Still Loving You

Still Loving You
BERLATIH


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, seperti biasa Lee Ha Na berangkat kesekolah layaknya anak sekolahan yang mencoba mengejar cita cita.


Sore hari seperti biasa Lee Ha Na pergi ke markas Park Jimin untuk belajar bela diri, sudah tiga hari sejak malam kecelakaan Mi Kyung ia tak datang untuk berlatih.


"Kau sudah siap?" tanya Park Jimin pada Lee Ha Na yang baru selesai mengganti seragam sekolahnya dengan baju Taekwondo yang berwarna putih lengkap dengan sabuk sabuknya.


"Tentu saja, bisa kita mulai sekarang?" tanya Ha Na balik sambil mengikat kuat sabuk yang melingkari pinggangnya yang ramping itu.


Park Jimin tersenyum " Mulai apa Lee Ha Na?" ia mencoba menggoda Lee Ha Na, dasar pria mesum, yang ada diotaknya selalu hal hal yang berujung mesum. Itulah akibatnya jika Park Jimin terlalu banyak bergaul dengan sahabatnya Kim Nam Joon itu, otaknya menjadi terkontaminasi karena terkena virus virus pria dewasa dari Nam Joon.


"Dasar pria gila, berani kau macam macam aku tidak segan membunuhmu" kesal Lee Ha Na.


"Tidak, aku hanya bercanda Lee Na, tega sekali kau mau membunuh orang yang membantumu"


"Kau ingat Park Jimin, kau sudah menghancurkan masa depanku, bisa bisanya kau menganggap dirimu sebagai pahlawan?. Jadi apa yang akan kita pelajari hari ini?" tanya Lee Ha Na lagi.


"Hari ini kita akan belajar bagaimana caranya tendangan atas"


"Apa itu tidak terlalu cepat?"


"Tidak Ha Na, basic mu sudah lumayan bagus, jadi tidak akan sulit bagimu jika langsung belajar bagaimana selanjutnya"


"Baiklah, terserah kau saja lah, yang penting aku bisa beladiri dengan cepat, aku tak sabar ingin menghajar pria berhati iblis itu" Lee Ha Na terlihat begitu menggebu gebu untuk bisa menguasai beladiri


"Jangan terlalu ambisius Ha Na, aku ngeri melihatmu seperti itu, kau masih kecil tapi emosimu dan dendammu sangat besar, Sekarang lebih baik kau coba lakukan kuda kuda yang benar seperti kuajarkan terakhir kali"


Lee Ha Na mencoba melakukan sesuai perintah Park Jimin padanya, Ha Na itu gadis yang cerdas dengan sangat mudah ia mempelajari hal apapun.

__ADS_1


Setelah selesai latihan Lee Ha Na duduk menyender disalah satu sudut Dojag tempat mereka berlatih, ia menghapus peluh peluh yang membasahi wajah hingga keleher putihnya itu. Peluh peluh itu berarti betapa kerasnya Lee Ha Na berlatih.


"Nyonya Park tangkap ini" teriak Jimin dari jarak yang cukup jauh, ia melempar sebotol air penambah ion tubuh pada Ha Na yang sedang duduk.


Ditangkap oleh Ha Na dengan baik botol yang berukuran 350 mili itu, begitu ia berhasil menangkap botol itu Lee Ha Na langsung membukanya dan meminum isinya dengan cepat, suara tegukan dari Ha Na terdengar jelas menandakan kalau ia benar benar haus. "Sampai kapan kau akan berhenti memanggilku seperti itu tuan Park Jimin?" tanya Ha Na tidak suka sambil menutup kembali botol minumannya dengan rapat.


"Sampai kau benar benar menjadi nyonya Park" Park Jimin tergelak menjawab pertanyaan Lee Ha Na.


"Terus saja kau bermimpi tuan Park, aku tidak akan pernah mau menjadi istrimu"


"Hei, aku bahkan tidak mengatakan kalau aku mau menjadikanmu istriku, apa kau pikir orang dengan marga Park hanya aku seorang?, siapa tau nanti kau benar benar menjadi nyonya Park tapi tidak denganku" lagi lagi Park Jimin Menggoda Lee Ha Na, "Sepertinya otakmu terus berpikir jika kau akan menjadi istriku, hahaha...." Park Jimin tertawa puas sambil menaik naikkan alisnya menatap Lee Ha Na, sekarang ia terduduk tepat di depan Ha Na.


