
Kim Nam Joon masih bertanya tanya, ia paham betul mobil siapa yang dinaiki oleh Lee Ha Na tadi, ia lalu mengambil handphone miliknya dan menghubungi seseorang.
"Hallo tuan Park, bisakah kau datang ke kantorku malam ini" laki laki tampan berdimpel dengan senyum manis itu bicara dengan seseorang.
"Ada apa?" suara seseorang dari seberang sana dari sambungan telepon.
"Kau datanglah dulu, ini soal gadis bernama Lee Ha Na yang sedang kau cari tahu" perintah Kim Nam Joon.
"Baiklah, aku akan datang dalam 20 menit" kemudian sambungan telepon dimatikan.
"Dasar tak sopan, bagaimana bisa dia memutuskan sambungan teleponnya sementara aku yang menelponnya duluan?" Kim Nam Joon menggerutu dan membanting handphone dengan logo buah tersebut keatas meja kerjanya.
Ia menyibukkan lagi dirinya dengan beberapa tumpukan berkas ditangannya.
Tak beberapa lama kemudian terdengar suara pintu ruang kerjanya diketuk dari luar "masuk saja" ucap tuan Kim dari dalam.
Terdengar suara deritan pintu yang dibuka, benar saja yang barusan sampai adalah laki laki dengan marga Park dengan setelan pakaian yang serba hitam dan membentuk tubuh bagian atasnya, sungguh gaya berpakaian laki laki itu tak pernah berubah dari waktu kewaktu, yang ia kenakan selalu berwarna hitam, benar benar mencerminkan jati dirinya.
Tanpa diperintah duduk oleh Kim Nam Joon pun dengan santai tuan Park duduk sambil melipat kaki kanan keatas dan melepas kacamata hitamnya lalu mengaitkan gagang kacamata itu di kerah kaos hitam yang sedang ia gunakan.
"katakan ada perlu apa kau meminta aku datang kekantormu malam hari begini tuan Kim?"
"Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku saat ini"
"Katakanlah apa itu?, dan apa hubungannya dengan perempuan yang kusukai tersebut?" Park Jimin mengetuk ngetuk ujung jarinya diatas meja kerja Kim Nam Joon dan tak sabar menunggu jawaban dari laki laki bermarga Kim itu.
"Tadi aku baru saja makan malam bersamanya"
__ADS_1
"Apa kau makan malam bersama gadis impianku itu?" Park Jimin menaikkan sedikit suaranya menandakan ia terkejut.
"Aku belum selesai bicara tuan Park, bisakah kau membuang kebiasaan buruk memotong pembicaraan orang" Kim Nam Joon memutar bola matanya dengan malas.
"Baiklah baiklah, sekarang kau lanjutkan"
"Sebenarnya tadi aku diminta oleh adikku untuk makan malam bersama, ia ingin mengenalkanku dengan seseorang, dan ternyata gadis yang ingin ia kenalkan padaku adalah gadis bernama Lee Ha Na itu"
"Lalu?" Park Jimin menjadi antusias dan serius mendengar cerita dari Kim Nam Joon.
"Gadis itu, ah, maksudku Lee Ha Na, ternyata ia adalah teman sekelas adikku, ia baru beberapa waktu lalu menjadi murid pindahan di SOPA, aku berpikir kalau ia mampu bersekolah disana berarti ia memiliki finansial yang bagus, lalu untuk apa dia bekerja menjadi seorang pelayan di Coffee Shop itu jika ia memiliki finansial yang bagus?, dan setelah aku bertanya apakah saat itu ia memang bekerja disana atau tidak ia malah membenarkan kalau memang ia sempat bekerja disana" Kim Nam Joon bercerita panjang lebar.
"Lalu puncak masalahnya dimana tuan Kim?" semakin kepo saja Park Jimin jadinya.
"Masalahnya adalah, aku tidak mengerti apa hubungan gadis bernama Lee Ha Na itu dengan tuan Jeon Jung Sik?"
"Jeon Jung Sik?, maksudmu kakak Jeon Jung Kook?" Jimin bertanya tanya.
"Tidak, kami sama sekali belum berhasil menemukan keberadaannya"
"Kau benar belum menemukannya?, ahhh, ini ada yang aneh" Kim Nam Joon terlihat sedang berpikir.
"Maksudmu?" tanya Park Jimin.
"Beberapa waktu lalu Lee Ha Na itu bekerja di sebuah Coffe Shop dengan penampilan sangat biasa dan jauh dari kata mewah, namun tadi dia berpenampilan sangat mewah dan ia juga bersekolah di sekolah yang sama dengan adikku, dan tadi juga ia dijemput oleh mobil mewah tuan Jeon Jung Sik, dan aku juga bisa melihat kalau tadi Tuan Jung Sik juga ada didalm mobil itu"
"Maksudmu apa tuan Kim?"
__ADS_1
"Maksudku apa mungkin gadis itu adalah gadis simpanan tuan Jung Sik?" Kim Nam Joon menunggu pendapat dari sahabatnya itu.
"Ok, akan aku selidiki hal itu, jika benar demikian aku benar benar tidak menyangka kalau tuan Jeon Jung Sik suka bermain dengan gadis remaja" Park Jimin menjadi terlihat begitu antusias, ia merasa ia harus mencari kebenarannya dengan segera.
***
Dirumah Sakit, Jeon Jung Sik juga Lee Ha Na sedang berada di ruang rawat istri dari Jeon Jung Sik.
Entah kenapa Lee Ha Na terlihat menatap iba pada istri sugar daddynya itu, pasalnya wanita itu benar benar tak berdaya dan seperti berada diantara yang namanya hidup dan mati, kisah yang dialami oleh wanita itu begitu sulit, bahkan lebih sulit dari kisah hidup Lee Ha Na sendiri.
Ditambah lagi Lee Ha Na merasa sangat bersalah, pasalnya saat ini ia adalah simpanan dari suami wanita yang terbaring koma cukup lama itu, dan suatu waktu Lee Ha Na bisa saja menjadi penyebab kerusakan rumah tangga Jeon Jung Sik dan istrinya.
Lee Ha Na menggenggam telapak tangan wanita itu penuh kasih, ia merasa seperti sedang melihat ibunya.
Saat Tangan lembut Lee Ha Na menyentuh tangan wanita itu dan saat jemari lentik Lee Ha Na menggenggam tangan itu, Lee Ha Na merasakan seperti ada pergerakan.
Lee Ha Na memperhatikan lagi dengan sangat jelas, mungkin saja ia sedang salah lihat.
Namun ternyata benar, berkali kali tangan lemah itu menunjukkan pergerakan, Lee Ha Na mengalihkan pandangannya pada Jeon Jung Sik.
"Ada apa sayang?" tanya Jeon Jung Sik yang tidak mengerti maksud Lee Ha Na.
"Aku merasa kalau baru saja tangan istri daddy bergerak" jelas Lee Ha Na.
Apakah yang terjadi?, akankah nyonya Jeon siuman atau justru ia sedang berada di penghujung hidupnya?
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
__ADS_1
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz