
"Bastian, Amanda itu istrimu. Tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya darimu, kecuali kau yang mengizinkannya."
__ADS_1
"Ayah yakin, Amanda bukan wanita yang mudah tergoda oleh lelaki manapun. Ayah selalu mendukungmu, Ayah akan terus mendoakan kebahagiaanmu,"
Seolah telah menemukan harta karun, wajah Bastian berbinar senang. Satu persatu masalahnya perlahan menghilang. Kini yang ia lakukan adalah memperjuangkan cinta dan kebahagiaannya. Ia sudah memantapkan hatinya, membuka diri untuk mulai menerima dan mencintai istrinya apa adanya. Ia harus bebas dari bayang-bayang balas budi. Ia akan mencintai istrinya denga tulus. Jika Amanda belum mencintainya, biarlah ia yang memulai dan membuat gadis itu jatuh dalam pelukannya selama-lamanya. Cinta adalah perjuangan dan pengorbanan bukan?
--------------------------------------
Hallo readers,
Jangan pernah bosan membaca ceritaku ya. Semoga ini bisa menjadi pelipurlara kalian kala hati sedang gundah gulana, hihihi
Mohon dukung terus author dengan memberi like dan juga komentar yang membangun, serta jangan lupa vote novel ini, dengan menggunakan poin dan juga koin. Terimakasih telah membaca ceritaku, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan. Semoga hari-harimu menyenangkan readersđź’•
Salam manis selalu
__ADS_1
Nit