Still Loving You

Still Loving You
MAAF DAN DENDAM


__ADS_3

"Setelah melihat semua yang terjadi, aku bisa menyimpulkan bahwa cinta mampu membuatmu ingin melakukan apa saja, cinta juga sumber kekuatan bagi orang yang memiliki rasa cinta itu"


Kim Nam Joon


Lee Ha Na terbangun disore hari, kepalanya terasa sedikit pening mungin karena terlalu lama tertidur ditambah lagi sudah kehilangan banyak darah tadi pagi.


Ia mengangkat lengan yang tadi disayatnya dengan pecahan kaca itu, ditatapnya dengan nanar lengan yang sudah terbalut perban, hatinya sakit, ia sesak, kenapa ia tidak mati saja?, kenapa ia masih diselamatkan?.


Air matanya kembali terjun bebas, mengingat kejadian semalam, ia tidak tahu harus berbuat apa, ia bingung bagaimana caranya untuk tetap melanjutkan hidupnya.


"Ibu, aku harus bagaimana?, aku tidak bisa menangung semuanya ini, aku ingin pergi ibu, aku ingin pergi" lirih Lee Ha Na disela sela isakan tangisnya yang terdengar begitu pilu itu.


Tak beberapa lama Park Jimin dan Kim Nam Joon masuk ke kamar itu, membuat Lee Ha Na takut, Lee Ha Na memundurkan dirinya hingga punggungnya benar benar menempel pada kepala ranjang, kejadian semalam membuat Lee Ha Na trauma hingga membuatnya hampir gila dan ingin mati saja.


"Kenapa membiarkan aku hidup?, kenapa tidak membiarkan aku mati saja?" teriak Lee Ha Na pada kedua pria yang baru datang itu.


Park Jimin tidak bisa bicara, ia sangat sedih dan kecewa pada dirinya sendiri, selama ini ia selalu melindungi orang orang yang ia sayang, tapi ia gagal melindungi Lee Ha Na dari dirinya sendiri.


"Lee Ha Na, kau tenanglah" Kim Nam Joon duduk di tepi ranjang menghadap pada Ha Na, berupaya untuk menenangkan Ha Na yang menangis ketakutan.


"Aku mohon, lepaskan aku, biarkan aku pergi, aku mohon tuan, biarkan aku pergi atau bunuh aku sekalian, bunuh aku, ayo bunuh aku" Lee Ha Na memukul mukul dadanya sendiri dengan lengan yang terbalut perban, dan luka itu kembali mengeluarkan darah membuat kasa perbannya menjadi memerah.


Melihat hal itu membuat Jimin menjadi sesak, ia berlari menahan Lee Ha Na yang menyakiti dirinya sendiri, di tahannya Lengan Ha Na yang terluka itu agar tidak semakin parah, lalu ditariknya tubuh Ha Na yang rapuh kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Maafkan aku Lee Ha Na, aku yang salah, aku mohon maafkan aku, aku tidak mampu menahan emosiku Ha Na" Park Jimin ikut menangis bersama Lee Ha Na. "aku berjanji aku akan bertanggung jawab atas dirimu" lanjut Jimin.


"bunuh aku, bunuh aku, hiks...."


"Tidak Lee Ha Na, aku tidak akan melakukan hal itu, jika kau memintaku untuk membunuhmu maka akan lebih baik aku membunuh diriku sendiri" Jimin bangkit dari posisinya yang duduk diranjang dalam posisi mendekap Ha Na itu menuju ke sebuah lemari kecil berlaci, dikeluarkannya sebuah pistol dari dalam laci itu dan mengarahkan pistol tersebut tepat pada kepalanya sendiri.


Lee Ha Na terdiam melihat itu, tangisnya sontak berhenti, Ha Na tidak ingin menjadi penyebab kematian orang lain sekalipun ia membenci orang itu, hanya satu yang ingin Lee Ha Na bunuh sejak dulu yaitu ayah kandungnya seorang, kenapa ia begitu sangat ingin membunuh ayahnya?, tentu karena Ibunya, ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti ibunya sekalipun ayahnya sendiri.


"Berhenti bersikap gegabah Park Jimin" bentak Kim Nam Joon pada sahabat yang sudah dianggapnya adik itu. "Apa kalian berdua pikir mati adalah jalan keluar?" bukan hanya Jimin yang dimaksudnya tetapi juga Lee Ha Na.


