
Tiga hari kemudian. Karena tahu Namjoon sudah kembali dari New York hari ini Jeon Jung Kook sengaja meminta Namjoon Untuk bertemu. Seperti biasa Jung Kook mengajak Namjoon ketemuan di Coffee Shop tempat dimana Lee Ha Na sempat bekerja semalam disana beberapa tahun lalu.
Karena urusan kantornya yang begitu menumpuk membuat Jeon Jung Kook sedikit terlambat. Malah Kim Namjoon yang datang lebih dulu.
"Tumben sekali dia terlambat. Dia bukan seperti Jeon Jung Kook kalau begini" Namjoon melihat waktu pada ponselnya kemudian menaruh kembali ponselnya keatas meja dengan sedikit membantingnya.
"Wah, sepertinya kau kesal sekali menungguku. Sampai ponselmu pun kau banting" celetuk Jung Kook yang sudah berdiri di dekat meja. Tanpa di perintah pun ia menarik satu buah kursi kemudian mendudukkan dirinya.
"Tak biasanya tuan muda Jeon terlamabat?" ledek Namjoon.
"Pekerjaanku sangat menumpuk. Aku harus menyelesaikannya sebelum aku pergi" jawab Jung Kook sambil menyeruput satu gelas Cappucino Ice yang sudah dipesankan oleh Namjoon sebelum ia tiba.
"Pergi?, Kemana?. Kau tidak akan pergi sebelum hari pernikahanku kan?" tanya Namjoon. Bagaimana mungkin seorang Jeon Jung Kook akan pergi sebelum ia melaksanakan resepsi pernikahannya.
"Maafkan aku. Tapi aku sungguh tak bisa berlama lama lagi disini" sesal Jung Kook.
"Ahh, kau sungguh bukan sahabatku. Bagaimana mungkin kau tak akan hadir di pestaku?" Namjoon mengeluh.
"Tapi ini semua diluar rencana Kim"
"Maksudmu?"
"Aku akan pergi bersama keponakanku ke Singapur dan akan menetap disana"
"Lalu kakak dan kakak iparmu?" Kim Namjoon menjadi kepo.
"Kami berencana hanya tinggal berdua" Ooopsss. Jeon Jung Kook salah bicara. Ia langsung terdiam meruntuki dan membodohi mulutnya yang telah lancang salah berucap.
"Maksudmu?" selidik Namjoon yang mulai melihat gelagat aneh pada wajah sahabatnya itu. "Apa masalahmu?, kau sepertinya sedang menghadapi sebuah masalah?" bukan Kim Namjoon namanya jika ia tak bisa membaca pikiran orang lain.
__ADS_1
"Aku ingin menyerah" lelaki Jeon itu bicara dengan begitu lesu.
"Menyerah?, apanya yang membuatmu menyerah?"
"Aku sadar diri aku tak bisa mendapatkannya. Park Jimin bergerak lebih cepat"
"Maksudmu Lee Ha Na?"
"Heem"
"Lalu apa hubungannya kau akan pergi bersama dengan keponakanmu?" selidik Namjoon lagi.
"Aku tak mengerti. Aku tahu ini kesalahan besar tapi aku membiarkan perasaanku padanya mulai bertumbuh"
"Pada keponakanmu?. Kau gila" Namjoon sedikit tak sabar setelah mendengar jawaban Jeon Jung Kook. Ia menaikkan sedikit suaranya. Kemudian Namjoon tersadar mereka sedang ditempat umum. Ada banyak orang yang melihatnya bicara dengan begitu keras. "Maafkan aku, kau membuatku kaget" Namjoon kembali menetralkan suaranya.
"Jangan gila kau Jeon Jung Kook. Aku tahu kau frustrasi tak mendapatkan Ha Na. Tetapi jangan menghancurkan keluargamu" Beruntung diantara mereka Namjoon adalah orang yang paling berpikiran luas. Ia selalu bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Dan Namjoon juga tempat bagi Jung Kook dan Jimin berkeluh kesah dengan wejangannya yang dewasa.
"Lalu apa yang harus kulakukan. Aku benar benar gila" Jung Kook memperlihatkan wajah frustrasinya.
"Akan kita pikirkan bersama. Tapi batalkan niatmu untuk hidup berdua dengan Keponakanmu. Kau bisa saja menghancurkan segalanya" Jawab Namjoon. "Kau tahu, wanita Lee itu sudah berada dibawah tangan dua orang lelaki" Sepertinya Namjoon akan mengungkap sedikit tabir Lee Ha Na. Dengan begitu setidaknya bisa membuat Jung Kook sedikit Move On.
