
"Baiklah, kalau begitu aku akan pulang sekarang, ibuku pasti sudah menungguku" melihat Park Jimin yang mulai mendekatinya Lee Ha Na beranjak dari duduk dan berpamitan sekaligus menghindari Park Jimin yang mulai menampakkan perangai buruknya.
Baru saja beberapa langkah Lee Ha Na beranjak, ia berbalik lagi, "Tuan Park, kapan kau akan tobat bermain wanita?, haha...." Lee Ha Na tertawa.
"Aku akan berhenti jika kau jadi nyonya Park nya"
"Teruslah kau bermimpi Park Jimin" kemudian Ha Na benar benar pergi dari sana.
***
(3 Tahun Kemudian)
Lee Ha Na tumbuh menjadi wanita yang kian menarik, pesona kecantikannya tak bisa tuk dipungkiri lagi, dan wajar jika akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya sejak kecil untuk menjadi seorang model yang cukup tersohor, bahkan sebelum ia tamat dari School Of Performing Artis pun ia sudah mendapat gelar seorang super model, banyak agensi yang meliriknya namun akhirnya ia hanya bisa memilih satu.
New York Fashion Week, yah, ditahun ini ia berhasil masuk kedalam perhelatan akbar seperti NYFW, tentu saja itu adalah sebuah pencapaian yang begitu gemilang bagi seorang Lee Ha Na yang dulunya bukan siapa siapa.
Lee Ha Na melenggang dengan indahnya diatas catwalk dengan karpet merah, tubuhnya yang indah hingga membuat Jimin candu padanya itu terbungkus oleh sebuah gaun malam berwarna hitam mewah dengan tema "Black Diamond", sebuah gaun dari tangan seorang desainer ternama dunia bernama Donattela Versace, seorang desainer ternama dunia yang berasal dari Italia.
Berjalan dengan cantik dan anggun diatas catwalk, riasan sederhana namun sangat membantu Lee Ha Na terlihat bak berlian sungguhan malam itu, semua mata tertuju padanya kala kakinya melangkah mengitari catwalk.
Suara riuh penonton terdengar begitu Lee Ha Na baru saja menapaki kakinya diatas stage catwalk, banyak yang berteriak menyebut namanya dan tidak sedikit juga yang berbisik tentangnya.
" Coba kau lihat itu, Apa dia model baru?, aku baru pertama melihatnya" seseorang dari bangku penonton tengah berbisik pada orang yang duduk disebelahnya.
"Namanya Lee Ha Na, nama panggungnya adalah Princess Lee, dia memang model baru yang berasal dari Seoul Korea, namun ia begitu banyak diminati saat ini, dengar dengar honor sekali tampilnya sangat fantastis" jawab orang yang satunya.
"Wahhhh, wajar honornya fantastis, lihatlah betapa piawainya cara ia berjalan membawakan gaun indah itu" puji seseorang yang lainnya lagi.
"Lihatlah, dia begitu berkilau, dia adalah berliannya malam ini" begitu banyak yang memuji kesempurnaan seorang Lee Ha Na, tanpa mereka tahu kisah kelam dibalik kesempurnaan itu.
Sementara itu dari atas panggung Lee Ha Na mengarahkan pandangannya kearah bangku penonton, berkat penerangan dari atas panggung ia bisa dengan jelas melihat setiap wajah yang ada disana, melihat betapa banyak orang yang mennyanjungnya, sedikit senyum ia ulas diwajah cantiknya itu untuk menyenangkan hati penggemarnya.
__ADS_1
Dari atas panggung juga ia bisa melihat seseorang lelaki yang begitu ia kenal, dia adalah Jeon Jung Sik, orang yang berpengaruh sangat besar bagi Lee Ha Na sekalipun Ha Na mengorbankan harga dirinya hingga kedasar terendah.
Kebetulan sekali perhelatan NYFW serentak dengan jadwal pertemuan Jeon Jung Sik dengan koleganya. Sehingga tuan Jung Sik menyempatkan waktunya untuk bisa melihat Lee Ha Na secara langsung diatas panggung.
Hubungan antara seorang Lee Ha Na dan tuan Jeon Jung Sik tak bisa diputus begitu saja. Justru makain kesini tuan Jung Sik berubah, ia semakin sering meminta Lee Ha Na menemaninya meski bukan menemaninya untuk tidur seranjang. Hingga detik ini pun Lee Ha Na masih bingung apa statusnya yang sebenarnya, apa ia adalah simpanan yang sewaktu waktu akan dipakai atau ia benar dianggap putri oleh tuan Jung Sik Sugar Daddynya itu, Entahlah, semua tergantung oleh Jeon Jung Sik, dan yang pasti Lee Ha Na tak perlu merasakan kesulitan lagi.
***
Acara sudah selesai, Lee Ha Na berada di backstage hendak berganti pakaian dengan pakaian yang ia bawa sendiri. Tidak mungkin jika ia berlama lamaan menggunakan gaun hitam yang berat dan sedikit terbuka itu, bisa bisa ia masuk angin jika terlalu lama mengekspos tubuh bagian atasnya terlalu lama.
