Still Loving You

Still Loving You
DENDAM KIM NAMJOON


__ADS_3

Ting Nong....


Dering bell pada sebuah pintu kamar bertipe Presidential Suite Room dinyalakan. Membuat si penghuni didalamnya berdecak kesal karena itu telah mengganggu aktifitasnya.


"Siapa yang mengganggu malam malam begini?" si penghuni kamar berceloteh ria sebelum akhirnya membuka pintu.


Seorang lelaki dengan setelan yang rapi membawa sebotol red wine ditangannya kemudian tersenyum ramah kepada penghuni kamar yang berdiri terkejut.


"Layanan kamar tuan. Karena tuan sudah memesan Presidential Suite Room maka kami berikan Wine gratis secara cuma cuma. Jika tuan tidak minum kami bisa mengganti dengan makanan gratis sesuai request"


Bugh.. Bugh..


Lelaki Kim penghuni kamar itu melancarkan serangan berupa tinjuan pada lelaki yang dengan berani mengganggunya.


Awwhhh...


"Apa apaan ini?" lelaki yang baru saja mendapat dua buah tinjuan diperutnya sedang meringis tetapi ia juga tertawa.


"Apa boleh aku meminta ganti Red Wine nya dengan sebuah nyawa?" tanya penghuni kamar yang masih kesal.


"Yak... apa apaan ini?. Apa tuan seorang mafia atau ketua gangster?. Kenapa tuan memukulku dan meminta nyawa?" si pengantar Red Wine tak terima.


"Hei. Kau pikir aku Park Jimin. Hahaha..." Kim Namjoon tertawa puas karena telah berhasil membalas dendam pada Jeon Jung Kook yang tak hadir di pesta pernikahannya kemudian menghilang begitu saja.


Stelahnya kedua orang itu tertawa puas dan saling merangkul.


"Sejak kapan kau menjadi pelayan hotel eoh?" Namjoon merangkul Jung Kook untuk ikut masuk kekamarnya. "Sebentar... kau tunggu dulu disini. Kau sedang tak boleh melihat istriku. Jangan coba coba mengintip" Namjoon mengingatkan. Ia hampir saja lupa kalau istrinya hanya menggunakan pakaian tidur berbahan satin yang begitu tipis dengan tali yang begitu halus. Bisa gila dia membiarkan sahabatnya melihat itu.


"Apa sudah selesai. Kalau begitu aku keluar saja. Kalian lanjutkan kegiatan kalian" Jeon Jung Kook akan pergi dari kamar itu merasa dirinya telah mengganggu.


"Tidak perlu, ini sudah selesai. Silahkan duduk" begitu selesai meminta istrinya berpakaian dengan benar barulah Kim Namjoon bisa membawa Jung Kook benar benar masuk ke kamar.


"Wah... aku mencium bau bau... haha..." Jung Kook tertawa puas. "Apa dia istrimu?" lelaki Jeon itu beralih melihat istri Kim Namjoon yang tersenyum ramah. Wanita yang cantik dan menggoda. Bibir yang tebal dan penuh, mata yang berbinar, wajah mulus, rambut coklat bergelombang sebahu dan tubuh yang sintal. Benar benar selera seorang Kim Namjoon yang dewasa memang.


"Ya dia istriku. Namanya Ellena, dia tak masalah jika dipanggil Elle. Dia cantik bukan?" dengan bangganya Kim Namjoon memperkenalkan istrinya itu.


"Sexy hyung. Benar benar seleramu" entah Jeon Jung Kook sedang memuji atau justru sedang meledek Namjoon dengan berkata demikian.


"Hi, aku Ellena. Senang bisa bertemu denganmu" Ellena menjabat tangan Jeon Jung Kook.


"Sudah. Jangan terlalu lama. Nanti pria ini bisa jatuh cinta padamu. Aku tak rela kalau itu terjadi" Namjoon melerai jabatan tangan antara teman dan istrinya itu. Kemudian sura tawa pecah diantara mereka bertiga.

__ADS_1


"Kau kenapa bisa ada disini?. Kemana saja kau hampir dua bulan ini?. Kau benar benar frustrasi?" tiba tiba Namjoon berhenti tertawa dan bertanya prihal kenapa lelaki Jeon itu bisa ada disana. Tak lupa pula ia mengejek Jeon Jung Kook yang menurutnya sedang frustrasi karena cintanya yang berbelit.


"Kau kalau bicara pada pemilik seharusnya sopan sedikit atau kau akan di keluarlan dari tempat ini?" Jung Kook membenarkan lengan kemeja abu gelap yang ia pakai.


"Apa?. Kau pemilik resort ini?" tanya Namjoon tak percaya. "Kalau begitu aku mau uang sewa yang sudah kubayar dikembalikan. Anggap saja itu sebagai ganti karena kau tak hadir di hari pernikahanku. Atau anggap kau memberiku hadiah pernikahan dengan memberi tempat menginap gratis".


"Terserah kau. Tapi aku rasa seorang Kim Namjoon tidak semiskin itu untuk mengambil biaya sewa kamarnya kembali"


"Hei... tentu saja aku bercanda bodoh" Namjoon menepuk bahu Jung Kook. "Bagaimana kabarmu?" lanjutnya lagi. Sementara istrinya Ellena hanya duduk diam disebelahnya memperhatikan dua sahabat yang sepertinya sudah lama tak bertemu.


"Aku baik hyung. Bagaimana keadaan Park Jimin dan....." Jung Kook sedikit tertunduk dan menggantungkat kalimatnya.


