Still Loving You

Still Loving You
AKU AKAN MEMBUNUHMU


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya semalam, disore hari sepulang dari sekolah Lee Ha Na akan datang kemarkas milik Park Jimin untuk belajar bela diri dan cara menembak menggunakan pistol sungguhan, untung tadi pagi Lee Ha Na sudah bilang pada supir pribadinya untuk tidak usah datang menjemputnya kesekolah, akan sangat sulit menjelaskan pada Jeon Jung Sik jika ia tahu Lee Ha Na berkunjung kerumah laki laki, secara supir pribadi Lee Ha Na dibayar oleh Jeon Jung sik tentu saja supir itu akan melapor semua gerak gerik Lee Ha Na pada tuannya itu.


Akhirnya Lee Ha Na memutuskan untuk berangkat dari sekolah menggunakan taxi yang kebetulan lewat.


Langkah Lee Ha Na sempat terhenti ketika ia sudah berdiri tepat didepan pintu utama markas Jimin, ingatannya seolah berputar balik pada kejadian dimalam itu, kejadian dimana Park Jimin menyekapnya dikamar dan merenggut kegadisannya. Air mata Lee Ha Na menetes dengan sendirinya, ia sempat hendak pulang saja dan membatalkan janjinya untuk belajar.


Ketika baru beberapa langkah balik arah tiba tiba Park Jimin keluar dan menarik dan menahan lengan Lee Ha Na.


"Sudah datang kemari kenapa malah mau pergi begitu saja?" tanya Jimin tanpa melepaskan tangannya.


"Bagaimana kau bisa tahu aku sudah ada disini?"


"Apa kau lupa?, aku ini Park Jimin seorang mafia dan ketua gangster, tentu saja disetiap sudut rumahku memiliki kamera pemantau untuk memantau setiap pergerakan musuh yang mungkin datang kapanpun" jawab Jimin dengan sombongnya dan masih memegang lengan Lee Ha Na tanpa berniat melepaskannya.


"Apakah aku kau anggap musuh juga?" tanya Ha Na.


"Kau adalah musuh terbesarku Lee Ha Na, hanya kau yang mampu membuatku tak berdaya bahkan setiap malam" jawab jimin dengan seringainya.


"Lepaskan aku, tidak perlu menyentuhku seperti ini" Lee Ha Na merasa ngeri mendengar Park Jimin bicara seperti itu dan melepas paksa tangan Jimin yang menahannya, air mata yang tadi sempat mengalir itu terlihat oleh Jimin.


"Kau menangis?" tanya Jimin, "ah, maafkan aku, aku tahu kecemasanmu, jika kau tidak nyaman disini kita akan belajar ditempat lain saja" Jimin mengerti kenapa Lee Ha Na seperti itu, ia tahu kalau trauma yang ia sebabkannya pada Ha Na belum sembuh sepenuhnya, luka itu masih basah dan bisa memborok lagi kapanpun.

__ADS_1


Lee Ha Na menghapus air matanya "Tidak, tidak perlu seperti itu, jika tidak diobati seperti ini kapan akan sembuhnya" Lee Ha Na mencoba menguatkan dirinya sendiri.


"baiklah, kalau begitu kita langsung ke halaman belakan saja, semua sudah disiapkan disana" tawar Jimin.


"Baiklah"


Lee Ha Na mengikuti langakah Jimin menuju halaman belakang, mata Ha Na dibuat takjub ketika sampai disana, markas milik Park Jimin sungguh luar biasa, tadinya ia berfikir jika halaman belakang itu hanya sebuah halaman biasa yang sedikit luas, nyatanya halaman itu sangat luas bahkan mungkin seseorang dari luar perkarangan milik Jimin tidak akan pernah tahu jika Jimin membunuh seseorang disana dan menguburkan mayatnya ditempat itu, halaman itu juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas olahraga termasuk arena menembak jua Dojang untuk belajar bela diri Taekwondo dan lainnya.


***


Berulang kali Lee Ha Na mencoba menembak sasaran didepannya. Namun selalu saja meleset dan itu membuat Park Jimin menjadi tidak sabaran dalam mengajarkannya.


Ketika Lee Ha Na baru saja mencoba menargetkan sasarannya lagi tiba tiba ia dibuat tidak fokus oleh Park Jimin.


"Cobalah untuk rileks dan fokus Lee Ha Na" Jimin bicara pelan pada Ha Na lebih seperti sedang berbisik dan malah semakin membuyarkan fokus Lee Ha Na "Hei, kenapa kau semakin tidak fokus?" lanjut Jimin yang melihat Lee Ha Na berkali kali menggeser posisi tangannya.


"Berhenti bicara disampingku seperti ini Park Jimin, aku sedang memegang pistol akan kutembak kepalamu jika kau berani lebih dekat lagi, dari dekat aku pasti akan bisa menembak dengan sangat mudah" ancam Lee Ha Na.


"Haha, wahhh wahhh... Lee Ha Na sudah makin berani rupanya, apa yang membuatmu berubah secapat ini Lee Ha Na?" Jimin tertawa dan memundurkan tubuhnya menjauh dari Lee Ha Na.


Sementara itu Lee Ha Na kembali mengatur fokusnya.

__ADS_1


"Tarik pelatuknya" perintah Jimin sambil duduk santai di kursi yang ada dibelakang tempat Lee Ha Na berdiri. "Sudah kubilang tarik pelatunya Ha..."


Dorrrr....


Lee Ha Na menarik pelatuknya sesuai perintah Park Jimin, benar saja, kali ini Lee Ha Na benar benar tepat sasaran.


"Wawww... itu tembakan yang sempurna Lee Ha Na, aku yakin jika kau menembak kepala musuh seperti itu maka mereka akan mati ditempat" Jimin bertepuk tangan melihat perkembangan cara menembak Lee Ha Na.


Kemudian Lee Ha Na membalikkan badannya dengan cepat menghadap Park Jimin dan mengarahkan pistol yang ia pegang tepat dikepala Park Jimin "Seperti ini maksudmu?" Lee Ha Na bertanya sambil menaikkan satu alisnya.


"Waw..., kau sudah mulai berani Lee Ha Na, apa kau akan benar benar membunuhku?" tanya Jimin sambil mengangkat kedua tangannya seolah menyerah pada lawan, padahal ia sama sekali tidak takut dengan itu.


"Ya, aku akan membunuhmu Park Jimin" jawab Lee Ha Na.


"Ayo tarik saja pelatuknya" ucap Jimin santai, "Tunggu apa lagi kau Lee Ha Na?, bunuh saja brengsek sepertiku ini" lanjutnya.


"Aku akan benar benar menghabisimu Park Jimin" ucap Lee Ha Na, seperti ia bicara dengan seriusnya.


Akankah Lee Ha Na benar benar menembak Park Jimin?


*************************************

__ADS_1


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz


__ADS_2