"Sialan kau, kau mencoba menggodaku tuan Park?" Lee Ha Na memukul bahu Park Jimin dengan botol minumannya tadi.


"Hei, ini sakit Ha Na"


"Aww, aku suka saat saat seperti ini" bisik Jimin pelan pada Ha Na, deru nafas mereka yang belum stabil karena habis berlatih terdengar saling beradu ditelinga keduanya dan menggelitik perasaan masing masing. "Apa kau sengaja menggodaku Lee Ha Na?" tanya Jimin dengan seringai khasnya.


"Kau gila tuan Park, kau yang mulai duluan, lagipula kapan aku menggodamu?" Lee Ha Na meninju dada Park Jimin dan berusaha mencoba untuk duduk.


"Kau memang bisa membuatku gila Lee Ha Na" dengan suara khasnya Jimin terus menggoda Ha Na tanpa henti, Lee Ha Na benar benar membuatnya gila, sejak kejadian yang diluar kendalinya waktu itu membuat Park Jimin menjadi candu pada Lee Ha Na, apakah ia bisa dikatan fedofil karena menyukai anak kecil?. Hasrat lelakinya begejolak ketika ia dekat dengan Lee Ha Na.


"Berhenti bicara seperti itu tuan Park, aku jijik mendengarnya" ketus Ha Na sambil berdiri dan berlalu kearah ruang ganti.


"Hei, kau mau kemana?" teriak Jimin dan sama sekali Lee Ha Na menghiraukan pertanyaan Park Jimin yang masih berguling dilantai Dojang.


***

__ADS_1


Dilain tempat, Jeon Jung Kook dan kakaknya tuan Jeon Jung Sik duduk di ruang kerja pribadi tuan Jung Sik dikediaman mereka, mereka berdua sibuk mengatur rencana bagaimana caranya untuk mencari tahu siapa Jeon Mi Kyung yang sebenarnya.


"Kakak, apa kau sudah punya cara untuk bisa mencari tahu siapa Mi Kyung?" tanya Jeon Jung Kook kemudian ia menyeruput teh hijau hangat yang baru saja dibuatkan oleh pelayan rumah tangga mereka.


"Aku sudah memikirkan bagaimana caranya" jawab tuan Jung Sik.


"Cara apa yang akan kakak gunakan?" Jung Kook penasaran.


"Dengan cara meminta bantuan Lee Ha Na"


"Maksud kakak?" Jung Kook masih penasaran.


"Bukankah Lee Ha Na itu berteman dengan Jeon Mi Kyung?, tentu tidak akan sulit bagi Ha Na untuk menanyakan tentang kehidupan Jeon Mi Kyung" terang Jeon Jung Sik.


"Tapi apakah benar Mi Kyung itu adalah Hee Ra?, Jika benar ia Hee Ra masa dia tidak mengenali kita sedikitpun?"


"Jeon Hee Ra hilang saat ia masih sangat kecil, ada kemungkinan ia melupakan kejadian dimasa kecilnya, dan ada juga kemungkinan ia mengalami hal sehingga ia melupakan memori masa kecilnya, tapi kakak sangat yakin kalau dia adalah keponakanmu, mata dan senyumannya benar benar milik Jeon Hee Ra, bahkan ia juga memiliki golongan darah yang sama dengan kita" Tuan Jeon Jung Sik begitu berharap jika Mi Kyung adalah putri kecilnya yang menghilang.


"Kakak, kalau begitu kenapa kita tidak meminta pihak rumah sakit untuk melakukan tes DNA saja?, mumpung Mi Kyung masih dirawat disana akan sangat mudah bagi dokter untuk mendapatkan sampel DNA Jeon Mi Kyung tanpa menimbulkan kecurigaannya" Jeon Jung Kook diilhami sebuah ide yang cukup briliant yang bahkan kakaknya belum terpikir sejak tadi.


"Kau benar, kakak akan menelpon dokter yang merawat kakak iparmu untuk mengambil sampel DNA milik Jeon Mi Kyung" kemudian tuan Jeon Jung Sik langsung menghubungi dokter yang sudah merawat istrinya selama bertahun tahun itu, dokter tersebut sudah sangat dekat dengan keluarga mereka, jadi seharusnya tidak akan sulit bagi tuan Jung Sik untuk meminta bantuannya.


************************************


LOVELOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2