
Laki laki itu mengejar Lee Ha Na kemudian memeluknya dari belakang.
"Jangan menyentuhku, aku ini wanita kotor" teriak Lee Ha Na.
"Tidak Ha Na, aku salah, maafkan aku, tidak seharusnya aku berkata seperti itu tadi, aku sadar aku telah mengorek lukamu dengan aku bicara seperti tadi" Jeon Jung Kook masih memeluk Ha Na dari belakang kemudian memutar tubuh Ha Na untuk menghadapnya.
Lee Ha Na hanya terisak, ia tidak tau harus bagaimana, melihat Ha Na yang terisak seperti itu membuat hati Jeon Jung Kook ikut merasa sakit, bagaimana bisa ia melukai hati Lee Ha Na yang sedang rapuh itu.
Jeon Jung Kook mengulur telapak tangannya untuk mengusap air mata Ha Na yang tumpah kemudian bercampur dengan air hujan yang membasahi wajah Lee Ha Na itu.
"Maafkan aku, aku sudah salah bicara padamu"
"Tidak perlu, aku tidak butuh maaf mu, lagi pula kau tak salah" Lee Ha Na melepas tangan Jeon Jung Kook yang ada diwajahnya.
Kemudian Jeon Mi Kyung kembali lagi, niatnya ingin mengajak Lee Ha Na pulang bersamanya ke panti tempat ia tinggal, Mi Kyung melihat payung yang ia berikan pada Lee Ha Na tadi tergeletak disisi jalan dan ia hendak mengambilnya.
Brakkkkkk......
Naasnya Jeon Mi Kyung tetabrak oleh sebuah mobil yang lajunya cukup cepat sehingga Mi Kyung terpental jukup jauh dari tempat ia semula berdiri, dari kepalanya mengalir darah segar yang langsung bercampur dengan air hujan hingga memenuhi sebagian jalan, sementara mobil yang menabrak Mi Kyung pergi begitu saja bahkan makin melaju dengan kencang, itu bisa disebut sebagai tabrak lari. Dan kedua orang yang sedang sengit itu menoleh langsung pada sumber suara.
"Jeon Mi Kyung" teriak Lee Ha Na keras ketika ia bisa melihat dengan jelas bahwa yang tergeletak penuh darah itu adalah orang yang baru saja ia kenal beberapa saat yang lalu. Lee Ha Na langsung berlari menghampiri Mi Kyung yang tergeletak di tengah jalan yang cukup sepi itu kemudian Jeon Jung Kook juga ikut dibelakang Ha Na.
"Apa kau mengenal gadis ini?" tanya Jeon Jung Kook pada Lee Ha Na.
"Iya, bisa kau bantu aku?" tanya Ha Na, "bantu aku membawanya kerumah sakit, jika kau membantuku aku akan memaafkanmu" lanjut Lee Ha Na.
__ADS_1
"Baiklah" Jeon Jung Kook langsung mengangkat tubuh Mi Kyung yang tak berdaya itu kedalam mobilnya di jok belakang, sebenarnya tanpa Lee Ha Na meminta untuk membantunya pun Jeon Jung Kook pasti akan membantu gadis itu, kemudian Jung Kook kedepan untuk melajukan mobilnya dengan cepat menuju Rumah Sakit, di jok belakang Lee Ha Na menopang kepala Mi Kyung yang masih terus terusan mengeluarkan darah diatas pangkuannya.
"Bertahanlah Mi Kyung, kita akan tiba dirumah sakit" Lee Ha Na bicara pada Mi Kyung yang tidak mungkin mendengarkannya sama sekali karena Mi Kyung tak sadarkan diri.
Mobil yang dilajukan oleh Jeon Jung Kook tiba dengan cepat dirumah sakit tempat kakak iparnya masih dirawat.
Kemudian Jeon Jung Kook keluar membopong gadis bernama Mi Kyung itu kedalam Rumah Sakit dengan cepat.
"Dokter, dokter, tolong ada pasien darurat disini" teriak Jeon Jung Kook uang berharap ada perawat yang membawa bed dorong dengan cepat untuk menangani Jeon Mi Kyung.
"Apa yang terjadi?" tanya seorang perawat yang mendorong bed untuk membaringkan tubuh Mi Kyung disana.
"Dia korban tabrak lari" terang Jeon Jung Kook sambil membaringkan tubuh Mi Kyung diatas bed dorong itu, kedua perawat dengan sigap membawa Mi Kyung kedalam UGD dengan segera.
"Tuan dan nona harap tunggu disini, pasien akan segera kami tangani, lebih baik segera urusi administrasi pasiennya saja" seorang perawat kemudian mencegat Lee Ha Na dan Jeon Jung Kook untuk tidak ikut masuk kedalam ruang UGD.
"Baiklah" Jawab Jeon Jung Kook dan Lee Ha Na bersamaan.
Kemudian Jeon Jung Kook memegang kedua pundak Lee Ha Na "biarkan aku yang mengurus administrasinya, kau tunggu disini saja" Jeon Jung Kook menekan pundak Ha Na hingga terduduk di kursi tunggu.
Lee Ha Na hanya menatap kosong pada mata Jeon Jung Kook yang meyakinkannya.
Deg..
Jantung Lee Ha Na berdetak, ia baru menyadari jika mata Jeon Mi Kyung yang ia lihat tadi begitu mirip dengan mata laki laki didepannya ini, bahkan hingga ke warna manik matanya pun sama.
__ADS_1
Lee Ha Na terdiam dalam pikirannya sendiri.
"Lee Ha Na, apa kau dengar aku?" tanya Jeon Jung Kook yang menyadari Lee Ha Na tengah melamun.
"Eh, barusan kau bilang apa?" tanya Lee Ha Na.
"Aku bilang kau tunggu saja disini, aku akan mengurus administrasi sebentar" jelas Jeon Jung Kook lagi.
"Baiklah" jawab Ha Na, kemudian Jeon Jung Kook berjalan cepat menuju ke bagian administrasi.
Setelah sekitar tiga puluh menit kemudian Jeon Jung Kook kembali dengan membawa dua kantong paperbag.
"Kau gantilah pakaianmu" Jeon Jung Kook memberikan Lee Ha Na satu buah paperbag yang berisi pakaian wanita, baru saja orang suruhannya membawakan pakaian ganti untuk Lee Ha Na, tidak mungkin ia membiarkan tubuh Lee Ha Na menggigil karena menggunakan pakaian basah yang sudah berbau amis karena bercampur dengan darah Jeon Mi Kyung tadi.
"Dari mana kau dapatkan ini?" tanya Lee Ha Na begitu melihat isi dalam paperbag tersebut.
"Aku menyuruh bawahanku untuk membawanya" jawab Jung Kook, "gantilah pakaianmu, aku juga akan ganti" perintahnya.
Kemudian Lee Ha Na pergi menuju toilet untuk mengganti pakaiannya yang basah dan bernoda darah itu. Begitupun dengan Jeon Jung Kook.
*************************************
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1