Still Loving You

Still Loving You
JEON'S WEDDING


__ADS_3

Hari bahagia yang dinantikan keluarga Jeon akhirnya tiba.


Sebuah gedung mewah perusahaan milik Jeon Grup telah disulap menjadi tempat pesta yang menakjubkan.


Halaman gedung disulap menjadi tempat pesta bertema garden party. Tenda tenda berhias kain tule putih yang halus dengan bunga bunga segar, meja meja bundar kecil yang khusus diperuntukkan bagi tamu berjejer disepanjang white carpet hingga menuju altar tempat sebuah janji suci di ikrarkan.


Lobi perusahaan yang luasnya lebih dari sehektar telah diubah menjadi tempat resepsi penerimaan tamu dengan lantai dansa.


Beberapa orang staf berjejer dengan rapih dengan pakaian serba putih menyambut tamu tamu kehormatan keluarga Jeon yang tentunya bukan orang orang dari kalangan yang biasa.


Hari mulai menyambut senja yang mana janji suci akan segera terucap dari kedua mempelai. Berjanji untuk bersama sehidup dan semati.


Sedari tadi mempelai wanita tanpak begitu gusar. Meremas gaun putihnya dengan jemari yang panas dingin. Apa seperti itu rasanya di hari pernikahan?.


Dilain ruangan lagi mempelai pria justru tampak begitu sumringah. Tak hentinya memandangi pesona wajah sendiri didepan cermin. Dan secara berulang merapihkan tatanan rambut yang sebenarnya sudah sangat rapih. Trik yang ia lakukan untuk bisa menikahi wanita idamannya benar benar membuat kerabatnya menggeleng kepala.


***


Seorang pemandu acara mengumumkan bahwa mempelai wanita dipersilahkan untuk menuju altar dengan segera dimana disana juga telah berdiri mempelai prianya.


Mempelai wanita mulai menginjak bentangan white carpet yang akan mengarahkannya hingga keatas altar.


Diujung sana mempelai pria tak henti menyunggingkan senyuman pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Begitu tak menyangka jika proses menuju pernikahan mereka berjalan dengan waktu yang sangat singkat. Jika saja ia tidak mendesak mungkin pernikahan ini tidak akan dilangsungkan dengan cepat. Masalahnya si mempelai pria telah menabur benih lebih dulu agar ia bisa menikahi wanitanya dengan cepat. Sialan memang.


Langkah dari pengantin wanita ditemani dengan alunan suara piano yang begitu romantis. Berjalan dengan anggun membuat setiap tamu terpesona dengan kecantikan sang ratu pesta malam itu.


Kini kedua mempelai berdiri saling bersisian menghadap pada pendeta yang akan menuntun mereka mengucap janji suci.


"Untuk mempelai laki laki Kim Taehyung berusia 30 tahun, mempelai wanita Jeon Hee Ra berusia 20 tahun. Apa kalian siap untuk berucap janji? " pendeta memberikan pertanyaan pada dua orang mempelai yang terlihat begitu bahagia.


"Kami siap" ucap Kim Taehyung dan Jeon Hee Ra secara bersamaan dengan suara yang pelan dan hanya bisa didengar antara mereka bertiga.


Setelahnya janji suci pernikahan pun diucapkan dengan begitu sakral. Kedua mempelai saling menyemat cincin pernikahan dijari pasangan mereka masing masing. Sebelum akhirnya pendeta mempersilahkan bagi mempelai laki laki untuk mencium wanitanya.


Jeon Hee Ra menegang. Ia terdiam mendengar penutiran pendeta, seketika ia tercengang kala Kim Taehyung mendekat kearahnya dan menempatkan tangan kanan dipinggangnya dan satu tangan lagi menyelip dibalik tengkuknya.


"Jangan lakukan ini Kim Taehyung, aku mohon jangan lakukan ini" batin Jeon Hee Ra. Ia gelisah kala lelaki Kim yang telah berstatus suami sahnya itu makin menarik dirinya untuk menempel pada tubuh bidang dengan tuxedo putih.

__ADS_1


Jeon Hee Ra mendelik tajam pada Kim Taehyung. Bukannya ia tak mau suaminya itu menciumnya tapi kali ini sangat berbeda. Bagaimana bisa ia akan melakukan hal itu yang ditonton oleh ratusan pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.


Kim Taehyung tak mengapik Hee Ra yang mendelik padanya. Ia tersenyum tipis penuh arti kemudian benar benar menyatukai birai mereka.


Ingin rasanya Jeon Hee Ra berteriak tapi mana mungkin. Bisa bisa ia akan ditertawakan oleh para tamu.


Kim Taehyung benar benar menikmati. Penyatuan itu sedikit hangat ditemani riuh tepuk tangan undangan dan teriakan dari beberapa kerabat mereka.


