SKAKMAT

SKAKMAT
Labirin Tak Berujung


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Amanda termenung sendiri di ruang kerjanya. Perkataan Ella padanya beberapa jam yang lalu cukup menyita perhatiannya.


Pikirkan semuanya dengan baik Amanda. Dan kalau bisa, secepatnya kamu jujur pada suamimu. Jangan sampai ini akan berdampak buruk pada hubungan kalian.


Perkataan itu terus saja teriang di kepalanya. Ada sedikit rasa menyesal juga rasa bersalah di hati Amanda. Ia merasa seperti seorang pecundang yang tidak berani mengakui kebenaran perihal dirinya.


Sebenarnya bukan ini yang Amanda mau. Pernikahannya hanyalah pelampiasan dan pelarian dirinya dari belenggu masa lalu. Mereka tidak saling mencintai dan mungkin pernikahan mereka tidak akan bertahan lama.


Namun siapa sangka takdir berkehendak lain. Kini Amanda seolah terjebak dalam labirin tak berujung bersama dengan Bastian. Entah siapa yang telah menciptakan labirin itu. Yang jelas semakin Amanda berusaha mencari jalan keluar, ia semakin terjebak di dalamnya.


Hal yang cukup mengganggu pikirannya adalah tentang bagaimana caranya untuk mengungkapkan rahasia dirinya pada suaminya. Ada banyak sekali yang perlu ia ungkapkan. Perihal awal mula pernikahan mereka dan juga identitas dirinya yang sebenarnya.


Selain itu, ada hal lain yang tidak terlalu penting, namun cukup menggaggunya adalah dengan kemunculan Def, mantan kekasihnya. Amanda yakin laki-laki itu, pasti ingin kembali lagi padanya. Sama seperti Regina yang meminta untuk kembali kepada Bastian.


Lama ia berpikir hingga akhirnya ia memutuskan sesuatu. Mungkin sudah saatnya ia bertindak, membereskan kekacauan yang telas ia buat.


Ia kemudian meraih ponselnya lalu menghubungi satu nama. Lalu memberi perintah yang harus segera dilaksanakan. Amanda telah memutuskan akan menyelesaikan semuanya satu persatu


***

__ADS_1


"Hallo Bas, aku akan pulang agak lama ya hari ini. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjaakan dulu," ujar Amanda pada suaminya di telepon.


Sebenarnya ini sudah jam pulang kerja, namun tampaknya ada hal penting yang harus Amanda selesaikan hari ini juga. Untuk itulah, ia ingin meminta izin pada suaminya terlebih dahulu.


"Jangan lupa jika sudah selesai, kabari aku ya, nanti aku jemput," jawab Bastian


"Tidak usah Bas, nanti aku pulang naik taxi aja," imbuh Amanda


"Heh, berani kamu membantah suami? Jika kamu ada apa-apa di jalan bagaimana. Pokoknya aku jemput, harus, tidak boleh tidak,"


Kalau sudah begini Amanda tidak bisa melakukan apapun, untuk mencegah lelaki itu. Menyerah sajalah, bagaimanapun berdebat dengan Bastian, ia tidak akan pernah menang jika itu menyangkut dirinya.


Amanda mengiyakan lalu kemudian sambungan telepon itu terputus. Sesudahnya ia segera membereskan pekerjaannya, lalu bergegas keluar, menuju lobby utama, dimana supir pribadinya telah menunggunya.


Tidak perlu menunggu terlalu lama, mobil itu kemudian melaju meninggalkan gedung perusahaannya. Amanda akan menemui seseorang kali ini. Seseorang yang akhir-akhir ini mengusik kehidupannya.


Mobil itu terus melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan ibu kota yang cukup ramai sore ini. Walaupun begitu tidak ada kemacetan yang cukup berarti. Dengan begitu, Amanda akan tiba di tempat yang ia tuju dengan cepat. Dan mungkin urusannya akan selesai dengan cepat juga.


Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, mobil itu akhirnya berhenti di depan sebuah restoran mewah, yang menyajikan makanan khas nusantara. Restoran ini sangat kentara dengan kebudayaan adat Jawa. Terlihat dari beberapa ornamen yang mereka gunakan. Dengan design elegan nan mewah, menambah keindahan dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Di beberapa spot juga terdapat ornamen dan hiasan dari daerah lain.

__ADS_1


Kini Amanda bergegas turun dari mobil, kemudian berjalan perlahan menuju restoran itu. Memandang seluruh penjuru, mencari sosok yang akan ia temui sore ini. Beberapa menit kemudian, matanya tertuju pada sosok yang cukup ia kenal dengan baik. Meskipun penampilan lelaki itu sedikit berbeda, namun Amanda masih mengenalnya dengan baik. Def tampak begitu kacau dan berantakan. Tidak lagi seperti dirinya tiga tahun yang lalu.


Amanda berjalan perlahan menuju tempat dimana Def berada. Ia tersenyum lepas tanpa ada kecanggungan sedikitpun.


"Hallo Def, aku minta maaf jika sedikit terlambat, dan membuatmu menunggu" ujarnya


Def tersenyum ke arah Amanda. Memandangi gadis itu tanpa berkedip. Tampak ada begitu banyak kerinduan dan rasa bersalah terpancar dari mata Def.


"Tidak masalah Amanda, kita hanya berbeda lima menit saja," jawab Def


"Bagaimana kabarmu, Manda?" tanya Def kemudian


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Hari-hariku selalu menyengkan Def," jawab Amanda tersenyum sedikit angkuh, tanpa berniat untuk bertanya balik.


Amanda adalah tipe orang yang tidak tertarik dengan basa basi. Baginya itu hanya menyita waktu saja. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, ia ingin secepatnya menyudahi urusannya dengan mantan kekasihnya itu.


"Sepertinya, aku tidak memiliki waktu banyak Def. Jadi langsung saja kita bicarakan permasalahan antara kita berdua," ucap Amanda


"Beberapa hari yang lalu, aku mendengar kau mencariku. Ada perlu apa kau padaku?"

__ADS_1


__ADS_2