"Kau Lee Ha Na, apa kau pikir setelah kau mati ibumu akan bahagia?, apa kau memikirkan nasib ibumu?, aku sudah tahu alasan kenapa kau mau menjadi simpanan tuan Jeon Jung Sik, semua itu kau lakukan karena kau ingin menyelamatkan ibumu kan?, lalu apa kau fikir dengan kau mati ibumu akan bertahan?" Nam Joon benar, jika Lee Ha Na memilih untuk mati maka tidak ada jaminan ibunya akan tetap hidup, Lee Ha Na dan ibunya adalah sebuah kekuatan bagi satu sama lain, mereka sama sama alasan untuk tetap hidup, alasan Lee Ha Na tetap menjalani hidup yang keras ini hanyalah ibunya dan membalas dendam pada sang ayah, jika ia mati itu artinya ia telah gagal.


"Dan kau Park Jimin, kenapa kau jadi selemah ini hah?" bentak Nam Joon pada Jimin. "Kemarikan pistolmu dan duduklah dengan tenang, kalian dengarkan aku bicara dulu" Kim Nam Joon mengambil alih pistol ditangan Park Jimin, ia tidak akan membiarkan Jimin bertindak gegabah. Park Jimin menurut pada laki laki jangkung yang ia anggap saudara itu.


"Lee Ha Na, aku mohon maaf atas semua kejadian semalam, akulah yang sebenarnya meminta Park Jimin untuk menyelidiki hubungan antara kau dan tuan Jeon Jung Sik" Nam Joon menjelaskan dengan serius "Untuk apa yang dilakukan Park Jimin padamu semalam aku juga minta maaf, aku juga tidak menyangka jika Cinta Park Jimin padamu membuatnya jadi hilang akal, Park Jimin juga sudah berjanji akan bertanggung jawab atas dirimu"


Lee Ha Na terdiam mencoba mencerna kata kata Kim Nam Joon dengan baik.


"Apa alasan kalian ingin tahu hubunganku dengan paman Jeon Jung Sik?" tanya Ha Na dengan isakan pelan.


"Kau tahu Lee Ha Na, aku, Park Jimin dan Jeon Jung Kook adik dari Jeon Jung Sik adalah kerabat, bahkan kani juga bekerja sama dalam beberapa hal dengan perusahan Jeon Grup, pada malam saat kau diajak oleh adikku makan malam itu aku melihat kau dijemput oleh tuan Jung Sik, maaf jika awalnya aku pikir kau adalah jala*** simpanan tuan Jung Sik yang hanya ingin memanfaatkan harta kekayaannya, tapi akhirnya tadi aku tahu kalau kau melakukan itu semua demi pengobatan ibumu, dan kau juga sama sekali bukanlah jala*** seperti yang kami kira" Kim Nam Joon menjawab pertanyaan Lee Ha Na dengan penuh penyesalan.


"Kalian sudah tahu siapa aku, aku mohon rahasikan hal ini dari ibuku, aku mohon, bukan hanya pada ibuku tapi juga pada keluarga paman Jeon Jung Sik, jika kalian merahasiakannya aku juga tidak akan menyalahkan kalian atas semua yang sudah terjadi" Ha Na memohon dengan sangat, ia tidak ingin ibunya dan Jeon Jung Kook tahu kalau ia adalah simpanan.

__ADS_1


"Aku akan tetap bertanggung jawab terhadapmu Lee Ha Na, aku juga sangat mencintaimu sejak pertama melihatmu" Park Jimin ikut bersuara, ia mengatakannya dengan begitu tulus.


"Tidak tuan Jimin, aku tidak akan menuntut pertanggung jawaban apapun darimu, dan maaf jika aku tidak bisa menerima cintamu, aku akan terus melanjutkan hidup demi ibuku, aku akan tetap mewujudkan mimpiku sejak kecil"


"Lalu bagaimana jika akhirnya kau....." Jimin menghentikan kalimatnya.


"Baiklah" Lee Ha Na pasrah "aku akan menerima pertanggung jawabanmu jika memang benar aku mengandung anakmu nanti, jika tidak maka biarkan aku tetap menjalani pilihan hidupku sendiri" jelas Lee Ha Na dengan yakin, ia tahu tadi Jimin ingin membahas soal itu, walau bagaimanapun Nam Joon telah membuka pikirannya, ia tidak boleh lemah ia harus tetap kuat demi ibunya.


"Baiklah" Jimin menjadi lebih lega setelah mendengar jawaban Lee Ha Na meskipun Lee Ha Na tak serta merta menerima cintanya.


"Tapi ada satu hal lagi yang aku minta pada kalian" ucap Lee Ha Na.


"Apa itu?" Park Jimin dan Kim Nam Joon bertanya secara serentak.


"Aku ingin kalian membalaskan dendamku" Lee Ha Na bicara dengan sangat yakin.


Park Jimin juga Nam Joon tidak mengerti dengan maksud Lee Ha Na, dendam apa yang dimiliki seorang remaja sekolah seperti Ha Na?


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2