"Princess Lee, ada yang ingin bertemu denganmu" Tae Ri asisten sekaligus Manager Lee Ha Na sedikit berbisik.
"Siapa?"
"Dia bilang dia adalah temanmu"
"Teman?" Bingung Ha Na, pasalnya di New York ia tak memiliki teman, dan ia juga tidak mengundang siapapun untuk hadir malam ini.
"Baiklah"
Lee Ha Na sedang mencoba mengubah tatanan rambutnya menjadi yang lebih sederhana lagi ketika tiba tiba ada dua orang masuk ke ruangannya dengan seseorang membawa buket bunga mawar merah yang masih sangat segar dan ukuran yang lumayan besar. Mawar merah adalah kesukaan Lee Ha Na.
Dengan jelas Lee Ha Na bisa melihat siapa kedua orang itu dari pantulan cermin yang ada dihadapannya, "Ya Ampun, Eun Seo, Park Jimin, kenapa kalian bisa ada disini?" Ha Na membalikkan tubuhnya menghadap kedua orang itu lalu berdiri dari kursi riasnya.
"Tentu saja aku naik pesawat agar sampai kemari" celetuk Eun Seo, sambil memeluk Ha Na kemudian mereka berdua melakukan ritual pertemuan yang sering dilakukan oleh wanita yaitu ritual cipika cipiki.
"Aku tahu itu, tapi apa gerangan yang membawa kalian kemari?" tanya Ha Na lagi sambil melepas pelukannya dengan Eun Seo. Kemudian Ha Na mengalihkan pandangannya pada Jimin yang berdiri tersenyum dengan setelan hitam ala mafianya.
"Selamat atas pencapaianmu nyonya Park" Jimin menyerahkan buket mawar merah yang ia bawa pada Ha Na, dan memberikan sedikit pelukan pada Lee Ha Na. "Selamat ulang tahun untukmu, akhirnya usia yang kau nantikan tiba juga" lanjut Park Jimin dengan berbisik ditelinga Ha Na. Sementara itu Ha Na berdiri tak percaya, bagaimana mungkin ia melupakan hari ulangtahunnya sendiri.
"Astaga kak Jimin mencuri kesempatan untuk bisa memeluk Ha Na" celetuk Eun Seo yang menyaksikan hal itu.
__ADS_1
"Cukup lihat saja, tidak perlu banyak bicara" jawab Jimin sambil melepas pelukannya pada Ha Na.
"Ngomong ngomong kakakmu mana Eun Seo?, apa kalian datang kesini hanya berdua?" Ha Na bertanya ketika ia tak menemukan sosok Kim Namjoon bersama Jimin dan Eun Seo.
"Kami pergi bersama, tetapi malam ini kakak sedang bertemu calon istrinya, jadi dia tidak bisa melihatmu, tetapi kakak menitipkan ini untukmu" Eun Seo menyerahkan sebuah kotak kado kecil berwarna silver dengan hiasan pita berwarna putih.
"Wah, jadi kak Namjoon akan benar benar menikahi kekasih bulenya itu?, apa ini?" tanya Ha Na antusias.
"Tentu saja harus jadi, Namjoon itu pemain yang handal sehingga kekasihnya berbadan dua" celetuk Jimin dengan tawa khasnya.
"Ups...., Apa aku bisa membukanya hadiahnya sekarang?" Lee Ha Na juga tak bisa menahan tawanya ketika mendengar celetukan Jimin. Memang dasar Park Jimin dan Kim Namjoon, dua duanya memiliki otak yang mesum.
"Tentu" Jawab Eun Seo.
Sebuah jam tangan dengan hiasan diamond disekeliling kaca kristalnya, jam dengan warna silver itu dari brand Rolex, "Ini pasti sangat mahal?" Ha Na mencoba jam tangan pemberian Kim Namjoon, cantik sekali, jam itu terlihat sangat cocok berada di pergelangan tangan Ha Na.
"Dan ini dariku, tapi bukalah di hotel nanti, jangan dibuka sekarang" Kim Eun Seo menyerahkan satu kotak hadiah lagi pada Ha Na, tapi kali ini khusus hadiah darinya.
"Terima kasih Eun Seo" Ha Na tersenyum bahagia, pasalnya ia hidup dikelilingi oleh orang yang menyayanginya.
"Kak Jimin, kau tak bawa hadiah untuk Ha Na?" tanya Eun Seo tiba tiba membuat Jimin menjadi bingung, ia lupa membawa hadiahnya.
"Ahh, itu, aku lupa membawanya, hadiahnya ada dirumah, nanti saja setelah Lee Ha Na kembali ke Seoul baru kuberikan" jawab Park Jimin bingung.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Seperti biasa kukatakan pada kalian Readers setiaku, jangan lupa jejak kalian, aku hanya bisa berharap jejak kalian disetiap aku Up,karena kebijakan baru Noveltoon pemasukan dari jumlah pembaca dihentikan, apalah daya aku yang bukan penulis kontrak Noveltoon ini 😔😔😔
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1