Kemudian Kim Taehyung melepas diri "Kau siap untuk nanti malam?" Kurang ajar memang. Disaat Hee Ra masih terpelongo karena ciuman dadakan memalukan malah pria itu berbisik intens membuat Jeon Hee Ra ingin sekali rasanya menghajar pria tampan yang jadi suaminya itu.


***


Sementara itu Kim Eun Seo duduk di salah satu tempat dengan seorang lelaki disebelahnya.


"Romantis sekali bukan?" Jung Hoseok berbisik pada Eun Seo.


"Sangat" gadis Kim itu tersenyum dengan begitu manisnya. Mengalahkan manisnya madu yang membuat Jung Hoseok ingin sekali untuk mendekapnya.


"Kau ingin kita menyusul secepatnya?" bisik lelaki Jung itu lagi.


"Yakkkk, aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku"


"Itu karena kak Taehyung yang tak bisa menahan, dia sudah berani menebar benih. Kalau tidak begitu aku yakin paman Jeon tidak akan memperbolehkan Jeon Hee Ra menikah diusia muda" celetuk Eun Seo kemudian ia langsung menggigit bibir sendiri karena telah membocorkan rahasia kakak sepupunya sendiri.


"Bagaimana kalau kita juga seperti itu?" Hoseok mengerling nakal.



"Yakk, mati saja kau Jung Hoseok" Eun Seo tanpa ragu mencubit perut dan tangan Hoseok. Membuat lelaki Jung itu meringis. "Kau mau mati ditangan kakakku eoh?" Eun Seo geram.


"Bukankah Kim Namjoon juga seperti itu?" tanya Hoseok seolah tak bersalah, memamerkan senyum bak anak anak yang menggemaskan. Kim Eun Seo pun merasa dirinya mati kutu dengan ucapan itu.


"Ada apa ini?" tiba tiba Kim Namjoon beserta istri dan bayi perempuannya yang berusia kurang lebih 4 bulan sudah berdiri dibelakang Eun Seo dan Hoseok. "Sepertinya ada yang sedang menyebut namaku?".


"Ah, bukan apa apa kak" Eun Seo tersenyum kikuk.


"Bukan apa apa. Aku hanya menawarkan Eun Seo untuk segera menyusul. Hahaha..." gelak Hoseok seolah tak bersalah sama sekali.

__ADS_1


"Tidak ada yang namanya menyusul sebelum Eun Seo menyelesaikan kuliahnya" Kim Namjoon melipat tangan di depan dada memasang wajah garang.


***


Sementara itu Ha Na baru saja turun dari mobil. Ia harus datang terlambat dihari bahagia sahabatnya, bukan karena jadwal kerja tetapi karena ia harus memprioritaskan malaikat kecil yang baru ia lahirkan sekitar tiga minggu lalu.


Karena ia terlambat Ha Na akhirnya memilih untuk duduk di tempat paling belakang. Ia duduk menyendiri disana. Duduk dengan perasaan yang tak menentu.


Sedikit rasa takut ketika akan bertemu dengan seseorang yang bahkan pernah singgah dihatinya, rasa takut jika ada yang bertanya keberadaan Park Jimin, dan rasa khawatir pada putranya yang ia tinggal meski ia memiliki baby sitter.


Ha Na menunduk menyembunyikan sedikit wajah dibalik surai coklat bergelombang miliknya.


Namun, seseorang justru sangat mengenali Ha Na.


"Princess Lee, kau sendirian saja?, apa kak Jimin masih belum pulang?"


"I iya, aku sendirian" Ha Na masih merahasikan prihal Park Jimin. Ia tidak ingin dihari kebahagiaan temannya akan ada air mata jika ia bercerita kebenaran.


"Bagaimana keadaan keponakan kecilku?" Eun Seo ikut duduk didekat Ha Na.


"Dia baik" Ha Na mencoba mengulas senyum pada bingkai bibirnya. Padahal jauh pada lubuk hatinya ia ingin menangis. Ingin sekali ia berkeluh kesah pada sahabatnya itu.


***


Dari kejauhan tuan muda Jeon memperhatikan gerak gerik Ha Na. Rupanya Ha Na sungguh belum menghilang dari relung hati dan pikiran. Wanita bermanik bulat itu masih setia bersemayam pada hatinya.


"Kenapa dia tidak bersama Park Jimin?" Jeon Jung Kook sibuk bertanya pada diri sendiri. Manik matanya masih mengawasi gerak gerik Ha Na sampai akhirnya ia mencoba memberanikan diri untuk menghampiri Ha Na yang sedang duduk bersama Eun Seo.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Gimana nih???, gimana???.


Pendapat dong........


Hari ini aku jauh jauh ke hutan buat nyari inspirasi untuk nulis 😔😔 Entah kenapa belakangan aku suka tempat yang jauh dari hiruk pikuk masyarakat.


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2