
Dimalam yang dingin yang mana butiran butiran salju di awal musim dingin itu sudah mulai turun, memutih menutupi benda apapun yang ada dibumi, Lee Ha Na berjalan menyusuri jalan khusus pejalan kaki untuk sekedar menenangkan perasaannya, tanpa yang namanya mantel ataupun jaket.
Tidak banyak orang orang yang berlalu lalang pada malam itu karena enggan ditiup angin malam dimusim dingin yang mampu membuat tubuh serasa kaku.
Walau tanpa mantel, tanpa jaket, tanpa syal yang menghangatkan tubuhnya sedikitpun tak membuat Lee Ha Na urung berjalan menuju taman didekat rumah pemberian dari daddy Jeon Jung Sik nya itu.
Mengingat kondisi ibunya yang sudah mulai membaik dan akan segera pulang bersamanya juga kondisi nyonya Jeon yang sudah siuman dari koma nya membuat Lee Ha Na takut.
Takut kalau suatu waktu statusnya sebagai seorang sugar baby diketahui.
Lee Ha Na menangisi dirinya sendiri, ia duduk menunduk di sebuah bangku taman tanpa atap, membuat beberapa butiran salju menyangkut pada rambut coklat tuanya yang tergerai indah itu.
Isakan pilu terdengar sayup dari bibir Lee Ha Na yang tanpak memucat karena kedinginan, kulitnya yang putih bersih itu menjadi semakin putih karena pucat.
"Apa yang harus kau lakukan sekarang Lee Ha Na?, kau terlalu bodoh, kau sudah menghancurkan reputasimu sendiri" dalam isakan Lee Ha Na terus membodohi dirinya sendiri.
Sungguh menyesal tiada guna lagi, keterpurukan telah membawanya kedalam kehidupan yang kelam walaupun ia masih mampu menjaga diri hingga detik ini.
Dijalan sebrang taman Lee Ha Na bisa melihat sebuah mobil hitam berhenti beberapa saat kemudian keluar seorang laki laki tua dengan postur tubuh tinggi besar dan sedikit kumis ada pada wajah lelaki tua itu, Lee Ha Na memperhatikan dengan seksama lelaki tua itu.
Sorot kebencian terpancar pada wajah cantik Lee Ha Na, jemarinya yang lentik mengepal seperti menahan emosi yang begitu membuncah.
Ingin rasanya Lee Ha Na menghampiri lelaki tua dengan stelan jas hitam tersebut, jika saja membunuh bukanlah sebuah kejahatan maka Lee Ha Na akan berlari kearah lelaki tua itu dan menikamnya hingga tak mampu bernafas dan menikmati hidup lagi.
Lelaki itu adalah penyebab awal kehancuran hidupnya, lelaki yang telah membuangnya dan juga ibunya, lelaki yang berstatus seorang ayah tapi berhati iblis.
__ADS_1
Lee Ha Na baru saja berdiri hendak menghampiri laki laki yang telah membuatnya terlahir kedunia yang begitu kejam itu, lelaki yang secara biologis adalah ayah kandungnya, Namun langkah Lee Ha Na berhenti ketika ia melihat bahwa laki laki itu tidaklah sendiri, se
orang wanita yang masih cukup muda juga cantik dan seorang anak laki laki yang mungkin berusia 4-5 tahun keluar dari dalam mobil yang sama.
Anak laki laki itu lalu digendong oleh laki laki tua yang bernama Lee Tae Kyung itu dengan penuh kasih sayang.
"Ayah ayo cepat masuk, aku sudah lapar, aku juga sangat kedinginan" anak laki laki kecil itu bicara dengan manjanya dalam gendongan Lee Tae Kyung, kemudian ketiga orang itu masuk kedalam restoran di dekat sana.
Lee Ha Na tersenyum miris melihat keharmonisan ayah dan anak itu, andai saja ia masih bisa merasakan kasih sayang seperi itu mungkin kebencian tidak akan menutupi hati Lee Ha Na yang lembut itu.
"Kau lihat Lee Ha Na, ia sudah punya keluarga baru, ia sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, dan kau hanya bisa merasakan betapa sakitnya dibuang oleh seorang ayah" ucap Lee Ha Na lirih dan Lee Ha Na menangisi nasibnya sendiri.
Tak tahan melihat pemandangan itu lebih lama lagi akhirnya Lee Ha Na berlari tanpa arah tujuan.
Sekarang Lee Ha Na duduk meringkuk di tanah tepat dibawah batang Siakura yang sedang tak berdaun dan tak berbunga, hanya ada ranting karena sudah berada di musim dingin.
***
Susah payah Lee Ha Na mengeluarkan segala kemampuannya untuk bisa lepas dari dua orang laki laki misterius yang menculiknya namun sia sia belaka, Lee Ha Na tak mampu kabur.
"Kalian siapa?, aku mohon lepaskan aku, biarkan aku pergi" Lee Ha Na benar benar memohon berharap kedua orang itu mengasiahani dirinya.
"Kami tidak akan menyakitimu, biarkan tuan kami yang membebaskanmu, hanya dia yang mempunyai perintah" ucap salah seorang dari kedua orang itu.
"Tuan?, siapa tuan kalian?" Lee Ha Na bertanya dengan suara takut.
__ADS_1
"Kau hanya akan mengetahuinya nanti setelah berada di markas"
Lee Ha Na tak mengerti kenapa ia bisa diculik seperti ini, perasaan ia tidak pernah memiliki musuh sebelumnya.
Siapa mereka?, apa mau mereka?, siapa dalang dibalik penculikan Lee Ha Na ini sebenarnya?
***
Lee Ha Na dibawa kesebuah tempat yang orang orang itu sebut markas, namun bagi Lee Ha Na itu terlihat lebih seperti sebuah Villa, pasalnya tempat itu berada di tempat yang jauh dari keramaian tapi bangunannya terlihat sangat indah dan menenangkan dengan beberapa pepohonan rindang di sisi kiri kanan tempat itu, bahkan taman di tempat itu tertata begitu rapi dengan beberapa tanaman hias walaupun sebagian pepohonan tanpa daun karena telah gugur di musim gugur yang lalu.
"I.. ini tempat apa?" masih dengan takut takut Lee Ha Na bertanya dan berharap orang orang yang menculik Hana tersebut bisa memberitahunya.
Masih sama, Lee Ha Na tak mendapatkan jawaban, justru kedua laki laki itu membawanya kesalah satu kamar yang mana dikamar itu nuansanya begitu gelap, pasalnya segala sesuati benda yang ada di dalam kamar itu berwarna hitam.
Lalu kemudian Lee Ha Na ditinggal sendirian didalam kamar itu dan ia dikunci dari luar.
Yang ada dibenak Lee Ha Na saat ini hanyalah bagaimana caranya agar ia bisa kabur.
Lee Ha Na berjalan ke arah sebuah jendela, mencoba mencari jalan untuk kabur namun tiba tiba seorang laki laki menarik lengannya dengan erat.
Siapakah laki laki tersebut?, apa motif dibalik penculikan Lee Ha Na?
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
LOVE LOVE
__ADS_1
Author: Ameera Limz