"Maksudmu?, Aku tahu Ha Na berada dibawah tangan Park Jimin. Mereka sudah terang terangan dalam berhubungan. Tapi siapa lelaki yang satunya?" Jung Kook menjadi penasaran.
"Kau berjanjilah untuk tidak emosi. Kau juga berjanji tidak akan pergi bersama keponakanmu itu"
"Katakan apa yang ingin kau katakan"
"Lee Ha Na berada dibawah tangan kakakmu"
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Jeon Jung Kook. Lelaki Jeon itu berharap ia salah dengar.
"Biarkan ini menjadi rahasia kita. Dulu sejak kakakmu bertemu Ha Na beberapa tahun lalu, kakakmu meminta Ha Na untuk menjadi sugar babynya. Kau tahu apa itu sugar baby kan?. Aku tahu kau berpikir aku berbohong kan?. Tapi itu adalah sebuah kebenaran Jeon Jung Kook. Waktu itu mungkin kakakmu telah bosan menunggu kesembuhan kakak iparmu. Ia mungkin membutuhkan hiburan. Sementara Lee Ha Na, saat itu ia sedang dalam masalah. Ibunya sakit dan harus di operasi ia akhirnya menerima tawaran kakakmu agar ia bisa menyelamatkan nyawa ibunya yang sekarat. Tak ada niat lain dari Ha Na. Ia hanya ingin ibunya"
"Jadi maksud..." Jung Kook baru saja ingin bicara.
"Dengarkan aku dulu agar kau tak salah paham" Namjoon tak ingin ceritanya dipotong. "Meski Ha Na telah menjadi simpanan kakakmu ia belum sama sekali dijamah oleh kakakmu. Malah gadis itu menjadi malang karena kami. Aku dan Jimin mencari tahu kebenarannya tanpa sepengetahunmu. Kami menculik Lee Ha Na dan kemudian dengan emosinya Park Jimin yang malah merusak gadis malang itu. Dan dari situlah awal kedekatan Ha Na dan Jimin dimulai. Ha Na meminta kami merahasikan hal ini dari keluargamu. Kau tahu karena apa itu?. Itu semua karena ia mencintaimu. Ia tak ingin kau membencinya. Hanya saja sampai sekarang mungkin ia belum berani untuk mengungkap perasaannya padamu"
"Kau tidak bekata demikian agar aku tak menyalahkannya kan?"
"Tidak" Namjoon meminum minumannya kemudian melanjutkan pembicaraan mereka "Aku tahu kau kecewa, aku tak memintamu untuk tak menyalahkannya tapi semua bukan sepenuhnya kesalahan Lee Ha Na. Kau harus ingat satu hal Jeon Jung Kook. Jika bukan karena Ha Na mungkin kakak iparmu masih terbaring koma hingga sekarang. Dan mungkin saja kalian belum bertemu pada Jeon Hee Ra".
Mendengar apa yang dikatakan Kim Namjoon memang ada benarnya juga. Lee Ha Na memanglah wanita yang baik meski ia tak tahu sisi buruknya. Namun, ia masih begitu kecewa. Lee Ha Na adalah simpanan kakaknya dan Ha Na juga berulang kali dipakai. Oke jangan gunakan kata kata dipakai. Lebih tepatnya ditiduri oleh Park Jimin yang notabennya adalah sahabat Jeon Jung Kook sejak kecil. Kedua hal itu masih membuat perasaannya ilfeel pada Ha Na.
Banyak hal yang diceritakan oleh Namjoon mengenai Lee Ha Na pada lelaki Jeon siang itu.
***
Malam hari di kediaman keluarga Jeon. Jeon Jung Kook yang mengurusi perusahaan yang berbeda dengan kakaknya pulang lebih awal. Ia bergegas menuju kamar Jeon Hee Ra. Dilihatnya Jeon Hee Ra yang sedikit demi sedikit sibuk mengemasi barang barangnya untu pergi.
"Berhenti mengemasi barang barangmu" Jeon Jung Kook tiba tiba menahan pergelangan tangan Jeon Hee Ra yang sedang sibuk itu.
Jeon Hee Ra yang sedang ditahan menatap aneh pada pamannya. Hatinya terus bertanya tanya apa yang akan dikatakan dan dilakukan oleh Jeon Jung Kook padanya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1