Still Loving You

Still Loving You
AKU PEMBUNUH


__ADS_3

Park Jimin berada dimana di ruangan Lee Ha Na terbaring, ia masih setia menunggu Lee Ha Na untuk sadar dari pingsannya, rintik rintik hujan yang turun dari langit tampak jelas dari kaca jendela dimana Park Jimin menatap dan itu makin menambah suasana hatinya menjadi sendu.


Ia tidak tega melihat keadaan wanita yang dicintainya seperti itu, dadanya serasa sesak menahan tangis, bagaimanapun itu adalah karena kesalahannya, murni kesalahnnya.


"Aku dimana?" sebuah sura lemah dari Lee Ha Na terdengar sayup ditelinga Park Jimin, membuatnya menoleh kebelakang tepat pada Lee Ha Na yang masih terbaring, jarum infus berada pada punggung tangan Ha Na di sisi kiri, dan jarum dari kantung darah menancap di lengan atas lipatan tangan kanannya, kedua cairan dari kantung itu berjalan melalui selang selang kecil, tak lupa sebuah masker oksigen menutupi bagian hidung dan mulutnya untuk membantunya bernafas dengan baik.


Park Jimin menghampiri Lee Ha Na yang baru saja membuka matanya itu, "kau dirumah sakit" jawab Jimin dengan sedih.


"Kenapa aku bisa ada disini?" suara lemah Ha Na terdengar begitu pelan beruntung Jimin masih bisa mendengarnya dengan baik.


"Tadi kau pingsan saat bersama Eun Seo di toko buku" jelas Jimin.


"Lalu Eun Seo sekarang dimana?" Lee Ha Na sempat sempatnya memikirkan sahabatnya itu.


"Dia sedang bersama kakaknya, mungkin sebentar lagi mereka akan kembali"


"Sebenarnya aku sakit apa?" Lee Ha Na penasaran, kenapa ia bisa sampai dirawat seperti itu padahal dia hanya pingsan saja.


"Apa kau benar benar tidak tahu?" tanya Jimin, ia fikir kalau Lee Ha Na tau ia sedang hamil dan ia hanya tidak ingin meberi tahu Jimin karena tak ingin Jimin bertanggung jawab atas dirinya.


"Maksudnya apa?" Lee Ha Na menjadi bingung.


"Sebenarnya kau sedang hamil Lee Ha Na, tapi....." Jimin tak melanjutkan kalimatnya.


"Aku hamil?" tanya Lee Ha Na tak percaya, jika ia hamil itu artinya dia harus menerima pertanggung jawaban dari Jimin dan menikah dengannya.


"Kau tenanglah dulu" Jimin menenangkan Ha Na yang mulai meneteskan air matanya itu. Di genggamnya tangan Ha Na untuk sekedar berbagi kekuatan.


"hiks...., lalu kenapa aku sampai dirawat seperti ini?"

__ADS_1


"Kau baru saja kehilangan janinmu Lee Ha Na"


"Aku?, aku kehilangan janinku?" Lee Ha Na semakin tak percaya, ia semakin sedih mendengarnya.


"heem" Jimin hanya bisa mengangguk, "aku tahu itu anakku, aku tidak seharusnya memberikan beban itu padamu Lee Ha Na" Jimin ikut terisak dan menyesal.


Lee Ha Na sedih, walaupun sebenarnya ia tidak menginginkan kehadiran janin itu pada rahimnya karena ia masih telalu muda dan ingin melanjutkan mimpinya, ia juga tidak ingin menjadi seperti seorang ibu yang tak bertanggung jawab karena telah membunuh calon anaknya sendiri tanpa ia sadari. "Aku tidak tahu kalau aku...., aku, aku sudah membunuh darah dagingku sendiri, aku juga membunuh darah dagingmu Park Jimin, aku pembunuh, aku pembunuh" Lee Ha Na menangis semakin menjadi jadi.


"Bukan, ini bukan salahmu Ha Na, tuhan yang berkehendak, ini sudah menjadi takdir Ha Na, tuhan tak ingin kau menanggung segalanya, mungkin tuhan ingin kau bisa tetap melanjutkan mimpi mimpimu" Jimin mencoba untuk tegar dan terlihat kuat bagi Lee Ha Na, walaupun sebenarnya Jimin sedih karena ia sebenarnya menginginkan anak itu, dan anak itu bisa menjadi alasannya untuk bisa menikahi Ha Na.


"Maafkan aku, karena aku tidak tahu aku sampai kehilangan, andai aku tahu aku akan menjaganya" sesal Ha Na.


"Tidak Ha Na, ini bukan salahmu, sekarang kau hanya perlu berpikir positif" Park Jimin menghapus air mata yang terus mengalir di wajah Ha Na yang pucat.


Kritttttt....


Suara pintu ruangan dibuka, Kim Nam Joon juga Kim Eun Seo masuk dan menghampiri kedua orang yang sedang saling menguatkan itu.


"Princess Lee, kau baik baik saja kan?" Eun Seo menghampiri Ha Na dan mengusap kepala sahabatnya yang sedang terbaring lemah itu.


"Aku baik baik saja" lagi dan lagi Lee Ha Na berbohong.


"Apa yang terjadi padanya?" Kim Nam Joon menepuk pelan bahu sahabtnya itu dan bertanya padanya.


"Dia akan baik baik saja Kim" jawab Jimin dengan singkatnya.


"Kak Jimin, Lee Ha Na, aku sudah tahu semuanya dari kakak" ucap Eun Seo pada Ha Na juga Jimin. "Princess Lee kau harus tetap kuat, kau itu kan wanita yang hebat" dengan senyum semangat Eun Seo mencoba untuk menyemangati Lee Ha Na.


Kringgggggg....

__ADS_1


Dering ponsel milik Park Jimin berbunyi.


"Ya, katakan ada apa Jeon?" ucap jimin melalui ponselnya pada sesorang, dan seseorang itu adalah Jeon Jung Kook.


"Kau dimana tuan Park?"


"Aku sedang berada di rumah sakit kota, ada perlu apa kau menelponku?"


"Aku hanya ingin membahas soal Jeon Hee Ra, apakah orang orangmu mendapatkan petunjuk?"


"Belum sama sekali, informasi yang didapat Kim Nam Joon kemarin itu sama sekali tidak benar" jawab Jimin.


"Baiklah, ngomong ngomong kau sedang apa dirumah sakit?" Jeon Jung Kook penasaran.


"Lee Ha Na sedang dirawat"


"Lee Ha Na?, gadis yang waktu itu di Coffee Shop maksudmu?" tanya Jung Kook lagi.


"Kau benar tuan muda Jeon, jika kau masih ingin bicara banyak datanglah kemari, Kim Nam Joon juga ada disini"


"Baiklah, kirimkan nomor ruangannya, aku akan langsung kesana setelah pulang kantor nanti"


Park Jimin mematikan teleponnya lalu menyimpan handphonnya kedalam saku celana.


Jika Jeon Jung Kook datang kesana akankah ia tahu semuanya?


****************************************


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2