"Mereka baik" sela Namjoon. Ia bisa membaca pikiran seorang Jeon Jung Kook. Ia tahu lelaki itu ingin menanyakan keadaan Lee Ha Na.


"Tapi aku dengar dari adikmu kalau wanita itu sedang sakit"


Namjoon tersenyum "Aku juga bingung ketika melihat Eun Seo hanya datang berdua saja dengan keponakanmu. Kemarin mereka berencana pergi bertiga tapi adikku bilang kalau Jimin mengabarinya dan mengatakan kalau dia tak bisa ikut karena sedang sakit. Aku berinisiatif untuk menanyakan langsung dengan Park Jimin"


"Lalu apa benar ia sedang sakit?" lelaki Jeon sepertinya benar benar penasaran.


"Aku tahu kau masih belum bisa melupakannya. Tapi sepertinya kau benar benar harus melupakannya Jeon. Ia sedang hamil anak Park Jimin dan akan menikah"


Bak dihantam benda keras rasanya jantung lelaki Jeon. Nafasnya pun serasa berhenti begitupun detak jantungnya ikut serasa berhenti.


Kim Namjoon melihat raut wajah kecewa dari seorang Jeon Jung Kook. "Mungkin memang dia tak ditakdirkan untukmu. Aku yakin ada yang lebih baik darinya" Namjoon kembali menepuk dengan pelan bahu Jeon Jung Kook seolah memberikan sebuah kekuatan dari sentuhan tangannya.


"Semoga" Jeon Jung Kook tersenyum kecut. Ia benar benar kalah dalam soal percintaan.


"Sepertinya mereka akan mendaftarkan pernikahan mereka secara resmi besok. Tetapi, untuk resepsi aku tak tahu apa mereka akan mengadakannya atau tidak" Kim Namjoon tahu betul perasaan Jeon Jung Kook. Ia menyampaikan setiap kalimat dengan begitu hati hati agar tak membuat Jung Kook semakin hancur. Namun, ia tetap harus menyampaikan semuanya karena ia tidak akan membiarkan Jeon Jung Kook yang sudah seperti adiknya sendiri terus berlarut larut dalam cintanya yang seperti tak berujung. Sementara wanita itu akan menikah.


"Syukurlah" hanya kata itu yang keluar dari mulut Jeon Jung Kook akhirnya. Ia mau tidak mau harus belajar merelakan. Jika seseorang benar benar mencintai pasti ia akan ikut senag kan melihat orang yang dicintai bahagia.


"Lalu bagaimana dengan keponakanmu?" tanya Namjoon. Ia penasaran dengan perasaan Jung Kook yang salah itu.


"Tenang saja. Aku sudah bisa melupakannya. Memang aku tak seharusnya seperti itu. Nanti jika mereka kembali kesini aku akan menemuinya. Sepertinya aku tak bisa bersembunyi lagi"


"Baguslah. Tak ada gunanya kau bersembunyi seperti itu. Tapi ngomong ngomong aku penasaran bagai mana bisa seorang pengusaha property tiba tiba jadi pemilik resort?".


"Ceritanya panjang. Awalnya aku ingin lari ke Singapur dan mengurus usahaku disana. Namun, kalau Jeon Hee Ra tahu aku ada disana aku takut ia akan nekat menyusul. Jadi aku menjual perusahaanku disana kemudian membeli resort disini" Jung Kook menjelaskan.


***

__ADS_1


"Maafkan aku" Kim Taehyung benar benar merasa bersalah. Ia menggaruk garuk tengkuknya yang sama sekali tak terasa gatal.


Jeon Hee Ra tersenyum. Ia tak tega melihat wajah penyesalan lelaki tampan dihadapannya "aku tidak apa apa"


Kim Taehyung sedikit lega akhirnya. "Tapi ada yang ingin kukatakan padamu" lanjutnya.


"Apa?" Jeon Hee Ra penasaran.


"Aku... aku mau mengatakan kalau aku... aku menyukaimu. Aku menyukaimu sejak pertama melihatmu"


Jeon Hee Ra terperangah tak percaya. Bagaimana bisa lelaki tampan tersebut begitu cepat mencintainya. Mereka bahkan baru beberapa jam bertemu.


"Kita bahkan baru bertemu beberapa jam saja. Bagaimana bisa?" tanya Hee Ra dengan hati hati.


Kim Taehyung tersenyum. "Aku sudah melihatmu sudah cukup lama"


"Maksudmu?" gadis Jeon itu bingung.


"Kim Eun Seo terus saja ingin mengenalkamu padaku. Ia mengirimkanku foto fotomu terus menerus. Kau ingin bukti?" Kim Taehyung mengeluarkan ponselnya membuka galeri yang berisi foto foto Jeon Hee Ra. Dan memperlihatkannya langsung pada gadis Jeon.


Betapa terkejutnya gadis Jeon ketika melihat hampir seluruh photo pada galeri ponsel milik Kim Taehyung adalah foto dirinya. "Dia tak pernah bilang. Ini namanya mencuri photo" Hee Ra mengumpati Eun Seo.


"Lalu bagaimana?" tanya Taehyung lagi kemudian menyimpan ponselnya kembali.


"Ah.., aku....."


***Aku bosan guys setiap up kok makin lama makin sepi


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Give me Vote, Like and Comment please 😍😍


Borahae readers 💜***


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz


Ig: @safitristevieka (Stevi Eka Safitri Limz)


Fb: Stevi Eka Safitri (Stevi Eka Safitri Limz)

__ADS_1


__ADS_2